Tampilkan postingan dengan label cara klaim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara klaim. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Desember 2015

Korban Kecelakaan Pesawat AirAsia Masing-masing Dapat Asuransi Rp 2 Miliar dari Allianz

Angga Aliya - detikfinance
Rabu, 31/12/2014 10:52 WIB

//images.detik.com/content/2014/12/31/4/105516_cargoairasiaafp.jpg

Jakarta -Allianz merupakan penanggung utama dari insiden pesawat AirAsia QZ8501. Perusahaan asuransi asal Jerman itu akan membayarkan klaim untuk pesawat dan penumpang pesawat nahas tersebut.

"Allianz sebagai salah satu perusahaan asuransi terkemuka di dunia, merupakan penanggung utama dari Penerbangan AirAsia QZ8501 dan telah mengkonfirmasi akan membayarkan klaim," kata Allianz dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, melalui pihak agen, Rabu (31/12/2014).

Klaim untuk pesawat diperkirakan sebesar US$ 94 juta. Sementara masing-masing penumpang yang jadi korban, keluarganya dapat santunan US$ 165.000 atau sekitar Rp 2 miliar. 

Tim SAR Gabungan hari ini masih melakukan evakuasi jenazah para korban setelah lokasi diduga jatuhnya pesawat sudah diketahui. Cuaca buruk hari ini sedikit menghambat proses evakuasi.

Sampai saat ini sudah ada enam jenazah yang berhasil dievakuasi ke KRI Bung Tomo. Jenazah akan dibawa ke Pangkalan Bun sebelum diterbangkan ke Surabaya.

Rabu, 01 April 2015

Memahami Ragam Asuransi Jiwa dan Manfaatnya

Memahami Ragam Asuransi Jiwa dan Manfaatnya


Banyak dari kita pasti sudah menyadari pentingnya memiliki asuransi jiwa, tetapi banyaknya produk yang ditawarkan terkadang membuat kita menjadi bingung untuk memilih produk apa yang sesuai dengan kebutuhan. Sebelum membeli asuransi jiwa, ada baiknya kita memahami jenis-jenis asuransi jiwa.

Pertama, adalah asuransi yang memberikan masa pertanggungan dalam jangka waktu tertentu misalnya 5, 10 atau bahkan 20 tahun sesuai dengan kesepakatan antara pemegang polis dan perusahaan asuransi. Asuransi seperti ini disebut dengan asuransi jiwa berjangka. Pada umumnya, premi asuransi jenis ini dibayarkan di muka dan dilakukan setiap tahun selama jangka waktu tersebut. Namun, apabila polis lapse (tidak aktif), manfaat akan berhenti dan nilai premi akan hangus. Contoh asuransi term life yang sering kita temui adalah asuransi jiwa kredit (credit life insurance), yang memberikan perlindungan asuransi jiwa selama jangka waktu kredit. Jika risiko meninggal dunia terjadi pada tertanggung asuransi atau dalam hal ini kreditur, pihak asuransi akan melunasi sisa pinjaman kepada debitur, sehingga tidak memberatkan pihak lain.

Kedua adalah asuransi yang dapat memberikan manfaat perlindungan seumur hidup. Pada umumnya manfaat perlindungan mencapai Tertanggung berumur 99-100 tahun. Asuransi ini disebut dengan asuransi whole life.  Keunggulan asuransi jenis ini yang membedakan dengan asuransi jiwa berjangka adalah selain memberikan perlindungan, juga memberikan nilai tunai yang dapat berfungsi sebagai tabungan dan juga yang memberikan manfaat perlindungan jiwa seumur hidup dengan tarif premi tetap sehingga tidak meningkat sejalan dengan bertambahnya umur Tertanggung. Pada produk asuransi whole life, apabila polis tidak lagi aktif sampai Tertanggung meninggal, pemegang polis masih mendapatkan nilai tunai yang dijanjikan dikurangi dengan biaya-biaya penutupan polis dan pembayaran premi yang tertunggak.

Terakhir, adalah asuransi dwiguna atau yang sering kita dengar dengan asuransi endowment yang memberikan manfaat ganda baik proteksi dan juga terdapat unsur tabungan. Produk asuransi jenis ini sering kita temui pada asuransi pendidikan. Keunggulan dari asuransi dwiguna adalah manfaat asuransi  yang pasti dan dijamin baik Tertanggung masih hidup sampai tanggal jatuh tempo atau meninggal sebelum tanggal jatuh tempo. Yang membedakan asuransi dwiguna dengan asuransi whole life adalah polis pada asuransi dwiguna dapat membentuk nilai tunai lebih cepat dibandingkan dengan asuransi whole life. Hal ini disebabkan oleh, pada asuransi dwiguna nilai tunai biasanya akan sama dengan uang pertanggungan pada jatuh tempo polis jadi tidak perlu menunggu hingga mencapai usia 99-100 tahun. Untuk itu, penting untuk kita mengetahui kebutuhan sebelum memiliki produk asuransi agar tidak salah membeli produk asuransi yang diinginkan.

Polis Asuransi Tidak Perlu Dibaca?


Polis Asuransi Tidak Perlu Dibaca?


“Polis asuransi tidak perlu dibaca atau ditinjau. Cukup dibeli lalu dibiarkan saja sampai nanti ingin mengajukan klaim”



Siapa yang tidak tahu istilah ‘membeli kucing dalam karung?’ Jika Anda tahu istilah tersebut, maka Anda pasti setuju bahwa penting sekali untuk memeriksa hal-hal yang kita beli atau memeriksa dengan seksama kesepakatan yang kita buat dengan orang lain.

Sama halnya dengan polis asuransi, pastikan Anda mengetahui dan memahami setiap isi dari polis yang Anda terima.  Pada saat Anda menerima polis untuk pertama kalinya, periksa kembali dan pahami pasal-pasal yang terkandung didalamnya. Tanyakan kepada penasihat asuransi Anda apabila memang ada isi polis yang dirasakan tidak jelas atau berbeda pada saat penjelasan awal.

Lalu, apakah polis asuransi tersebut masih perlu ditinjau setelah rentang waktu tertentu, misalnya setiap tahun?

Anggapan tersebut bisa jadi benar jika hidup manusia berjalan stagnan. Pada kenyataannya, hidup manusia berjalan dinamis. Terdapat berbagai tahapan, perkembangan, misalnya dari aspek rumah tangga, karier, pendapatan, dsb.

Untuk itulah polis Asuransi Jiwa perlu ditinjau secara rutin misalnya satu tahun sekali. Hal ini dilakukan agar manfaat yang ada di dalam polis dapat terus disesuaikan sehingga selalu memenuhi kebutuhan kita di setiap tahapan kehidupan.

Rabu, 14 Januari 2015

Korban AirAsia QZ8501 Peserta BPJS akan Dapat Klaim 48 Kali Gaji

Kamis, 08/01/2015 11:51 WIB

Mega Putra Ratya - detikNews

Jokowi menerima BPJS/Setpres
Jakarta - Korban AirAsia QZ8501 yang menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan akan mendapat klaim sebesar 48 kali gaji.

"Terkait AirAsia, mereka yang terdaftar sebagai peserta kami mendapatkan klaim. Kami bayarkan 48 kali upah mereka," ujar Direktur BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Masassya usai bertemu Presiden Jokowi di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2015).

Menurut Elvyn, bila gaji korban Rp 10 juta maka klaim yang harus dibayar BPJS Rp 480 juta. "Kalau upahnya Rp 1 juta dapatnya 48 juta," tuturnya.

Jumlah orang di pesawat Airbus A320-200 itu terdiri dari 155 penumpang dan 7 kru. Basarnas hingga hari ini telah menemukan 40 jasad korban.

Pihak maskapai AirAsia menyebut kru tujuan Surabaya-Singapura itu terdiri dari pilot Kapten Iriyanto, Kopilot Remi Emmanuel P, awak kabin Wanti Setiawati, Khairunnisa Haidar Fauzi, Oscar Desano, Wismoyo Ari Prambudi dan teknisi Saiful Rahmat. Jasad Khairunnisa sudah dimakamkan di Palembang dan Wismoyo di Klaten. 

