Jumat, 27 Februari 2015

Lindungi Penumpang, Garuda Gandeng Allianz Utama Indonesia




JAKARTA - PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz Utama) bekerjasama dengan PT Garuda Indonesia dalam menyediakan produk asuransi perjalanan. Kerjasama ini diberi nama Garuda Indonesia Travel Insurance.

Direktur Utama Allianz Utama Daniel Neo menuturkan Garuda Indonesia Travel Insurance merupakan asuransi perjalanan pertama yang ditawarkan pada pelanggan Garuda Indonesia. Asuransi perjalanan ini akan mencakup perjalanan domestik maupun internasional dengan berbagai manfaat.

"Saat ini, 'Garuda Indonesia Travel Insurance' ditawarkan khusus bagi pembelian tiket perjalanan melalui website atau secara online," ucap Daniel di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (6/2).
Tingginya kemungkinan risiko yang terjadi saat melakukan perjalanan, seperti pembatalan penerbangan atau kehilangan dokumen perjalanan, serta risiko lainnya membuat Allianz Utama melihat pentingnya asuransi perjalanan bagi penumpang.

"Garuda Indonesia Travel Insurance merupakan bentuk kepedulian kami terhadap para pelanggan setia Garuda Indonesia dan juga seluruh masyarakat Indonesia, karena kenyamanan dan keselamatan nasabah merupakan fokus utama bagi kami," beber Daniel.

Sementara, Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia Erik Meijer mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan. “Dengan adanya Garuda Indonesia Travel Insurance ini, kami ingin seluruh penumpang semakin merasa terlindungi dalam melakukan perjalanan bersama Garuda Indonesia," harap Erik.

Garuda Indonesia Travel Insurance juga menawarkan manfaat perlindungan medis yang komprehensif termasuk penggantian biaya pengobatan, santunan tunai harian rumah sakit, evakuasi medis darurat dan repatriasi. Selain itu, pelanggan Garuda juga akan mendapatkan penggantian kerugian apabila terjadi penundaan atau pembatalan penerbangan, bagasi hilang atau rusak serta penggantian biaya yang dikeluarkan selama perpanjangan waktu menetap pada saat terjadi kehilangan dokumen perjalanan.

Selain perlindungan dan penggantian kerugian, Garuda Indonesia Travel Insurance juga menyediakan layanan 24H Travel & Medical Assistance. Yaitu bantuan darurat ketika harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, evakuasi medis dan repatriasi.
Serta bantuan non-darurat seperti rujukan kedutaan asing, arahan ketika terjadi kehilangan dokumen perjalanan dan bagasi, rujukan penyedia layanan medis hingga bantuan konsultasi medis.(chi/jpnn)

Payung Keluarga

Payung Keluarga



Detail Produk
  1. Merupakan produk asuransi mikro dari Allianz Life Indonesia yang pertama dan satu diantara beberapa produk yang sejenis yang ada di Indonesia.
  2. Payung Keluarga melengkapi kebutuhan dari organisasi keuangan kecil seperti BPR (Bank Perkreditan Rakyat) dan Tabungan dan Kredit Bersama dan para pelanggannya yang berpenghasilan rendah.
  3. Manfaat yang diterima antara lain, jika si peminjam kredit meninggal dunia maka sisa pinjaman yang masih ada akan dibayarkan oleh Allianz. Kelebihan produk ini adalah manfaat yang diterima oleh ahli waris yaitu sebesar dua kali dari jumlah pinjaman sebagai tambahan yang dibayarkan. Ini membantu keluarga yang berpenghasilan rendah mengatasi krisis keuangan setelah si pencari nafkah meninggal.

    Keunggulan


    1. Jika Anda meninggal dunia selama jangka waktu pinjaman kredit mikro, maka:
      Ahli waris akan menerima dana tunai sebesar dua kali jumlah pinjaman Anda (Manfaat 1).
      • Semua sisa pinjaman langsung ditiadakan (Manfaat 2).
    2. Manfaat tidak bisa dikurangi oleh siapapun dan karena alasan apapun.

      • Anda bisa menunjuk ahli waris yang Anda inginkan.
      • Premi dibayar hanya satu kali pada saat pencairan pinjaman.
      • Berlaku untuk semua jenis penyebab kematian, termasuk musibah dan bencana.

