Tampilkan postingan dengan label artikel allianz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel allianz. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Februari 2015

Lindungi Penumpang, Garuda Gandeng Allianz Utama Indonesia




JAKARTA - PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz Utama) bekerjasama dengan PT Garuda Indonesia dalam menyediakan produk asuransi perjalanan. Kerjasama ini diberi nama Garuda Indonesia Travel Insurance.

Direktur Utama Allianz Utama Daniel Neo menuturkan Garuda Indonesia Travel Insurance merupakan asuransi perjalanan pertama yang ditawarkan pada pelanggan Garuda Indonesia. Asuransi perjalanan ini akan mencakup perjalanan domestik maupun internasional dengan berbagai manfaat.

"Saat ini, 'Garuda Indonesia Travel Insurance' ditawarkan khusus bagi pembelian tiket perjalanan melalui website atau secara online," ucap Daniel di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (6/2).
Tingginya kemungkinan risiko yang terjadi saat melakukan perjalanan, seperti pembatalan penerbangan atau kehilangan dokumen perjalanan, serta risiko lainnya membuat Allianz Utama melihat pentingnya asuransi perjalanan bagi penumpang.

"Garuda Indonesia Travel Insurance merupakan bentuk kepedulian kami terhadap para pelanggan setia Garuda Indonesia dan juga seluruh masyarakat Indonesia, karena kenyamanan dan keselamatan nasabah merupakan fokus utama bagi kami," beber Daniel.

Sementara, Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia Erik Meijer mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan. “Dengan adanya Garuda Indonesia Travel Insurance ini, kami ingin seluruh penumpang semakin merasa terlindungi dalam melakukan perjalanan bersama Garuda Indonesia," harap Erik.

Garuda Indonesia Travel Insurance juga menawarkan manfaat perlindungan medis yang komprehensif termasuk penggantian biaya pengobatan, santunan tunai harian rumah sakit, evakuasi medis darurat dan repatriasi. Selain itu, pelanggan Garuda juga akan mendapatkan penggantian kerugian apabila terjadi penundaan atau pembatalan penerbangan, bagasi hilang atau rusak serta penggantian biaya yang dikeluarkan selama perpanjangan waktu menetap pada saat terjadi kehilangan dokumen perjalanan.

Selain perlindungan dan penggantian kerugian, Garuda Indonesia Travel Insurance juga menyediakan layanan 24H Travel & Medical Assistance. Yaitu bantuan darurat ketika harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, evakuasi medis dan repatriasi.
Serta bantuan non-darurat seperti rujukan kedutaan asing, arahan ketika terjadi kehilangan dokumen perjalanan dan bagasi, rujukan penyedia layanan medis hingga bantuan konsultasi medis.(chi/jpnn)

Senin, 20 Oktober 2014

Allianz Life Indonesia Cetak Laba Rp363,9 Miliar


Selama 2011, Allianz Life Indonesia mencetak laba sebelum pajak Rp363,9 miliar. Sementara untuk premi, meningkat 44,5% menjadi Rp6,78 triliun. Paulus Yoga
Jakarta–Allianz Life Indonesia mencatat perolehan laba sebelum pajak sebesar Rp363,9 miliar selama 2011, meningkat 22,8% dibanding perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp296,16 miliar.
Presiden Direktur Allianz Life Indonesia Joachim Wessling mengatakan, untuk pendapatan premi bruto atau gross written premium (GWP) selama 2011 tercatat sebesar Rp6,78 triliun, naik 44,5% dibanding pada 2010 sebesar Rp4,69 triliun.
“Pertumbuhan ini terjadi berkat adanya peningkatan premi yang signifikan di group life dan savings, yaitu sebesar 89,8% menjadi Rp2,6 triliun, dari Rp1,37 triliun,” tukasnya kepada wartawan di Allianz Tower, Jakarta, Rabu, 11 April 2012.
Sementara untuk bisnis asuransi jiwa individu, lanjutnya, mengalami peningkatan sebesar 28,2% menjadi Rp3,75 triliun dari Rp2,92 triliun. Sedangkan untuk bisnis asuransi kesehatan (health) tumbuh 7,4% dari Rp393 miliar menjadi Rp422 triliun.
“Untuk bisnis health ini kita sebenarnya kita tidak terlalu optimis, tapi mampu tumbuh. Nah ke depan kita harap bisa tumbuh double digit,” tandasnya.
Dari sisi aset atau dana kelolaan, Allianz Life Indonesia mencatat sebesar Rp14,83 triliun di akhir tahun 2011, naik 36,3% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp10,88 triliun.
“Pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp2,66 triliun di tahun 2011. Ini menunjukkan komitmen Allianz yang kuat dalam memenuhi janji memberikan proteksi bagi nasabahnya,” tutup Joachim. (*)