Senin, 05 Januari 2015

Selain AirAsia, Allianz Juga Tanggung Asuransi Dua Pesawat Malaysia Airllines

Angga Aliya - detikfinance

Rabu, 31/12/2014 11:44 WIB

//images.detik.com/content/2014/12/31/4/114656_airasia46.jpgFoto: Reuters
Jakarta -Allianz merupakan penanggung utama dari insiden pesawat AirAsia QZ8501. Perusahaan asuransi asal Jerman itu juga tahun ini sudah menanggung klaim dua pesawat Malaysia Airlines.

Dua pesawat itu adalah MH370 yang hilang di Samudera Hindia Maret silam, dan MH170 yang ditembak jatuh saat terbang di wilayah udara Ukraina pada Juli.

Dengan demikian, kecelakaan pesawat AirAsia ini merupakan insiden terbesar ketiga yang ditanggung Allianz. Salah satu perusahaan asuransi terkemuka sudah menyatakan siap untuk membayar klaim pesawat dan penumpang yang jadi korban.

"Masih terlalu dini untuk berkomentar atas insiden ini. Kami berduka dan tetap mendoakan untuk semua pihak yang terkena imbas dari kecelakaan ini," kata Allianz dalam keterangan tertulis yang dikutip Reuters, Rabu (31/12/2014).

Klaim untuk pesawat diperkirakan sebesar US$ 94 juta. Sementara masing-masing penumpang yang jadi korban, keluarganya dapat santunan US$ 165.000 atau sekitar Rp 2 miliar.

Tim SAR Gabungan hari ini masih melakukan evakuasi jenazah para korban setelah lokasi diduga jatuhnya pesawat sudah diketahui. Cuaca buruk tadi pagi sedikit menghambat proses evakuasi.

Sampai saat ini sudah ada enam jenazah yang berhasil dievakuasi ke KRI Bung Tomo. Jenazah akan dibawa ke Pangkalan Bun sebelum diterbangkan ke Surabaya.

AIRASIA HILANG: Asuransi Allianz Bakal Tanggung AirAsia QZ8501



Bisnis.com, HONGKONG - Korporasi asuransi asal Jerman, Allianz, dipastikan menjadi penanggung dalam kecelakaan pesawat Airbus A320-200 AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 yang hilang di perairan Belitung.

“Kami bisa mengkonfirmasi bahwa Allianz Global Corporate & Specialty UK adalah reasuradur utama bagi rangka pesawat dan asuransi kewajiban ,” kata juru bicara Allianz dalam keterangannya kepada Reuters, Senin (29/12/2014).

Pihak Allianz menolak untuk memberi pernyataan mengenai jumlah eksposur (risiko kerugian) terkait pesawat jurusan Surabaya-Singapura berpenumpang 162 orang yang diketahui hilang pada Minggu (28/12) tersebut.

“Terlalu dini untuk berkomentar mengenai kecelakaan pada tahap ini, kecuali mengatakan perhatian dan belasungkawa terhadap mereka yang terkena dampak dari hilangnya penerbangan ini,” kata Allianz.

Kantor berita Reuters sendiri menghitung pembayaran paling sedikit untuk menjamin kecelakaan ini mencapai sekitar US$100 juta (sekitar Rp1,2 triliun). Allianz dan perusahaan yang menjalin kerja sama koasuransi akan membayar tagihan untuk biaya hilangnya AirAsia dan pembayaran kepada keluarga penumpang.

Harga Airbus 320 sendiri diperkirakan mencapai US$94 juta serta taksiran kewajiban terhadap penumpang (passenger liability) diperkirakan mencapai US$27 juta untuk 162 penumpang (per orang diperkirakan $165.000).

Reuters mengutip satu laporan dari Allianz yang menjelaskan bahwa kecelakaan pesawat tercatat menjadi empat dari 10 teratas klaim asuransi utama yang tidak terkait dengan bencana alam sejak Januari-Agustus 2014.

Sementara itu, perusahaan pialang asuransi yang bekerjasama dengan AirAsia adalah JLT (Jardine Lloyd Thompson) Group yang berbasis di Inggris.

Selasa, 24 September 2013

Prosedure Klaim

PT Asuransi Allianz Life Indonesia

 

Bagaimana klaim meninggal dunia asuransi jiwa individu

Dimana saya dapat memperoleh formulir klaim?

Pada halaman Download Formulir Klaim.
Harap diperhatikan bahwa semua dokumen untuk Asuransi Jiwa Perorangan di halaman download harus dilengkapi dengan baik. 

Kemana saya harus mengirimkan klaim dan seluruh dokumen pendukungnya?

Individual Life Claim Division
PT. Asuransi Allianz Life Indonesia
Allianz Tower
Jl. HR. Rasuna Said
Kawasan Kuningan Persada Super Blok 2
Jakarta 12980
Indonesia
Tel: +6221-2926 8888
Fax: +6221-2926 9090
Email: Contactus@allianz.co.id


Semua formulir berikut harus diisi:

   1. Polis Asli
   2. Kwitansi pembayaran Premi  terakhir
   3. Formulir Pengajuan Klaim Meninggal Dunia
   4. Surat Keterangan dokter tentang penyebab kematian
   5. Keterangan kesehatan yang lebih luas
   6. Surat Keterangan Meninggal Dunia dari Pamong Praja/Lurah
   7. Surat Keterangan Pemeriksaan Mayat/Kematian dari
       Rumah Sakit/Dinas Kesehatan
   8. Untuk Meninggal Dunia disebabkan oleh karena kecelakaan/
       Sebab Tidak Wajar:
           - Surat Keterangan dari Kepolisian / Police Report
           - Kliping Koran (jika ada) / Newspaper Clippng (if any)
   9. Foto Copy Identitas “Yang Ditunjuk” untuk menerima Manfaat
       Pertanggungan
   10. Foto Copy Identitas Tertanggung
   11. Formulir Nomor Rekening Bank
   12. Surat Kuasa Pemaparan Isi Rekam Medik
> Semua pertanyaan pada Formulir Klaim & Surat Keterangan Dokter
   harus diisi dengan benar, lengkap dan jelas tanpa pembebanan
   kepada PT. Asuransi Allianz Life Indonesia.
> Dokumen & Hasil-hasil pemeriksaan penunjang, wajib dilampirkan.
> Pengajuan klaim dan pembayaran manfaat tidak dikenakan biaya
   apapun, kecuali yang termasuk dalam ketentuan polis.
> Berkas yang diajukan harus dokumen asli / legalisir oleh pihak yang
   berwenang / legalisir oleh Staf Klaim Kantor Pusat.

Bagaimana cara klaim kesehatan

Prosedur Pengajuan Klaim Reimbursement :

1. Peserta dan/atau Pemegang Polis wajib menyerahkan :

  • Formulir Klaim Allianz (halaman 1) diisi lengkap dengan data Peserta dan ditandatangani oleh Peserta
  • Formulir Klaim Allianz (halaman 2) tentang Resume Medis yang diisi lengkap dan jelas serta mencantumkan : Tandatangan, nama jelas serta No Izin Praktek Dokter yang memberikan layanan kesehatan (biasanya berbentuk stempel)
  • Jika lupa membawa Formulir Resume Medis Allianz, khusus pelayanan yang bukan rawat inap Peserta dapat meminta Dokter untuk menulis Diagnosa (dan atau resume medis), tindakan dan terapi pada kuitansi dokter dan/ atau selembar kertas resep.
  • Kuitansi asli (beserta perincian biayanya) bermeterai secukupnya sesuai dengan ketentuan pemerintah (tidak berbentuk faktur, struk, invoice, nota, dll) kecuali ada catatan resmi dari institusi kesehatan tersebut: dokumen tersebut dapat berlaku sebagai kuitansi. Apabila tagihan klaim dari luar Indonesia wajib berbentuk “Tax Invoice/Official Receipt“.
  • Salinan resep
  • Salinan permintaan dari pemeriksaan penunjang diagnostik (laboratorium / rontgent / Patologi Anatomi dan lain - lain) dan salinan hasilnya.
  • Laporan operasi bila dilakukan tindakan operasi dan termasuk rincian biaya operasi.
2. Semua dokumen klaim yang telah lengkap dikirimkan ke Allianz, selambat-
    lambatnya diterima Allianz dalam waktu 30 hari sejak tanggal pelayanan
    medis dilakukan.
3. Apabila Pemegang Polis dan/atau Peserta mengajukan dokumen klaim tidak
    secara lengkap sebagaimana diatur dalam butir 1 diatas, Allianz akan
    menganggap sebagai klaim yang belum diajukan.
4. Allianz berhak untuk mendapatkan segala keterangan / catatan medis dari
    Rumah Sakit dan/atau pihak lain sehubungan dengan diagnosa dan/atau
    pelayanan kesehatan yang diberikan kepada Peserta.
5. Apabila klaim disetujui oleh Allianz maka akan dilakukan pembayaran atas
    Manfaat Asuransi sesuai dengan persetujuan Allianz selambat-lambatnya 14
    (empat belas) hari kerja sejak dokumen lengkap telah diterima Allianz.
6. Apabila Pemegang Polis dan/atau Peserta maupun Dokter yang merawat
    memberikan diagnosa dan/atau informasi lainnya yang tidak sesuai dengan
    kondisi yang dialami/penyakitnya dan kemudian menggantinya setelah terjadi
    penolakan klaim, maka Allianz berhak untuk menolak klaim tersebut.