      F.A.Q

      Berapa nilai yang diterima oleh ali waris sebagai penerima manfaat asuransi?
      Penerima manfaat akan mendapatkan nilai sebesar 2x jumlah pinjaman. Sebagai tambahan, jumlah pinjaman yang masih tersisa akan dilunasi oleh Allianz.

      Rabu, 14 Januari 2015

      Korban AirAsia QZ8501 Peserta BPJS akan Dapat Klaim 48 Kali Gaji

      Kamis, 08/01/2015 11:51 WIB

      Mega Putra Ratya - detikNews

      Jokowi menerima BPJS/Setpres
      Jakarta - Korban AirAsia QZ8501 yang menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan akan mendapat klaim sebesar 48 kali gaji.

      "Terkait AirAsia, mereka yang terdaftar sebagai peserta kami mendapatkan klaim. Kami bayarkan 48 kali upah mereka," ujar Direktur BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Masassya usai bertemu Presiden Jokowi di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2015).

      Menurut Elvyn, bila gaji korban Rp 10 juta maka klaim yang harus dibayar BPJS Rp 480 juta. "Kalau upahnya Rp 1 juta dapatnya 48 juta," tuturnya.

      Jumlah orang di pesawat Airbus A320-200 itu terdiri dari 155 penumpang dan 7 kru. Basarnas hingga hari ini telah menemukan 40 jasad korban.

      Pihak maskapai AirAsia menyebut kru tujuan Surabaya-Singapura itu terdiri dari pilot Kapten Iriyanto, Kopilot Remi Emmanuel P, awak kabin Wanti Setiawati, Khairunnisa Haidar Fauzi, Oscar Desano, Wismoyo Ari Prambudi dan teknisi Saiful Rahmat. Jasad Khairunnisa sudah dimakamkan di Palembang dan Wismoyo di Klaten. 