Allianz Indonesia menggelar kompetisi menulis dan foto bagi para pewarta berita yang disebut Allianz Journalist Competition 2013

Produk SmartLegacy ini termasuk ke dalam golongan produk tradisional. Artinya, produk ini tidak transparan investasinya seperti di produk unit link pada umumnya. Ada nilai tambah yang dimiliki produk SmartLegacy. Angga Bratadharma
Jakarta–Allianz Life Indonesia menargetkan perolehan premi dari produk SmartLegacy sebanyak USD100 juta hingga akhir 2013. Perolehan tersebut optimis karena melihat potensi produk masih besar ditambah menggandeng Standar Chartered Bank Indonesia untuk pemasaran produknya.
Wakil Direktur Utama Allianz Life Indonesia Handojo Kusuma mengatakan, produk SmartLegacy ini termasuk ke dalam golongan produk tradisional. Artinya, produk ini tidak transparan investasinya seperti di produk unit linkpada umumnya. Ada nilai tambah yang dimiliki produk SmartLegacy dibandingkan dengan produk unit link.
“Ini tidak seperti unit link. Disini nasabah tahu kalau nasabah dijamin dengan hasil return yang baik. Memang tidak setransparan seperti unit link. Selain itu, tidak ada fluktuatif juga seperti yang ada di unit link. Disini kepastianya jelas dan flutkuatifnya lebih stabil”, jelas Handojo, saat press conferenceSmartLegacy, di Jakarta, Selasa, 19 Maret 2013.
Handojo mengaku optimis produk ini bisa diterima baik oleh masyarakat, termasuk nasabah Standard Chartered Bank Indonesia dan nasabah Allianz Life Indonesia. Selain itu, diyakini juga produk ini bisa berkompetisi dengan produk-produk lain yang sudah beredar sekarang ini.
“Untuk target kita confident. Apalagi pasar untuk produk ini sangat luas. Nasabah prioritas juga cukup besar. Jadi, kita confident akhir tahun ini dengan progres seperti itu. Saya tidak bilang ini sebagai target ya. Tapi, dengan potensi yang ada itu minimal USD100 juta hingga akhir tahun ada sepertinya”, kata Handojo. (*)

Allianz Jakarta Heart Run 10K 2012

Untuk memperingati World Heart Day di Indonesia, Yayasan Jantung Indonesia kembali mengadakan acara lari jarak jauh sepanjang 10 km, 5 km dan jalan sehat, dengan nama Allianz Jakarta Heart Run 10K 2012. Acara ini akan diselenggarakan pada hari Minggu, 4 November 2012, bertempat di Lapangan Monas Barat Daya, Jakarta. (Zitni Hasan)

Allianz Indonesia Kantongi Premi 2012 Sebesar Rp8,84 Triliun


Allianz Indonesia; Disipin underwriting. (Foto: Budi Urtadi)