Apabila peserta mendapat perlindungan asuransi lain maka harus dilengkapi dengan pernyataan asuransi tersebut terhadap jumlah yang telah dibayar disertakan dengan salinan dokumen lengkap yang telah dilegalisir.



Penting !!!
Anda dapat memperoleh formulir klaim pada halaman Download Formulir Klaim
Semua persyaratan klaim “Reimbursement” harus dipenuhi dan dilengkapi dengan baik. Bila dokumen tidak lengkap, maka proses klaim tidak bisa dilakukan. PASTIKAN bahwa Peserta memenuhi semua persyaratan dengan cepat dan tepat, agar klaim dapat diproses sesuai dengan waktunya.


-------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk lebih jelas, Anda dapat mengunduh persyaratan pengajuan klaim individu pada link terlampir :
Persyaratan pengajuan klaim individu (PDF, Bahasa, 130kb)

Rabu, 13 Maret 2013

Unitlink, Bikin Untung atau Buntung?


REPUBLIKA.CO.ID, Untuk Anda yang berminat melakukan investasi, boleh jadi sudah pernah mendengar istilah unitlink. Dengan berbagai tawaran menarik di dalamnya, produk investasi ini juga ternyata mendapat respons yang cukup hangat dari pasar.
Namun, sebenarnya apakah unitlink itu? "Unitlink adalah jenis asuransi yang mengombinasikan asuransi permanen (whole life) dengan produk investasi," ujar Aidil Akbar Madjid, yang kini menjabat sebagai ketua umum pertama dari Independent Financial Planner Club (IFPC).

Yang menarik, belakangan ini unitlink selalu menjadi topik perdebatan yang sengit antara perencana keuangan independen dan mereka yang memasarkannya. Sebetulnya, apa akar masalahnya? "Ketidaktransparanan informasi produk inilah yang menjadi pencetusnya," kata pria yang biasa disapa Akbar ini, yang juga penulis buku Shocking Unitlink.
Nasabah, kata Akbar, tak dapat melacak ke mana dananya diinvestasikan dan biaya apa saja yang harus dikeluarkan menyusul pilihan investasi tersebut. Inilah yang membedakan unitlink dengan reksadana. "Produk unitlink juga tidak memberikan keleluasaan kepada nasabah untuk menghentikan investasinya ketika mengalami kesulitan finansial," papar dia

Sebaliknya, dengan mengambil asuransi dan investasi secara terpisah, nasabah akan sangat leluasa menentukan keputusan keuangannya. Mereka bisa mengurangi atau bahkan menyetop investasinya tanpa khawatir kehilangan perlindungan dari asuransinya. Di Amerika Serikat, perusahaan asuransi bekerja sama dengan reksadana. Ada juga yang membuat produk khusus yang mirip reksadana.

Di Indonesia, unitlink tidak memilih reksadana secara langsung. Akan tetapi, dibuatkan produk yang menyamai. Namun, hasil investasinya sangat jomplang dengan reksadana. "Setelah mengkaji unitlink untuk pasar Indonesia, saya sampai pada kesimpulan, produk ini hanya cocok untuk konsumen yang mempunyai masalah dengan pajak atau membayar pajak yang tinggi," ucap Akbar.

Bagaimana dengan proteksi yang diberikan dari asuransi jiwa pada unitlink? Dia mengutarakan, unitlink menawarkan uang pertanggungan atau santunan kematian sekitar Rp 50 juta hingga Rp 250 juta. "Masalahnya, apakah ahli waris Anda bisa bertahan hidup sampai anak-anak Anda dewasa dan mandiri dengan uang sebesar itu?" tanya Akbar retoris.

Jumlah tersebut, lanjut Aidil, tidak mencukupi kebutuhan keluarga yang ditinggalkan pemilik polis. Padahal, tujuan utama memiliki asuransi jiwa adalah demi kelangsungan hidup keluarga ketika maut menjemput pencari nafkah. "Untuk Anda ketahui, sesuai standar Perencana Keuangan Internasional yang profesional, ada cara menghitung yang benar sesuai dengan kebutuhan nasabah hingga tak ada yang dirugikan."

Sepintas, unitlink seolah menawarkan kemudahan bagi nasabah. Di lain sisi, ada berlembar-lembar ketentuan yang disodorkan perusahaan asuransi sebelum seseorang menjadi nasabah. "Kerap kali orang malas membacanya dan asal teken," kata pria yang mengasuh rubrik perencanaan keuangan di sejumlah TV, radio, dan media cetak.

Sementara itu, di luar ketentuan yang tertera, nasabah sering kali tidak mengetahui biaya terkait unitlink yang dibelinya. Jumlah biaya itu signifikan terhadap dana yang ditempatkan di unitlink. "Seperti biaya polis, asuransi, akusisi, biaya administrasi, dan lain-lain," papar Akbar.

Tips Mempermudah Anda Mengajukan Klaim Asuransi Jiwa


Saya sering ditanya oleh nasabah saya, bagaimana proses klaim asuransi jiwa (kematian) diperusahaan anda, susah atau gampang? sebenarnya ini adalah pertanyaan yang gampang – gampang susah untuk saya jawab, kenapa demikian? karena sebenarnya nasabah lah yang menentukan klaim tersebut menjadi gampang atau susah, lho koq?
Oke sebelum membahas bagaimana tips mempermudah anda mengajukan klaim asuransijiwa (kematian) kita perlu tahu apa saja hal yang perlu ditinjau oleh perusahaan asuransi terhadap klaim yang kita ajukan, secara umum perusahaan akan melihat dari lamanya kontrak polis sampai terjadinya resiko kematian, yaitu:
  1. Contestable period atau polis masih dalam masa pecobaan. Apabila klaim diajukan dan polis masih belum melewati masa 2 (dua) tahun, maka masih akan dilakukan penelusuran lebih lanjut.
  2. Non Contestable period atau polis sudah tidak lagi dalam masa percobaan polis. Untuk polis yang sudah berusia lebih dari 2 (dua) tahun, setelah seluruh dokumen (lengkap) diterima, maka klaim akan langsung dibayarkan tanpa melalui penelusuran lebih lanjut.
Untuk klaim-klaim yang masih memerlukan penelusuran lebih lanjut, dimohon kerjasama dan kesabaran dari pihak yang mengajukan klaim.
Berikut beberapa tips, untuk mempermudah kita mengajukan klaim Asuransi Jiwa, semoga membantu:
  1. Bagi anda yang ingin mengajukan klaim asuransi dapat langsung memperoleh formulir klaim di kantor asuransi terdekat atau melalui situs resmi perusahaan asuransi jiwa atau melalui agent anda.
  2. Setelah anda memperoleh formulir, isi formulir dengan data-data yang dibutuhkan. Pastikan data-data anda lengkap demi kelancaran proses klaim anda. Formulir Surat Keterangan Dokter wajib diisi oleh dokter atau pihak yang merawat Tertanggung
  3. Setelah itu kembalikan formulir dan seluruh dokumen yang dipersyaratkan ke kantor pusat atau cabang perusahaan asuransi jiwa terdekat, pengiriman dapat dilakukan melalui pos, agent atau antar langsung, ingat selalu minta tanda terima dari pegawai yang bertugas menerima dokumen, jika dikirim via pos sebaiknya resi pengiriman disimpan dan setelah 2 hari kemudian difollow up kepada perusahaan untuk menanyakan apakah kiriman sudah diterima dengan lengkap, catat nama dan tanggal konfrirmasi.
  4. Biasanya setelah dokumen lengkap Departement Claim akan mulai memproses semua permohonan pengajuan klaim, untuk permohonan klaim asuransi biasanya memakan waktu 3 – 14 hari kerja tergantung kebijakan masing-masing perusahaan. Waktu pemrosesan bisa memakan waktu lebih jika memerlukan penelusuran lebih lanjut.
  5. Setelah permohonan disetujui, maka dana klaim anda akan di transfer kepada rekening yang bersangkutan biasanya ahli waris yang ditunjuk oleh almarhum tertanggung, kecuali ada surat kuasa tertentu dari ahli waris yang menyatakan lain.
1 (satu) lagi tips penting untuk anda yang baru ingin membeli asuransi jiwa : Sebelum menandatangani Surat Permintaan Asuransi Jiwa sebaiknya anda membaca dengan teliti dan seksama seluruh isian dalam  Surat Permintaan Asuransi Jiwa apakah sudah lengkap dan benar sesuai dengan fakta yang ada. Kelengkapan dan kebenaran jawaban dalam SPA akan juga berperan dalam keputusan yang akan diambil atas klaim yang diajukan serta menentukan cepat atau lambatnya proses klaim.