      MIMPI BURUK DAN PERATURAN BPJS YANG ANEH




      pic.from: danbomurah.blogspot.com
      pic.from: danbomurah.blogspot.com
      Malam itu hujan rintik-rintik. Angin berhembus dengan kencang. Cuaca memang sedang tidak bersahabat belakangan ini. Siang panas terik, malam angin kencang membawa hembusan dingin yang menusuk hingga tulang. Ini bukan penggalan lagu atau cerita, tapi pengalaman buruk saya di suatu malam.
      Saya dengan pak suami membawa Mayra, si tengah saya, yang sedang demam. Sudah 3 hari dia demam, dan dari hasil cek darah di klinik dekat rumah 3 hari sebelumnya, dia positif tipes (saya nggak tahu cara nulis penyakit tipes ini, jadi saya tulis sesuai bacanya aja deh). Karena panasnya sudah 3 hari, saya paksa dia bawa ke rumah sakit.
      Di satu rumah sakit di daerah Ciputat dengan inisial S.A., saya ke UGD. Penanganannya cukup cepat, dan dokter juga segera memeriksa May. Dari hasil lab 3 hari yang lalu, dokter langsung menyuruhnya dirawat. Saat itu dia khawatir karena trombositnya May 167rb. Saya pun ke bagian pendaftaran untuk mencari kamar. Di sana saya menyerahkan kartu BPJS, dan tak lama diberitahu bahwa kamar kelas 1 hingga kelas 3 untuk anak penuh.
      Saya tanya, “kalau saya tidak pakai BPJS, ada kamar?” Karena saya pikir untuk BPJS dikasih kuota atau apa. Tapi susternya bilang kalau mereka tidak membedakan BPJS dengan yang biasa. Kalau ada kamar kosong pasti mereka akan berikan. Oke sip. Dan suster pendaftaran itu menyarankan untuk minta obat saja sama dokter buat malam ini, dan besoknya balik lagi, siapa tahu ada yang pulang.
      Saya pun menyampaikan hal ini pada dokter. Tapi dokter bersikeras untuk memberi rujukan, karena alasannya trombositnya sudah sangat mepet ke batas normal (normalnya 150rb – 400an ribu gitu saya lupa) Saya pun bertanya rumah sakit mana yang menerima BPJS karena saya sama sekali belum pernah menggunakan kartu ini. Dokter tersebut menyebut RSUD Tangerang Selatan dan Fatmawati. Saya tanya RS yang dekat dengan rumah apakah menerima, ternyata ada yang menerima BPJS, ada juga yang tidak. Oh, masih begitu ya? Kirain kalau sudah wajib punya BPJS, semua rumah sakit akan bekerja sama, mau itu swasta atau yang premier sekali pun.
      Anyway, singkat cerita saya ke RSUD, karena yang terdekat. Sampai di UGD sana, tanpa diperiksa (kami masih berdiri di depan pintu!) dan dokternya terlihat enggan, bilang kalau semua kamar penuh. OK. Dari pada dibahas soal attitude dokter RSUD yang memang sudah jempol turun, saya ceritakan saja bagaimana di tengah angin kencang dan gerimis itu kami harus mencari rumah sakit lain, dan akhirnya pilihan jatuh ke RS yang tidak begitu jauh dari rumah, kita sebut saja inisialnya B.B.H.
      e-ID BPJS
      e-ID BPJS
      Sesampainya di UGD dengan membawa surat rujukan dan hasil test darah 3 hari yang lalu, dokter jaga (sekali lagi tanpa memeriksa anaknya) hanya melihat hasil lab tsb bilang kalau dia tidak melihat keharusan untuk dirawat. Karena dia lihat trombosit masih 167rb.
      “Panasnya sejak kapan?” tanyanya.
      “Kamis malam.” Dan itu sudah hari Minggu.
      Dia hitung-hitung. “Oh, baru 3 hari ya?”
      Baru? BARU? Dia bilang 3 hari panas itu BARU? Terus terang saya emosi, tapi saya coba tahan. Bisa bayangkan jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, dan tanpa periksa sama sekali, dokter itu bilang seperti itu.
      “Saya tidak masalah kalau memang anak saya harus pulang.” Saya bicara dengan nada rendah. Asli mau nangis! “Tapi saya minta tolong untuk dicek lagi saja darahnya, karena itu hasil lab hari Jumat.”
      Baru deh si dokter lihat tanggal di kertas hasil lab. “Oh, ini test hari Jumat ya?”
      *PLAK!* Rasanya dia yang kuliah kedokteran ya? Saya kan cuma pustakawan yang bloon soal medik.
      Akhirnya May diambil darah lagi, dan hasilnya trombosit 110rb. See? SEE? Kalau saya nggak ngotot, apalah jadinya? Tapi saya diam aja. Saya biarkan dokter itu bicara. Dan bukannya nyuruh buru-buru ke pendaftaran untuk cari kamar, beliau, dokter yang terhormat ini, bilang begini:
      “Ibu pulang saja dulu, besok ke sini lagi. Dan kita cek lagi darahnya.”
      HA? Saya melongo. M-mak-maksud si dokter apa ya? Saya masih belum bisa mencerna. Pulang? Sebego-begonya saya yang nggak punya ijazah kedokteran, saya tahu kalau trombosit udah dibawah batas normal itu artinya udah nggak normal!
      “Maksud dokter?” Saya kasih kesempatan dia buat njelasin pernyataan (maaf) bloonnya barusan.
      “Iya, ibu mau pakai BPJS kan? Kalau pake BPJS, trombosit harus di bawah 100.”
      WHAT THE #@$%^&*!!!
      “Jadi tunggu anak saya kritis dulu, baru ditangani, begitu?” Saya sudah emosi. Sakit jiwa kali ya? Peraturan sampah macam apa ini? Saya udah bayar kartu itu sejak beberapa bulan yang lalu, tapi nggak bisa dipakai karena peraturannya sampah!
      “Ibu, bukan kami yang membuat peraturan.”
      Oke, OKE! Bukan mereka yang buat peraturan. Tarik napassss… Keluariiiinnn… Tarik lagi…. ISTIGHFAR.
      “Saya nggak pakai BPJS, tolong tangani anak saya.”
      Baru deh, setelah saya keluarkan pernyataan itu, ada tindakan dari mereka.
      Boneka-danbo-patah-hati
      pic.from: danbomurah.blogspot.com
      So, kita wajib nih bikin kartu BPJS, tapi peraturan yang dibuat benar-benar nggak masuk akal saya sebagai seorang ibu yang panik, dan sedih anaknya sakit. Bahkan di UGD rumah sakit pertama yang saya datangi, saya baca peraturan emergency yang bisa menggunakan kartu BPJS, di antaranya adalah jika panas badan sudah 39 derajat. Oh my! Padahal May panasnya gak sampe 39 udah tipes, gimana kalau harus nunggu 39 dulu baru dibawa karena ingin pakai BPJS? Bagus kalau masih sempat ditangani, kalau keburu ‘lewat’? Naudzubillah…
      Sebenarnya saya sangat mendukung lho program BPJS ini, buktinya saya langsung membuatkan untuk keluarga saya. Cuma yang bayi aja belum nih, karena belum sempat. Tapi sekarang saya jadi galau. Satu sisi semua orang wajib pakai BPJS, tapi kalau peraturannya harus nunggu panas 39 dan trombosit di bawah 100, dan mungkin banyak peraturan lain yang tidak tersosialisasikan dengan jelas, gimana saya nggak merasa rugi bayar? Mending uangnya saya tabung untuk uang kesehatan sendiri aja. Atau pakai asuransi swasta saja yang jelas manfaatnya.