Jumlah tersebut sikontribusikan paling besar dari bisnis asuransi jiwa hingga Rp8,3 triliun. Bagaimana dengan bisnis asuransi umumnya?Dwitya Putra
Jakarta–Allianz Indonesia mencatat pendapatan premi bruto selama 2012 sebesar Rp8,84 triliun atau tumbuh 18% bila dibandingkan premi tahun sebelumnya sebesar Rp7,48 triliun. Sementara dari sisi aset, hingga 2012, total bisnis asuransi jiwa dan umum mencapai lebih dari Rp20,94 triliun atau meningkat dibanding pada 2011.
“Hasil ini diperoleh berkat dukungan kepercayaann tinggi dari nasabah kami,” kata Country Manager dan Presiden Direktur Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling, dalam acara pemaparan kinerja Allianz, di Jakarta, Selasa, 16 April 2013.
Adapun pendapatan premi tersebut, lanjut Wessling, mayoritas masih dikontribusikan dari bisnis asuransi jiwa, yakni Allianz Life Indonesia yang berhasil membukukan premi sebesar Rp8,3 triliun atau tumbuh sebesar 23% dari tahun 2011 sebesar Rp6,8 triliun.
Hasil ini juga mendorong jumlah klaim yang dibayarkan kepada nasabah sebesar Rp4,07 triliun atau meningkat 53% dibanding tahun 2011 sebesar Rp2,66 triliun.
Sedangkan untuk bisnis asuransi umum, Allianz Utama mencatatkan total premi sebesar Rp524,05 miliar atau turun 25% dibandingkan dengan periode sama pada 2011.
Penurunan ini merupakan pengaruh dari penegakak disiplin praktekunderwriting di dalam perusahaan, yang sudah dilakukan sejak dua tahun terakhir.
“Sejauh ini strateg kami untuk menegakkan disiplin underwriting dan penyeleksian risiko serta memperbesar fokus bisnis segmen ritel,” tambah Presiden Direktur Allianz Utama, Daniel Neo ditempat yang sama. (*)

Allianz Life dan HSBC Rilis “College Care”


Counter Allianz; Manfaat dana tunai. (Foto: Budi Urtadi)

Dengan produk ini nasabah mulai menerima manfaat dana tunai mulai dari tahun polis yang dipilih dan akan terus dibayarkan secara berkala setiap tahun hingga tahun ke tujuh dari usia polis yang dipilih. Dwitya Putra
Jakarta–PT Asuransi Allianz Life Indonesia dan HSBC meluncurkan produk asuransi tradisional pendidikan ekslusif, College Care. Produk ini dipasarkan pertama kali untuk nasabah HSBC sebagai bentuk kerja sama kedua perusahaan sejak awal tahun ini.
Wakil Direktur Utama Allianz Life Indonesia Handojo Kusuma menuturkan, produk ini akan memberikan manfaat pasti dana pendidikan anak di masa depan. Produk asuransi jiwa dwiguna (endowment) ini dilengkapi fasilitas jangka waktu pembayaran premi dalam lima, sepuluh, dan lima belas tahun.
“Nasabah juga bisa menyesuaikan kapan pertama kali dana tunai ingin diterima berdasarkan pilihan yang ada,” kata Handojo, di Jakarta, Selasa, 12 November 2013.
Dalam produk College Care, nasabah mulai menerima manfaat dana tunai mulai dari tahun polis yang dipilih dan akan terus dibayarkan secara berkala setiap tahun hingga tahun ke tujuh dari usia polis yang dipilih.
Jumlah dana tunai yang dibayarkan mencapai 255% dari jumlah uang pertanggungan. “Produk ini juga memberikan perlindungan sampai usia 85 tahun atau masa polis berakhir. Serta tidak memerlukan pemeriksaan kesehatan dan pembayaran premi bisa dilakukan dari auto debit secara otomatis,” ujarnya.
Ia menambahka,n masyarakat harus menyadari adanya kenaikan biaya pendidikan setiap tahun di atas tingkat inflasi. Selain itu, terdapat juga risiko fluktuasi iklim investasi selama kita mengumpulkan dana tersebut. Adanya produk ini dianggap dapat melindungi dari dua risiko tersebut. (*)