Cara Klaim Asuransi


“Asuransi itu mudah masuknya, namun klaimnya susah”, “Sudah bayar premi lebih dua tahun, begitu klaim gak dibayar” , atau ” Wah, saya mo klaim, tapi dipersulit, dioper sana sini”. Mungkin itulah sebagian kecil yang ada dibenak Anda, sehingga Anda tidak mau mengambil sebuah Polis Asuransi.
Sebenarnya Klaim merupakan hak yang diterima oleh setiap nasabah Asuransi. Dan pastinya Perusahaan Asuransi akan membayarkan Klaim, ketika kewajiban dari nasabah terpenuhi. Mari, kita simak Mekanisme Pengajuan Klaim, agar Klaim Anda pasti dibayar. Dan tentunya Anda yang masih antipati / menolak Asuransi jadi terbuka pikirannya, sehingga segera memiliki polis Asuransi.
Tujuan dari klaim adalah untuk memberikan manfaat yang sesuai dengan ketentuan dalam Polis Anda. Agar klaim dapat diproses dan terbayar, perhatikan berbagai ketentuan penting mengenai pengajuan klaim.
Sebelum mengajukan klaim, pastikan Anda memiliki manfaat yang sesuai dengan yang tercatat di Polis Anda. Contoh : Anda hanya memiliki Asuransi Jiwa saja, maka secara otomatis kalau Anda mengajukan klaim rawat inap, pastinya perusahaan asuransi gak akan membayarkan klaimnya. Jadi teliti kembali manfaat asuransi yang sudah Anda ambil, Pastikan Anda memiliki manfaat asuransi yang akan Anda klaim.
Anda harus memastikan juga, bahwa Polis Anda masih berada dalam keadaan Inforce / berlaku / aktif. Jadi agar Polis Anda senantiasa dalam keadaan Inforce, pastikan Anda melakukan pembayaran / transaksi secara rutin (terutama di dua tahun pertama, jangan sampai ada yang bolong).
Pastikan juga, Polis Anda tidak dalam masa tunggu. Maksudnya masa tunggu adalah masa mulai berlakunya perlindungan asuransi Anda. Contoh : untuk perlindungan rawat inap yang disebabkan karena sakit, seperti : diare, demam berdarah, infeksi saluran kencing, typhus, dll. Masa tunggunya adalah 30 hari sejak diterima sebagai nasabah Asuransi. Ingat juga bahwa syarat untuk klaim biasanya harus menjalani rawat inap, bisa minimal 1 x 24 jam atau 2 x 24 jam.
Untuk Anda yang menggunakan kartu, segera Telpon ke Nomor yang tertera dalam kartu, agar Prosesnya lebih cepat, atau segera hubungi Agen Asuransi Anda. Pasti akan membantunya.
Jika Polis Anda sudah pernah lapse, pastikan pada saat mengajukan klaim, polis Anda tidak berada dalam masa tunggu maupun mengalami pengecualian-pengecualian tertentu.
Pastikan juga, klaim yang Anda ajukan bukan pengecualian yang tertera dalam Polis. Contoh : Anda sudah pernah menjalani operasi batu ginjal, nah ketika Anda mengajukan sebuah polis, Anda disuruh medical. Dan ternyata hasil medicalnya kurang bagus, sehingga untuk sakit karena batu ginjal tidak dicover. Jadi kalau Anda mengajukan klaim karena batu ginjal, otomatis perusahaan asuransi tidak akan membayarnya.
Nah, setelah ketentuan di atas terpenuhi, klaim yang Anda ajukan WAJIB DILENGKAPI dengan semua persyaratan dan dokumen pelengkap yang dibutuhkan.
Jadi sebelum klaim diajukan, periksalah kembali kriteria klaim yang akan diajukan atau hubungi Agen Anda untuk membantunya. Setelah memastikan hal diatas sesuai , maka segera mungkin untuk melakukan klaim (penyerahan klaim), karena akan mempercepat proses klaimnya.
Berikut Tahapan Umum Pemrosesan Klaim :
1) Formulir Klaim diisi oleh Tertanggung / Peserta / Pemegang Polis / Ahli Waris (untuk klaim meninggal) , dengan menyertakan surat keterangan dari dokter.
2) Tertanggung / Peserta / Pemegang Polis / Ahli Waris menyerahkan dokumen peninjung klaim kepada perusahaan asuransi, seperti : kuitansi, hasil rekam medis, hasil laboratorium, laporan kepolisian (jika klaim atas kecelakaan) , dan dokumen yang diperlukan lainnya.
3) Cantumkan Nomor Polis dan Nomor Rekening Anda dengan Benar, dan Tandatangani Pengajuan Klaim sesuai tanda tangan yang ada didalam Polis, sertakan identitas diri juga (FC KTP / SIM / Paspor). Jadi Pastikan Anda telah mencantumkan Nomor Polis dan Nomor Rekening Pemegang Polis yang jelas, lengkap dan benar.
4) Perusahaan Asuransi akan melakukan proses validasi terhadap dokumen pelengkap dan verifikasi kepada Pemegang Polis / Tertanggung / Ahli Waris dan Dokter atau rumah sakit bila diperlukan.
5) Apabila hasil validasi dan verifikasi oleh perusahaan asuransi sudah sesuai dengan ketentuan, maka pembayaran klaim akan diproses oleh bagian klaim.
6) Manfaat asuransi akan dibayarkan / ditransfer kepada Pemegang Polis /  Tertanggung / Peserta / Ahli Waris.
Dengan melihat ketentuan diatas , klaim bukan lagi masalah yang rumit, klaim adalah masalah mudah. Perusahaan Asuransi akan membayar Klaim Anda. So, pastikan Anda memiliki Polis Asuransi sebagai tanda dan cinta kepada keluarga, Istri , Suami, dan Buah hati Anda. Dan pastikan Anda memilih AGEN ASURANSI yang Tepat, disamping Perusahaan yang Tepat.