      sumber: link

      Senin, 05 Januari 2015

      Selain AirAsia, Allianz Juga Tanggung Asuransi Dua Pesawat Malaysia Airllines

      Angga Aliya - detikfinance

      Rabu, 31/12/2014 11:44 WIB

      //images.detik.com/content/2014/12/31/4/114656_airasia46.jpgFoto: Reuters
      Jakarta -Allianz merupakan penanggung utama dari insiden pesawat AirAsia QZ8501. Perusahaan asuransi asal Jerman itu juga tahun ini sudah menanggung klaim dua pesawat Malaysia Airlines.

      Dua pesawat itu adalah MH370 yang hilang di Samudera Hindia Maret silam, dan MH170 yang ditembak jatuh saat terbang di wilayah udara Ukraina pada Juli.

      Dengan demikian, kecelakaan pesawat AirAsia ini merupakan insiden terbesar ketiga yang ditanggung Allianz. Salah satu perusahaan asuransi terkemuka sudah menyatakan siap untuk membayar klaim pesawat dan penumpang yang jadi korban.

      "Masih terlalu dini untuk berkomentar atas insiden ini. Kami berduka dan tetap mendoakan untuk semua pihak yang terkena imbas dari kecelakaan ini," kata Allianz dalam keterangan tertulis yang dikutip Reuters, Rabu (31/12/2014).

      Klaim untuk pesawat diperkirakan sebesar US$ 94 juta. Sementara masing-masing penumpang yang jadi korban, keluarganya dapat santunan US$ 165.000 atau sekitar Rp 2 miliar.

      Tim SAR Gabungan hari ini masih melakukan evakuasi jenazah para korban setelah lokasi diduga jatuhnya pesawat sudah diketahui. Cuaca buruk tadi pagi sedikit menghambat proses evakuasi.

      Sampai saat ini sudah ada enam jenazah yang berhasil dievakuasi ke KRI Bung Tomo. Jenazah akan dibawa ke Pangkalan Bun sebelum diterbangkan ke Surabaya.

      AIRASIA HILANG: Asuransi Allianz Bakal Tanggung AirAsia QZ8501



      Bisnis.com, HONGKONG - Korporasi asuransi asal Jerman, Allianz, dipastikan menjadi penanggung dalam kecelakaan pesawat Airbus A320-200 AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 yang hilang di perairan Belitung.

      “Kami bisa mengkonfirmasi bahwa Allianz Global Corporate & Specialty UK adalah reasuradur utama bagi rangka pesawat dan asuransi kewajiban ,” kata juru bicara Allianz dalam keterangannya kepada Reuters, Senin (29/12/2014).

      Pihak Allianz menolak untuk memberi pernyataan mengenai jumlah eksposur (risiko kerugian) terkait pesawat jurusan Surabaya-Singapura berpenumpang 162 orang yang diketahui hilang pada Minggu (28/12) tersebut.

      “Terlalu dini untuk berkomentar mengenai kecelakaan pada tahap ini, kecuali mengatakan perhatian dan belasungkawa terhadap mereka yang terkena dampak dari hilangnya penerbangan ini,” kata Allianz.

      Kantor berita Reuters sendiri menghitung pembayaran paling sedikit untuk menjamin kecelakaan ini mencapai sekitar US$100 juta (sekitar Rp1,2 triliun). Allianz dan perusahaan yang menjalin kerja sama koasuransi akan membayar tagihan untuk biaya hilangnya AirAsia dan pembayaran kepada keluarga penumpang.

      Harga Airbus 320 sendiri diperkirakan mencapai US$94 juta serta taksiran kewajiban terhadap penumpang (passenger liability) diperkirakan mencapai US$27 juta untuk 162 penumpang (per orang diperkirakan $165.000).