BTPN dan Allianz Life Kerja Sama Bancassurance


BTPN dan Allianz Life; Imbal hasil maksimal. (Foto: Dok. BTPN)

Manfaat asuransi yang diberikan adalah perlindungan jiwa sampai dengan usia 100 tahun dengan Uang Pertanggungan sebesar 125% dari total premi tunggal yang dibayarkan. Rully Ferdian
Jakarta–PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) melakukan kerja sama bancassurance dengan PT Allianz Life Indonesia. Melalui kemitraan ini, BTPN akan memasarkan produk investasi berbalut proteksi (unitlink) Guardia Premium dan Guardia Investa pada seluruh  kantor cabang BTPN Sinaya.
Penandatanganan kerja sama telah dilakukan oleh Wakil Direktur Utama BTPN Ongki W Dana dan Wakil Direktur Utama PT Asuransi Allianz Life Indonesia Handojo Kusuma, di Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2013.
Dalam pemaparannya, Ongki menjelaskan, Guardia merupakan produk unitlink pertama yang dipasarkan BTPN Sinaya. Kehadiran Guardia diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nasabah akan produk investasi yang memberikan imbal hasil maksimal dengan perlindungan yang optimal.
BTPN meyakini diversifikasi produk ini akan meningkatkan keunggulan kompetitif BTPN yang dapat meningkatkan loyalitas nasabah BTPN Sinaya. Produk Guardia ini melengkapi produk-produk BTPN Sinaya yang prima seperti Deposito dengan bunga optimal dan TASETO produk tabungan yang memberikan bunga setara deposito.
Bisnis pendanaan BTPN tidak hanya menawarkan tabungan dan deposito dengan tingkat pengembalian optimal, tetapi juga peluang untuk turut menciptakan kesempatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta Usaha Mikro dan kecil (UMK) untuk tumbuh dan menjadi lebih berarti. “Dana yang terhimpun melalui BTPN Sinaya seluruhnya disalurkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah serta usaha mikro dan kecil dalam bentuk pinjaman,” ungkap Ongki.
Bagi Allianz Life, produk Guardia  hadir untuk menjawab kepercayaan yang diberikan BTPN guna menghadirkan produk yang dapat memberikan proteksi dan investasi yang optimal kepada nasabahnya. Manfaat yang ditawarkan antara lain manfaat perlindungan asuransi diberikan menyeluruh mencakup perlindungan jiwa  terhadap berbagai risiko dalam hidup.
Nasabah juga bisa memperoleh layanan evakuasi medis yang berlaku di seluruh dunia, sehingga akan memberikan keamanan dan kenyamanan yang lebih khususnya bagi mereka yang sering menghabiskan waktunya dengan bepergian ke berbagai tujuan baik di dalam maupun di luar negeri.
Guardia Premium merupakan produk asuransi jenis unit link dengan berbagai pilihan besarnya Uang Pertanggungan serta berbagai pilihan perlindungan tambahan (Rider), produk Guardia Premium memberikan perlindungan asuransi yang komprehensif. Manfaat investasi yang optimal dimana nasabah dapat langsung mendapatkan alokasi investasi di tahun pertama, bahkan dengan penambahan 10% sejak tahun ketiga, hal ini yang menjadi pembeda dengan rata-rata produk unit link lainnya dimana nasabah baru mendapatkan alokasi investasinya secara proporsional di atas tahun pertama.
Selain itu, nasabah dapat memilih berbagai jenis fund yang disediakan, di mana seluruh fund tersebut dikelola oleh manajer investasi yang profesional dan berorientasi pada investasi yang aman berdasarkan prinsip kehati-hatian. Salah satu fund yang dapat dipilih adalah fund Equity IndoAsia yang menempatkan dana investasinya di instrumen saham di Indonesia dan beberapa negara Asia seperti Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, Filipina, Singapura, Thailand dan Malaysia.
“Dengan pilihan jenis fund investasi yang variatif dan berkualitas nasabah akan memperoleh fleksibilitas dalam menentukan rencana investasi jangka panjang sesuai dengan profil risiko yang dimilikinya. Kami yakin dengan adanya produk ini, nasabah BTPN dapat memiliki pilihan untuk berinvestasi,” kata Handojo.
Sementara untuk produk Guardia Investa, sebuah produk asuransi jiwa unitlink dengan metode pembayaran premi tunggal (premi dibayarkan secara sekaligus di muka). Produk ini juga memberikan alokasi investasi secara penuh, ditambah 5,26% sejak tahun pertama. Manfaat asuransi yang diberikan adalah perlindungan jiwa sampai dengan usia 100 tahun dengan Uang Pertanggungan sebesar 125% dari total premi tunggal yang dibayarkan. Produk Guardia Investa diperuntukan bagi nasabah BTPN Sinaya yang bertujuan memaksimalkan investasi dengan premi sekali bayar. (*)