Jumat, 08 Maret 2013

Panduan Mudah Membeli Asuransi Jiwa Bagi Pemula


Sebagian besar dari Anda yang telah berkeluarga dan berpenghasilan memadai untuk menopang sebuah gaya hidup yang stabil pasti pernah terlintas memikirkan asuransi. Sebagian dari Anda bahkan sudah memilikinya, entah karena ada teman atau keluarga yang “kebetulan” menjadi agen asuransi atau karena inisiatif sendiri. Sebagian lainnya mungkin masih menunda-nunda karena berbagai alasan. Salah satu alasannya biasanya karena Anda masih bingung produk asuransi apa yang paling cocok, paling murah dan paling dapat dipercaya. Bagi kebanyakan orang, menentukan pilihan dari sekian banyak produk asuransi yang ditawarkan oleh banyak perusahaan asuransi memang sangat sulit.
asuransi Anda besar. Anak-anak masih membutuhkan waktu yang lama untuk menjadi mandiri. Artinya, beban istri Anda akan sangat berat bila tiba-tiba harus Anda tinggalkan. Di sisi lain, karena Anda masih muda, kesehatan Anda prima dan Anda merasa tidak akan meninggal dunia dalam waktu dekat, kecuali–nauzubillah–karena kecelakaan. Dalam situasi ini, belilah asuransi berjangka. Misalnya, Anda bisa membeli produk YRT/ekawarsa (Yearly Renewable Term) yang dapat diperpanjang otomatis setiap tahun dengan premi sedikit lebih mahal. Ini adalah asuransi termurah yang memberikan perlindungan terbesar. Hanya dengan premi ratusan ribu per tahun, Anda dapat membeli perlindungan asuransi senilai ratusan juta rupiah. Asuransi ini biasanya tidak aktif dijual oleh agen asuransi karena memberikan komisi yang sangat kecil. Perusahaan asuransi juga tidak terlalu memerlukan agen untuk menyalurkannya karena produknya sederhana. Semua orang dapat dengan mudah memahaminya melalui brosur, website atau penjelasan lewat telepon. Kunjungi atau telepon langsung kantor perusahaan asuransi untuk membeli produk ini. Anda dapat membandingkan produk dari beberapa perusahaan asuransi untuk mendapatkan harga terbaik.
Namun, karena asuransi berjangka adalah asuransi murni, uang yang Anda bayarkan sebagai premi “hangus”. Uang Anda “hilang” bila tidak terjadi apa-apa dengan Anda sampai akhir masa pertanggungan. Bila Anda tidak suka dengan gagasan ini, Anda bisa memilih asuransi berjangka yang mengembalikan uang premi Anda secara utuh di akhir masa pertanggungan jika tidak terjadi apa-apa dengan Anda. Tentu saja, premi yang harus Anda bayarkan akan jauh lebih mahal. (Sebenarnya, Anda membayar biaya asuransi melalui bunga/imbal balik investasi premi tersebut. Karena itu, pokoknya harus besar agar bunganya cukup untuk menutupi biaya asuransi.) Pertimbangkan untuk mengeluarkan premi tahunan sedikit lebih mahal, misalnya dalam Level Term 20 tahun, namun di akhir tahun ke-20 semua premi yang Anda bayarkan akan dikembalikan secara utuh bila Anda masih hidup.
Seiring waktu, bila Anda sudah mulai mapan secara keuangan, Anda bisa mempertimbangkan untuk membeli satu atau beberapa polis lagi. Kali ini adalah produk asuransi permanen yang menjamin Anda seumur hidup. Bila polis asuransi berjangka adalah untuk perlindungan jangka pendek, polis seumur hidup Anda untuk perlindungan masa tua. Dengan membeli asuransi seumur hidup di usia muda, Anda tidak akan kesulitan mendapatkan perlindungan di usia tua, ketika usia dan kesehatan Anda sudah menyulitkan untuk mendapatkan pertanggungan asuransi. Setelah itu, bila Anda ingin menabung untuk pendidikan anak, Anda dapat membeli asuransi pendidikanatau lainnya.
Membeli polis asuransi seumur hidup harus lebih didahulukan dibandingkan membeli polis asuransi pendidikan dan lainnya yang perlindungannya bersifat temporer. Sebagai bentuk asuransi dwiguna, perlindungan jiwa pada asuransi pendidikan berhenti ketika manfaat jatuh tempo sudah dibayarkan semua.

10 Tips Membeli Asuransi


Membeli asuransi jiwa bisa sangat membingungkan namun juga melegakan bila Anda telah menyelesaikan prosesnya. Perasaan lega ini khas, tidak Anda rasakan ketika membeli produk lain. Akhirnya, Anda bisa melakukan sesuatu yang bertanggung jawab untuk keluarga Anda!
Photo by: Think Panama
Membeli asuransi jiwa muncul dari rasa tanggung jawab. Orang egois tidak akan membeli asuransi jiwa, yang manfaatnya tidak akan dia nikmati. Seseorang bisa bertahun-tahun dengan rajin membayar premi asuransi jiwa, demi sebuah jaminan keuanganyang akan dia wariskan bagi keluarganya. Dia tidak akan hadir untuk menyaksikan bagaimana buah tindakannya dinikmati orang-orang yang dicintainya.
Karena membeli asuransi jiwa adalah salah satu komitmen keuangan jangka panjang terpenting yang pernah Anda lakukan, sebaiknya Anda cermat dalam membeli. Bersikap cermat sebagai konsumen akan menghindari banyak penyesalan yang mungkin terjadi kemudian. Berikut adalah beberapa tips yang perlu Anda lakukan ketika membeli asuransi jiwa.
Saat akan membeli polis asuransi:
  • Tanyakan apa saja yang dijamin oleh polis dan apa yang tidak. Hal ini mencakup berapa premi yang harus dibayar, apa saja manfaat yang diterima, bagaimana dan kapan manfaat diterima, pertanggungan tambahan apa saja yang dapat diambil, risiko apa saja yang dikecualikan, dll.
  • Ketahui pengalaman dan kualifikasi agen asuransi Anda. Tanyakan berapa lama dia sudah bekerja sebagaiagen asuransi dan apa kualifikasinya. Lebih dari 75% agen asuransi tidak bertahan sampai tahun ke-2, bila dia baru bekerja kurang dari 2 tahun, Anda harus siap melihatnya pergi. Setiap agen harus berlisensi agar dapat menjual asuransi. Lisensi menjamin bahwa agen tunduk pada kode etik profesi dan menguasai produk yang dijualnya. Asuransi adalah produk keuangan yang kompleks, tidak semua orang dapat memahaminya tanpa pendidikan yang cukup.
  • Ketahui reputasi perusahaan asuransi yang menjual produk. Bila perusahaan yang mengeluarkan produk asuransi yang akan Anda beli bukan salah satu nama yang dikenal luas (perusahaan multinasional atau nasional besar), tanyakan reputasinya. Anda harus ekstra hati-hati bila membeli dari perusahaan asuransi yang reputasinya belum teruji.
  • Bandingkan produk yang ditawarkan dengan produk sejenis dari pesaing. Membandingkan produk asuransi berjangka jauh lebih mudah dibandingkan produk asuransi permanen. Pada asuransi berjangka, dengan masa polis dan uang pertanggungan yang sama, premi dapat diperbandingkan dengan mudah. Selain itu, tanyakan apakah ada garansi perpanjangan otomatis atau konversi ke polis permanen? Berapa premi yang dikenakan dalam 10, 20 atau 30 tahun dari sekarang? Apakah ada jaminan pengembalian premi? Membandingkan produk asuransi permanen lebih sulit karena variasinya sangat banyak. Anda harus memahami konsep dasar dan istilah-istilah asuransi yang digunakan untuk dapat menganalisis plus-minus dari setiap produk.
  • Pelajari ilustrasi polis. Tanyakan asumsi-asumsi yang dipakai dalam pembuatan ilustrasi polis, seperti: Berapa tingkat suku bunga atau pengembalian investasi yang digunakan? Apakah ada jaminan minimal tingkat pengembalian? Apakah premi dijamin tetap? Bila premi dapat naik, kondisi apa yang menyebabkannya?
Saat menerima polis asuransi:
  • Ketika agen asuransi menyerahkan polis asuransi Anda, periksa dan bacalah dengan seksama. Anda bisa meminta waktu untuk mempelajarinya di rumah sebelum menandatangani. Kebanyakan perusahaan asuransi menyediakan periode “cool off” atau “free look” di mana Anda dapat membatalkan polis dan mendapatkan pengembalian premi dalam waktu 10 atau 14 hari setelah penyerahan polis. Bila ada bagian polis yang tidak Anda pahami tanyakan pada agen Anda apa maksudnya. Polis asuransi ditulis dalam bahasa hukum yang berbelit dan sulit dipahami. Bila Anda masih belum yakin dengan maksudnya, mintalah agen atau perusahaan asuransi memberikan jawaban secara tertulis. Dengan mendokumentasikannya, Anda akan merasa tenang karena memiliki bukti bila sewaktu-waktu mendapatkan perlakuan yang berbeda dengan kata-kata dalam polis.
  • Ketahui masa awal dan masa akhir polis, jumlah dan tanggal jatuh tempo premi, masa tenggang (grace period), dan masa pemulihan polis (reinstatement period). Bila polis Anda adalah asuransi berjangka, pelajari apakah ada klausul perubahan (conversion) di mana Anda dapat mengubahnya menjadi polis permanen tanpa bukti insurabilitas tambahan. Bila ada, ketahui sampai kapan dapat diberlakukan dan apa saja syaratnya.
  • Bila Anda membeli polis asuransi seumur hidup, pelajari klausul mengenai utang polis. Ketahui berapa lama jangka waktu pinjaman dan tingkat suku bunga yang dikenakan.
  • Pelajari ketentuan mengenai perubahan plan. Banyak polis asuransi yang memungkinkan Anda mengganti ke plan (program) asuransi lain yang berpremi lebih besar. Anda mungkin membutuhkannya bila kebutuhan asuransi Anda berubah atau perusahaan asuransi Anda mengeluarkan produk baru yang lebih sesuai kebutuhan Anda. Bila polis Anda tidak mengatur dengan jelas mengenai hal ini, tanyakan pada agen/perusahaan asuransi dan minta penjelasan secara tertulis.
  • Akhirnya, pelajari ketentuan mengenai klaim. Ketahui siapa yang harus dihubungi bila terjadi klaim, apa saja persyaratan yang harus dilengkapi, berapa lama perusahaan asuransi harus memproses klaim Anda.