      Reuters mengutip satu laporan dari Allianz yang menjelaskan bahwa kecelakaan pesawat tercatat menjadi empat dari 10 teratas klaim asuransi utama yang tidak terkait dengan bencana alam sejak Januari-Agustus 2014.

      Sementara itu, perusahaan pialang asuransi yang bekerjasama dengan AirAsia adalah JLT (Jardine Lloyd Thompson) Group yang berbasis di Inggris.

      Senin, 29 Desember 2014

      Mau Cepat Kaya? Selalu Bagi Penghasilanmu Jadi 5 Bagian

      Li Ka-Shing, pengusaha terkenal dari Hongkong membagikan caranya untuk menjadi kaya dalam waktu singkat. Orang yang juga dikenal sebagai orang terkaya di Asia ini memiliki cara unik yang bisa kita tiru jika mau berkembang pesat sebagai seseorang yang sukses.
      Disini kamu bisa tahu bagaimana Li Ka-Shing mengalokasikan pendapatan dan bertingkah laku sebelum, selama dan setelah ia menjadi orang sukses. Penasaran kan?

      Tentang Mengalokasikan Pendapatan


      1. Selalu Bagi Pendapatanmu Jadi 5 Bagian

      Selalu pisahkan jadi 5
      Berapapun Penghasilanmu Selalu Pisahkan Jadi 5 Bagian
      Menurut Li, apapun yang terjadi dan tidak peduli berapa pun penghasilanmu — kamu harus membaginya menjadi 5 bagian. Dengan begitu kamu dapat mengatur pengeluaranmu dengan baik.

      2. Dana 1: Biaya Hidup

      Biaya hidup
      Gunakan Sebagian Pengahasilanmu Untuk Hidup Sehari-hari via images.bwbx.io

      “Pilih makanan yang murah. Untuk sarapan kamu cuma perlu susu dan telur. Makan siang bisa kamu isi dengan menu sederhana dan buah. Memasaklah sendiri untuk makan malam. Menunya cukup dua jenis sayur dan segelas susu sebelum tidur. Selama badanmu masih muda, kamu tidak akan bermasalah dengan pola makan seperti ini”.

      3. Dana 2: Menjamu Teman

      Biaya sosial
      Sisihkan Penghasilanmu Untuk Biaya Sosial via images.bwbx.io
      “Perluas pergaulanmu. Ini akan membuat kamu jadi pribadi yang berkembang. Gunakan uang ini untuk biaya telepon dan mentraktir teman. Ingat, teman yang kamu jamu haruslah yang lebih dari kamu. Dia harus punya semangat yang lebih darimu, lebih kaya dari kamu atau punya pengaruh dalam perkembangan karirmu. Dalam setahun, kamu akan punya banyak teman. Dan dikenal sebagai orang yang baik dan pemurah”

      4. Dana 3: Dana Belajar


      Biaya belajar
      Pisahkan Penghasilanmu Untuk Beli Buku dan Ikut Pelatihan via images.bwbx.io

      “Karena kamu belum punya banyak uang, kamu harus fokus ke belajar. Sisihkan uang untuk beli buku setiap bulan. Resapi dan pelajari apa yang diajarkan di buku itu. Setelah selesai membaca, tuliskan lagi isi bukunya sesuai dengan pemahamanmu. Jangan ragu-ragu juga untuk mengikuti pelatihan yang bisa meningkatkan kemampuanmu”


      5. Dana 4:  Uang Untuk Wisata


      Dana wisata
      Gunakan Sebagian Penghasilanmu Untuk Berlibur via images.bwbx.io
       “Pergilah berwisata minimal sekali setahun. Tinggal saja di hotel yang murah agar mengemat biaya. Gunakan kesempatan ini untuk mengisi ulang energimu agar kamu tetap bersemangat dalam bekerja”

      6. Dana 5: Dana Investasi

      Dana Investasi
      Manfaatkan Penghasilanmu Untuk Berinvestasi via images.bwbx.io
      “Belajarlah untuk berinvestasi. Masukkan uang ke bank sebagai modal awal. Cara termudah adalah datang ke penjual grosir, lalu cari barang yang bisa kamu jual lagi. Saat kamu sudah bisa menghasilkan uang dari bisnis kecil-kecilan ini, kamu akan bersemangat untuk belajar bisnis lebih banyak lagi”