Gimmick Marketing Asuransi Kesehatan Kian Menarik


Standard Chartered dan AXA; Bisa dicicil. (Foto: Budi Urtadi)

Asuransi kesehatan dipasarkan dengan berbagai penawaran menarik. AXA General Insurance menawarkan cicilan premi. Sementara Sinarmas MSIG menawarkan pertanggungan khusus untuk wanita. Apriyani Kurniasih
Jakarta–Biaya kesehatan di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signfikan setiap tahunnya. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAUI), inflasi biaya kesehatan dalam empat tahun bisa mencapai sekitar 12%. Sepanjang 2012, total pengeluaran biaya kesehatan di Indonesia mencapai U$25 miliar. Pada 2013, angkanya diperkirakan mencapai U$29 miliar, dan 2014 diprediksi akan kembali naik menjadi U$32 miliar.
Potensi ini yang kemudian dilirik oleh perusahaan asuransi yang memasarkan produk asuransi kesehatan (Askes). Pasalnya, penetrasi asuransi kesehatan saat ini masih sangat rendah. Dari total pengelaran biaya kesehatan tersebut, yang sudah di-cover oleh asuransi swasta baru mencapai 13% saja, sementara yang dicover pemerintah mencapai 29%.
Kehadiran BPJS Kesehatan awal tahun ini untuk meng-cover biaya kesehatan pun tak lantas menutup peluang asuransi swasta. Tak kalah jeli, kini, beberapa perusahaan asuransi mulai membidik segmen menengah keatas dalam memasarkan produk asuransi kesehatannya. Dalam memasarkan asuransi kesehatan, perusahaan asuransi membungkusnya dengan berbagai gimmick marketing yang menarik.
AXA General Insurance, misalnya, menawarkan produk asuransi kesehatan Global Health Care kepada nasabah wealth Management Standard Chartered Bank. Kelebihan dari produk ini adalah, preminya bisa dicicil dengan bunga 0% dalam waktu 12 bulan. Tidak hanya itu, coverage dari Global Helath Care tidak hanya terbatas di Indonesia saja, tetapi juga di luar negeri.
“Banyak nasabah yang tidak hanya berobat ke Rumah Sakit, tetapi juga ke pengobatan alternatif atau herbal. Nah, umumnya, asuransi tidak meng-cover pengobatan herbal atau alternatif ini. di Global Health Care, itu di-cover,” terang Head of Bancassurance Welath Management Consumer Banking Standard Chartered Bank (Stanchart), Yulius Ardi, kepada Infobank di Jakarta, Senin, 7 April 2014.
Tak hanya Stanchart yang jeli membungkus asuransi kesehatannya dengan fitur-fitur yang menarik. Asuransi Sinarmas MSIG Life juga menerbitkan produk SMiLe Ladies yang ditujukan khusus untuk wanita. Produk ini memberikan pertanggungan beberapa penyakit yang sering di hadapi oleh wanita, seperti kanker serviks, dan kanker payudara.
Sebelumnya, perusahaan asuransi kesehatan juga telah menawarkan berbagai penambahan fitur layanan, seperti pertanggungan penyakit kritis. Hal itu telah dilakukan oleh Allianz Life Indonesia dan juga Prudential Life Assurance. Produk ini juga menyasar segmen menengah keatas.
Segmentasi ke kelas menengah atas makin mengukuhkan posisi perusahaan asuransi dalam memasarkan produk asuransi kesehatan. BPJS Kesehatan nantinya akan memberikan pertanggungan dasar biaya kesehatan. Melalui skema Cordination of Benefit, nantinya, perusahaan asuransi lagi-lagi diberikan ruang untuk memberikan layanan yang tak dimiliki BPJS Kesehatan melalui sistem indemnity maupun pelayanan VIP dan VVIP. Dengan kondisi ini, tentu kompetisi membdik segmen atas akan makin ketat. Kita tunggu sajagimmick marketing apa lagi yang akan muncul menyertai produk asuransi kesehatan. (*)