Mengenal Asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident )


Asuransi kecelakaan diri (personal accident) adalah jenis asuransi yang cukup populer. Iklan produk asuransi ini banyak kita lihat di surat kabar, internet, bahkan televisi. Kesederhanaan fiturnya membuat asuransi ini dapat didistribusikan secara langsung tanpa melalui agen atau profesional keuangan lainnya.
Anda bisa mendapatkan asuransi kecelakaan sebagai polis yang berdiri sendiri atau sebagai produk tambahan dari polis asuransi utama. Ragam dan cakupan manfaat asuransi kecelakaan sangat bervariasi antar perusahaan. Kini bahkan ada produk asuransi kecelakaan diri yang memberikan perlindungan tambahan dari penyakit demam berdarah!

1. Santunan kematian akibat kecelakaan (accidental death)
Jika Anda meninggal karena kecelakaan apa pun, maka ahli waris Anda akan menerima santunan sejumlah uang tertentu. Asuransi ini seperti asuransi jiwaberjangka/eka waktu namun hanya mencakup perlindungan kematian akibat kecelakaan. Kematian akibat penyakit tidak dijamin.
Karena kemungkinan meninggal akibat kecelakaan jauh lebih kecil dibandingkan meninggal akibat penyakit, tarif premi untuk perlindungan ini sangat murah. Jika Anda memiliki kesehatan yang prima, Anda dapat berhemat banyak denganmembeli polis kematian karena kecelakaan.
2. Santunan tunai
Asuransi kecelakaan dapat membayarkan sejumlah uang tunai (lumpsum) jika Anda mengalami cacat permanen akibat kecelakaan. Untuk memastikan bahwa Anda mengalami kecacatan permanen, biasanya diperlukan pernyataan dokter setelah masa tangguh.
Definisi cacat berbeda-beda antar polis. Ada polis yang membayarkan santunan ketika Anda mengalami kehilangan fungsi anggota badan (disability). Polis lain hanya akan membayar bila Anda kehilangan anggota badan (dismemberment). Bila merupakan manfaat tambahan dari asuransi kematian akibat kecelakaan, besarnya santunan biasanya dinyatakan dalam persentase santunan kematian. Misalnya, bila Anda kehilangan ibu jari dan jari telunjuk pada tangan yang sama, Anda akan mendapatkan 25 persen dari santunan kematian.
3. Tunjangan kecacatan
Jika Anda cacat atau ketidakmampuan sementara sehingga tidak bisa bekerja lagi, asuransi kecelakaan diri dapat memberi Anda tunjangan hidup bulanan dalam jumlah tertentu hingga Anda pulih atau sampai maksimal tertentu.
4. Jaminan kesehatan
Asuransi kecelakaan diri dapat memberikan biaya untuk evakuasi medis, perawatan kesehatan, dan rehabilitasi medis akibat kecelakaan sampai batas maksimal tertentu.

3 Manfaat Umum Asuransi Jiwa


Tidak semua orang membutuhkan asuransi jiwa. Secara umum, Anda hanya memerlukan asuransi jiwa jika Anda memiliki tanggungan atau komitmen. Jika seseorang akan menderita secara finansial ketika Anda meninggal, Anda perlu asuransi jiwa. Asuransi jiwa akan memberikan uang tunai (santunan) kepada keluarga dan pihak-pihak yang tergantung secara finansial pada Anda. Berikut adalah 3 manfaat umum asuransi jiwa:

1. Mempertahankan kesejahteraan keluarga


Kebanyakan keluarga memerlukan asuransi jiwa. Untuk mengetahui apakah keluarga Anda membutuhkan asuransijiwa, Anda perlu memikirkan skenario terburuk. Jika Anda mati besok, bagaimana orang-orang yang Anda cintai akan membiayai kehidupan sehari-hari mereka dan masa depan mereka? Bagaimana mereka harus membayar biaya pemakaman, tagihan rumah sakit, hutang-hutang Anda, dll? Bagaimana mereka akan mendapatkan uang untuk biaya sandang, pangan, papan, sekolah, transportasi, kesehatan, dll? Tanpa kehadiran Anda, apakah anak-anak Anda akan dapat bersekolah sampai perguruan tinggi dan pasangan Anda dapat menikmati hari tua dengan nyaman seperti gaya hidup sekarang yang telah dengan susah payah Anda capai? Setiap kematian pemberi nafkah keluarga menimbulkan goncangan emosional dan kegalauan. Alangkah baiknya bila hal itu tidak diperparah dengan kesulitan keuangan. Di sinilah peran asuransi jiwa dalam memproteksi keuangan keluarga. Setelah mencapai usia pensiun, kebutuhan asuransi jiwa Anda berkurang. Anak-anak Anda kemungkinan besar sudah mandiri secara finansial dan Anda memiliki cukup tabungan, dana pensiun dan investasi. Salah satu alasan para lanjut usia tetap melanjutkan polis asuransi jiwa adalah untuk memberikan uang tambahan bagi pasangannya untuk menutupi pengeluaran tak terduga perawatan medis dan perawatan jangka panjang di kemudian hari. Beberapa lansia memiliki polis asuransi jiwa untuk membayar “biaya akhir kehidupan” seperti biaya pemakaman dan pengurusan harta waris.

2. Menjaga kelangsungan bisnis

Selain menjamin keuangan keluarga, asuransi jiwa juga dapat melindungi bisnis Anda. Katakanlah Anda seorang mitra dalam sebuah usaha kecil di mana keberhasilan bisnisnya sangat bergantung pada kemampuan Anda untuk mendapatkan pelanggan dan uang. Apa yang akan terjadi pada bisnis Anda jika Anda meninggal dunia besok?  Anda dapat membeli polis asuransi jiwa yang dirancang untuk mendanai kesepakatan jual-beli saham. Bila Anda meninggal dunia, mitra bisnis Anda yang masih hidup akan memiliki dana untuk membeli saham milik Anda dengan harga yang disepakati. Keluarga Anda akan mendapatkan penggantian yang layak dan mitra Anda dengan kepemilikan saham lebih besar dapat menjual sebagian saham ke pihak lain yang dapat membantu meneruskan bisnis. Uang santunan juga dapat membantu bisnis tetap bertahan sementara mitra Anda belajar untuk mengelolanya tanpa kehadiran Anda.

3. Membayar biaya tertentu

Alasan lain untuk membeli asuransi jiwa adalah untuk membayar biaya tertentu. Jika Anda mencicil rumah, yang biasanya melalui program KPR dengan tenor hingga 15 tahun, hidup Anda sebagai kreditur akan diasuransikan oleh bank. Nilai pertanggungannya mengalami penurunan sesuai dengan saldo kredit Anda. Jika Anda meninggal sebelum kredit dilunasi, keluarga Anda tidak perlu membayar saldo yang terutang. Bank akan menagihkan ke perusahaan asuransi. Demikian halnya bila Anda mencicil kendaraan di bank atau lembaga pembiayaan.
Selain itu, Anda dapat membeli asuransi jiwa untuk tujuan keuangan tertentu, misalnya menyediakan dana pendidikan anak-anak atau tabungan hari tua. Asuransi jiwa jenis ini memiliki unsur tabungan di dalamnya. Perbedaan utamanya dengan tabungan adalah dalam hal disiplin pembayaran premi, jatuh tempo pencairan dana dan proteksi asuransinya. Bila Anda sebagai penabung meninggal dunia sebelum dana yang direncanakan terkumpul, perusahaan asuransi akan menutupi kekurangannya dan membebaskan keluarga Anda dari pembayaran premi.
Nah, sekarang Anda memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat asuransi jiwa. Jika Anda menyadari adanya kebutuhan untuk memiliki asuransi jiwa, bersegeralah untuk membelinya. Jangan menunda. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok. Selain itu, semakin muda Anda ketika mengajukan asuransi, semakin rendah biayanya dan semakin mudah untuk mendapatkan persetujuan.