      7. Berhematlah Soal Belanja Pakaian

      Hematlah belanja pakaian
      Jangan Belanjakan Uang Terlalu Banyak Untuk Pakaian via images.bwbx.io
      “Tekanlah pengeluaranmu untuk belanja pakaian. Kamu bisa beli semua yang kamu mau saat kamu sudah kaya nanti. Lebih baik gunakan uangmu untuk membeli kado bagi orang-orang terdekat. Jelaskan kepada mereka impian, cita-cita dan apa yang sedang kamu kerjakan untuk mencapainya. Buat mereka paham kenapa kamu sangat berhemat”


      Tentang Mengobarkan Semangat Kerja



      8. Setahun Pertama Belum Juga Naik Gaji?

      Kenaikan gaji setelah 1 tahu
      Harus Merasa Malu Jika Dalam Setahun Gajimu Tidak Naik via images.bwbx.io
      “Kalau kamu sudah berjuang selama 1 tahun dan belum juga naik gaji, itu tandanya kamu tidak berkembang sebagai individu. Pergilah ke supermarket terdekat, beli tahu yang terkeras yang bisa kamu temukan. Pukul kepalamu dengan tahu itu. Kamu pantas mendapatkannya”

      9. Jangan Cepat Puas

      Cari pekerjaan tambahan
      Jika Gajimu Naik Hanya 15% Kamu Harus Cari Pekerjaan Tambahan via images.bwbx.io
      “Saat gajimu naik tapi masih sekitar 15%, itu artinya kamu harus mencari pekerjaan tambahan. Cobalah berjualan. Menjadi pedagang memang menantang, tapi kamu akan banyak belajar soal apa yang bisa diterima pasar dan apa yang tidak. Kamu juga akan bertemu orang-orang yang akan berpengaruh bagi karirmu kelak. Hampir semua pengusaha sukses adalah pedagang yang baik”

      Tentang Bersikap Saat Masih Miskin dan Saat Sudah Kaya


      10. Perbuatan Baik dan Kekayaan

      Berbuat baik
      Berbuat Baik Kepada Orang Lain Waktu Miskin, Ketika Kita Kaya Orang Pun Akan Berbuat Yang Sama viaimages.bwbx.io
      “Jika merasa dirimu miskin, belanjakan uangmu untuk orang lain. Saat kamu sudah kaya, barulah belanjakan uang untuk dirimu sendiri. Kebanyakan orang justru melakukan yang sebaliknya.”

      11. Kamu Harus Keluar dan Rela Dimanfaatkan Saat Masih Miskin

      Relakan dirimu dimanfaatkan
      Biarkanlah Dirimu Dimanfaatkan Ketika Miskin, Karena Itu Tak Akan Terjadi Lagi Ketika Kamu Kaya viaimages.bwbx.io
      “Ketika dirimu masih miskin, keluarlah lebih banyak dan jangan sering di rumah. Saat sudah kaya, kurangilah intensitas keluar dan habiskan lebih banyak waktu di rumah. Ini adalah seni kehidupan yang sering dilupakan orang”

      12. Pemurahlah Saat Miskin, Jangan Menghamburkan Uang Saat Kaya

      Jangan foya-foya
      Kamu Harus Loyal Pada Orang Lain, Jangan Foya-foya via images.bwbx.io
      “Saat kamu masih miskin, belanjakanlah uang agar orang lain bisa melihat. Saat sudah kaya, jangan biarkan orang lain melihat kamu sebagai pribadi yang suka berfoya-foya. Dengan melakukan ini hidupmu akan mencapai titik keseimbangan”

      Muda, Miskin, Tapi Ingin Kaya? Bisa Kok!


      13. Kamu gak Perlu Takut Miskin

      Muda dan miskin, gak masalah
      Tidak Ada Yang Salah Dengan Menjadi Muda Dan Miskin via images.bwbx.io
      “Yang harus kamu tahu adalah bagaimana berinvestasi untuk meningkatkan kemampuanmu. Kamu harus memahami apa yang paling penting di hidupmu, di bagian mana kamu harus menginvestasikan waktu dan tenaga lebih banyak.”

      14. Semua Bisa Direncanakan

      Bisa direncanakan
      Hidup Bisa Didesain, Karir Bisa Direncanakan, Mulailah Tentukan Langkahmu Dari Sekarang viaimages.bwbx.io
      “Hal-hal baik yang terjadi dalam hidup bisa direncanakan. Kebahagiaan bisa diatur. Kamu harus turun tangan untuk mengaturnya mulai dari sekarang”

      Artikel ini disadur dengan perubahan dari laman E-27. Artikel asilinya bisa dilihatdisini.