Termasuk tipe investor yang manakah Anda ?


Orientasi investasi keuangan setiap orang berbeda-beda. Hal ini bergantung pada kondisi ekonomi dan tingkat pemahaman serta pengetahuan seseorang terhadap masalah-masalah yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan. Perbedaan ini akan berpengaruh kepada keputusan seseorang dalam memilih jenis investasi yang akan ia gunakan untuk mengelola kelebihan dana yang dimilikinya.

Secara umum orang yang berinvestasi (investor) ada 3 tipe yaitu:

1. Konservatif : Sangat takut / tidak berani menghadapi resiko investasi

2. Moderat : Bersikap berhati-hati ketika melakukan investasi dan cenderung tidak berani mengambil resiko

3. Agresif: Disebut juga dengan Risk Taker. Tipe ini sangat berani menghadapi resiko. Risk Taker merasa tidak nyaman apabila berinvestasi pada jenis investasi yang memberikan hasil (return) kecil. Ia sangat percaya bahwa berinvestasi pada instrumen yang beresiko tinggi berarti ia berpotensi mendapatkan hasil yang tinggi (high risk – high return)

Tipe Konservatif akan memilih jenis investasi berpendapatan tetap misalnya deposito, pasar uang, reksadana pendapatan tetap dan obligasi.

Tipe Moderat akan menempatkan dananya pada jenis investasi pasar modal (ekuitas), reksadana campuran dan jenis investasi berpendapatan tetap dan dan sebagian kecil saham.

Tipe Agresif akan menempatkan dananya pada jenis investasi dominan ke saham (ekuitas)
Termasuk yang manakah Anda ?

PILIHLAH INVESTASI YANG TEPAT DAN BISA DIWARISKAN KE BUAH HATI ANDA.
ONLY ONE INVESTMENT SOLUTIONS THAT CAN MAKE YOUR LIFE EASIER

Asuransi Jiwa : Apa Betul Bukan Untuk Setiap Orang?


Isu mengenai apakah setiap orang wajib memiliki proteksi/asuransi jiwa boleh dikatakan sebagai isu yang agak “kontroversial”. Sebagian Financial Planner/Perencana Keuangan (dan hampir semua agen penjual asuransi jiwa) akan mengatakan bahwa setiap orang wajib memiliki asuransi jiwa. Di lain sisi, ada beberapa Financial Planner lainnya yang berpendapat bahwa asuransi jiwa bukanlah sesuatu yang wajib dimiliki oleh setiap orang. 

Setiap kali kita membeli produk apapun, kita harus selalu mempertimbangkan apa manfaat yang diberikan oleh produk itu, dan apakah kita benar-benar membutuhkan manfaat yang diberikan oleh produk itu. Sebagai ilustrasi, kita lihat mobil misalnya. Meskipun setiap orang membutuhkan alat transportasi, tentunya tidak berarti bahwa setiap orang harus membeli mobil (bahkan jika mereka mampu membelinya). Dengan mempertimbangkan biaya kepemilikan mobil (biaya servis berkala, STNK, BBM, dll), seorang ibu rumah tangga yang aktifitas sehari-harinya tidak untuk berpergian jauh, mungkin akan lebih cocok (dari sudut ekonomi) dengan alat transportasi lainnya (ojek, taksi, dan lain-lain).

Demikian juga halnya jika kita ingin membeli asuransi jiwa. Satu hal yang harus kita ingat yaitu bahwa  manfaat  utama asuransi  jiwa adalah untuk  memberikan  perlindungan kepada “dependen” (orang-orang yang bergantung kepada kita) jika kita meninggal. Jika kita tidak membutuhkan manfaat yang ditawarkan oleh asuransi jiwa, tentunya kita harus berpikir dua kali sebelum kita membeli asuransi jiwa itu.
Lalu siapa saja “orang-orang” yang tidak membutuhkan manfaat asuransi jiwa? Jika kita lihat kembali manfaat utama dari asuransi jiwa, jawaban termudah yang terpikirkan adalah“orang- orang yang tidak memiliki dependen”.
Contoh pertama untuk “golongan” ini adalah anak-anak. Suatu “fenomena” yang kita sering lihat di kehidupan sehari-hari, banyak orang yang membeli asuransi jiwa untuk seluruh anggota keluarganya, termasuk atas nama anak-anaknya yang masih kecil. Jika kita lihat berdasarkan manfaat utama asuransi jiwa, membeli asuransi jiwa atas nama anak-anak kita yang masih kecil sebenarnya agak “aneh”, mengingat anak-anak kita itu tidak memiliki dependen. Akan lebih baik jika premi yang kita bayarkan atas nama anak-anak kita, kita pakai untuk menambah nilai pertanggungan asuransi atas nama kita. Jika nilai pertanggungan asuransi kita sudah cukup, maka alternatif lainnya yang bisa kita pertimbangkan adalah menginvestasikan uang itu.

Orang dewasa lajang/single tanpa tanggungan juga termasuk kategori orang-orang yang perlu berpikir dua kali sebelum membeli asuransi jiwa. Sebagai contoh, misalnya kita belum menikah, dan orang tua kita sudah wafat ataupun orang tua kita sudah mempunyai perencanaan keuangan yang baik (sehingga tidak bergantung kepada kita), maka tentunya manfaat dari membeli asuransi jiwa menjadi perlu dipertanyakan.

Mungkin ada baiknya saya ingatkan sekali bahwa yang saya bicarakan dalam post ini adalah asuransi jiwa dan bukan asuransi kesehatan. Dalam prakteknya, produk yang kerap kita temui di Indonesia adalah produk gabungan antara asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Untuk produk semacam ini, premi yang kita bayarkan sebenarnya adalah premi gabungan untuk kedua resiko itu, yaitu resiko untuk meninggal dan resiko untuk sakit. Tentu saja premi ini  akan “lebih mahal” daripada jika kita hanya meminta pertanggungan resiko sakit (tidak ada  yang “gratis” di dunia ini, termasuk juga di dunia asuransi).

Meskipun demikian, terlepas dari wajib atau tidaknya kita memiliki asuransi jiwa, memilih memiliki proteksi/asuransi jiwa tetaplah merupakan suatu produk perencanaan finansial keluarga yang baik dan boleh menjadi pertimbangan setiap orang.

Tips Memilih Asuransi

Saat ini telah banyak lembaga keuangan berlabelkan syariah, baik itu bank syariah, asuransi syariah, pegadaian syariah maupun lembaga pembiayaan syariah. Hal tersebut menandakan bahwa lembaga keuangan syariah memang dibutuhkan oleh masyarakat. Maraknya lembaga keuangan syariah adalah sesuatu yang wajar, mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim dan nilai-nilai universal yang ada dalam ekonomi syariah seperti keadilan bagi nasabah dapat diterima oleh semua kalangan termasuk non-muslim.

Dengan makin banyaknya asuransi syariah yang berdiri, tentunya pilihan (calon) nasabah menjadi semakin banyak, bukan hanya satu atau dua perusahaan yang menawarkan berbagai macam fitur produk, tapi bahkan puluhan perusahaan yang memiliki produk asuransi syariah.

Agar kita tidak salah memilih asuransi syariah, berikut beberapa tips yang perlu kita perhatikan:
1. Mengetahui Kebutuhan
Pemegang atau pembeli asuransi harus mengetahui asuransi apa yang menjadi kebutuhan. Kebutuhan dapat berupa Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan, Asuransi Kecelakaan, Asuransi Pendidikan atau asuransi yang sekaligus berfungsi untuk investasi (Link). Bila Anda ragu, mintalah pendapat saudara, rekan, atau agen penjual asuransi yang Anda percayai.

2. Memilih Perusahaan Pengelola Asuransi Syariah
Ketahui seberapa lama perusahaan tersebut telah menjalankan bisnis asuransi syariah. Semakin lama sebuah perusahaan berkecimpung dalam bisnis yang dijalaninya, tentunya bisa menggambarkan bagaimana kondisi perusahaan tersebut. Selain itu juga bagaimana pengalaman perusahaan tersebut dalam pembayaran klaim kepada nasabahnya, apa pernah perusahaan tersebut lalai dalam hal pembayaran klaim kepada nasabahnya.

3. Dewan Pengawas Syariah (DPS)
Semua lembaga keuangan syariah termasuk asuransi syariah mempunyai Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS beranggotakan orang-orang yang memahami ekonomi syariah. Keberadaan DPS akan menjamin bahwa semua produk asuransi dikelola dengan cara-cara yang dihalalkan secara syariah.

4. Kejelasan Akad Asuransi
Isi perjanjian memegang peranan penting menyangkut status premi polis asuransi. Bila akadnya asuransi syariah, tidak ada istilah “dana hangus” untuk asuransi jiwa, sehingga apabila nasabah karena sesuatu hal tidak memperpanjang preminya, maka seharusnya dana premi yang sudah disetor sebelumnya masih ada, walaupun jumlahnya tidak 100% lagi. Ini karena dana yang disetor nasabah telah dikurangi biaya-biaya administrasi saat mengurus polis asuransi.

5. Pelajari Ilustrasi yang Diberikan
Ilustrasi asuransi menggambarkan perkiraan berapa dana yang akan diperoleh calon nasabah untuk masa akhir periode perjanjian, berapa biaya pengelolaan yang di akuisisi atau diambil oleh perusahaan dari dana yang disetorkan untuk tahun awal, dan biaya-biaya lainnya harus jelas. Jika ilustrasi yang diberikan sangat tidak wajar, misal memberikan keuntungan (bagi hasil) sangat jauh di atas bagi hasil bank syariah pada umumnya, kita jangan langsung tergiur, namun kita harus menyikapinya dengan bijaksana. Perhatikan asumsi-asumsi yang tertera di lembar ilustrasi.

6. Sesuaikan Asuransi dengan Manfaatnya
Sebelum memilih program asuransi, baca dahulu manfaat dan fitur program asuransi yang hendak kita beli. Misalnya, manfaatnya hanya untuk resiko meninggal, maka kita tidak akan mendapatkan manfaat ketika kita hanya mengalami sakit atau luka-luka. Atau sebaliknya, yang kita beli adalah produk asuransi kecelakaan saja, maka kita tidak akan mendapatkan manfaat ketika kita terkena penyakit tertentu.

7. Tarif Premi
Tarif premi yang cukup kompetitif (wajar) dalam arti bukan murahan, bisa dijadikan patokan dalam memilih perusahaan asuransi yang akan kita pilih, Namun ini bukan yang utama, karena bisa jadi dengan premi yang terlalu murah, perusahaan ingin mengeruk dana sebesar-besarnya, sedangkan manfaat asuransi yang diberikan sudah dipersempit. Misal asuransi mobil hanya dengan rate 1,00% belum tentu akan cukup untuk menutup biaya operasional perusahaan, apalagi untuk bayar klaim.

8. Memilih Agen Penjual
Pilihlah agen penjual asuransi yang Anda percayai bisa memberikan penjelasan produk secara benar dan lengkap. Agen penjual yang profesional memiliki nomor keanggotaan AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia). Mereka telah melalui tahapan ujian sebagai agen profesional dan terdaftar secara resmi. Sehingga apabila Anda kelak menghadapi masalah dengan polis Anda, keberadaan agen dapat diketahui dan perusahaan asuransi ikut bertanggung jawab. Ingat bahwa Anda membeli produk asuransi untuk jangka panjang. Pastikan pelayanan yang akan Anda dapatkan adalah yang terbaik.

Senin, 04 Maret 2013

TAHU Kenapa Asuransi itu Penting?

Asuransi pada dasarnya adalah kebutuhan yang penting dan seharusnya dipenuhi oleh setiap individu yang sudah mempunyai penghasilan. Karena didalam individu tersebut mempunyai nilai ekonomis yang sangat besar, sehingga asuransi / asuransi syariah inilah yang bertugas untuk melindungi nilai ekonomis seseorang.

Dalam roda kehidupan ini, tanpa disadari banyak sekali ancaman dan bahaya yang mungkin terjadi. Ancaman dan bahaya tersebut biasa disebut dengan risiko kehidupan. Risiko kehidupan tersebut bisa berwujud sakit, sakit kritis, cacat tetap atau meninggal dunia. Namun demikian, banyak diantara Anda yang tidak peduli dengan adanya risiko kehidupan tersebut. Padahal ketika musibah datang menghantui Anda, yang kena dampaknya bukan hanya Anda tapi Anak dan Istri Anda. Anak dan Istri Anda akan dibuat kelimpungan jika Anda tidak peduli dengan resiko yang terjadi pada diri Anda.

Bagi Anda yang peduli pada diri sendiri dan keluarga, tentunya Anda akan berpikir,”Apa yang semestinya saya lakukan untuk memberikan rasa aman dan jaminan keamanan keuangan pada istri, anak, dan keluargaku“. Yang bisa Anda lakukan adalah membuka sebuah rekening Asuransi. Keuntungan yang bisa Anda dapatkan ketika membuka Rekening ini adalah :

1) Memastikan bahwa keluarga Anda memiliki dana yang cukup seandainya Anda harus pindah dunia secara tiba-tiba. Atau, keluarga Anda mendapatkan proteksi manakala Anda mengalami cacat tetap secara total akibat penyakit yang Anda derita sehingga Anda tidak dapat bekerja seperti sedia kala.

Tentu saja, kita tidak pernah mengharapkan terjadinya musibah ini. Kematian, kemalangan, tidak pernah bisa diprediksi kedatangannya. Kalaupun itu terjadi, ketika Anda sudah memproteksi diri dengan produk asuransi, lebih-lebih asuransi syariah, keluarga sebagai ahli waris akan mendapatkan perlindungan berharga terhadap risiko yang tak terduga dalam bentuk uang pertanggungan.

2) Memastikan bahwa keluarga Anda dapat mempertahankan standard kualitas hidup manakala Anda harus pindah dunia. Tanpa proteksi dari asuransi, kejadian tersebut mengakibatkan sumber penghasilan keluarga hilang sehingga standard kehidupan keluarga Anda selanjutnya mengalami penurunan. Bisa-bisa rumah atau kendaraan yang masih dalam masa kredit harus dilepas karena tidak bisa membayar kewajiban-kewajibannya.

Polis asuransi yang Anda miliki akan memberikan kompensasi finansial dalam bentuk uang pertanggungan dan manfaat asuransi lainnya bagi keluarga Anda sebagai ahli waris. Sudah tentu, kompensasi yang mereka dapatkan sesuai dengan program asuransi yang Anda miliki.

3) Mampu membiayai pendidikan anak-anak Anda. Saat ini, kebutuhan pendidikan dari waktu ke waktu mengalami peningkatan cukup signifikan. Ada banyak orang tua yang dipusingkan dengan besarnya biaya sekolah untuk anak-anak mereka yang mau masuk ke jenjang SD, SMP, SMU, atau Perguruan Tinggi.

Ketika Anda membayar premi, ibaratnya Anda menyicil sedikit demi sedikit untuk kebutuhan masa depan anak-anak Anda. Dengan demikian Anda telah membantu mewujudkan impian buah hati Anda.

4) Terpenuhinya kebutuhan Anda di hari tua / masa pensiun. Pada saat Anda masih masuk dalam usia produktif, Anda bisa mendapatkan penghasilan yang maksimal. Seiring dengan berjalannya waktu, usia Anda terus bertambah, dan sampai pada satu titik Anda akan memasuki masa pensiun. Saat itulah, premi yang Anda bayarkan untuk keperluan hari tua akan bisa membantu Anda dalam mencukupi beragam kebutuhan. Anda tetap menerima dana yang cukup untuk kebutuhan Anda dari bulan ke bulan, sehingga bisa menikmati hari tua dengan kesejahteraan.

So, Menurut Anda, Seberapa pentingkah asuransi, terlebih asuransi syariah..? Sudahkah Anda memberikan yang terbaik untuk diri Anda dan Keluarga Anda..? Hanya Anda lah yang bisa menjawabnya.