Allianz Siap Sesuaikan Tarif Referensi


Allianz RUN; Berikan pemahaman. (Foto: Zidni Hasan)

Kebijakan OJK mengenai tarif referensi pasti memiliki pengaruh terhadap persaingan di industri asuransi Indonesia. Allianz Utama Indonesia siap menyesuaikan diri dengan kebijakan tersebut. Angga Bratadharma
Jakarta–Kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengeluarkan tarif referensi diperkirakan membuat persaingan di industri asuransi semakin ketat. Pasalnya, persaingan banting harga yang dilakukan akan sulit terjadi dan mau tidak mau perusahaan asuransi berlomba dari sisi produk dan pelayanan.
Presiden Direktur Allianz Utama Indonesia, Daniel Neo menyatakan, kebijakan OJK mengenai tarif referensi pasti memiliki pengaruh terhadap persaingan di industri asuransi. Pihaknya siap menyesuaikan diri dengan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh lembaga super body itu.
“Pengaruh sudah pasti ada. Masyarakat pasti juga akan menunda untuk membeli asuransi. Tapi, itu yang menjadi tantangan”, kata Daniel, kepada wartawan, di Jakarta, belum lama ini.
Menurutnya, tarif referensi akan menekan persaingan harga yang kian marak terjadi saat ini. Tarif referensi akan membangkitkan semangat pelaku asuransi untuk menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, termasuk peningkatan pelayanan.
Daniel mengaku, dalam rangka menyesuaikan dengan kebijakan OJK, maka Allianz Utama Indonesia siap melakukan edukasi kepada masyarakat terhadap benefit asuransi. Allianz Utama Indonesia berharap edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman akan produk asuransi.
“Memang tarif tinggi tapi akan bermanfaat karena manfaat yang diberikan kepada masyarakat juga tinggi. Jadi, proses transisi itu harus diisi dengan edukasi”, pungkas Daniel. (*)

Allianz Life Syariah Bukukan Premi Rp623,6 Miliar


Counter Allianz; Masih perlu ditingkatkan. (Foto: Budi Urtadi)

Seluruh kanal distribusi telah memainkan peranan penting bagi pertumbuhan kinerja Allianz Life Syariah, meski tidak dipungkiri bahwa pemahaman masyarakat mengenai asuransi syariah masih perlu ditingkatkan. Angga Bratadharma
Jakarta–Allianz Life Syariah sepanjang 2013 lalu membukukan total pendapatan premi bruto sebesar Rp623,6 miliar atau naik 9,6% dari Rp569,2 miliar pada 2012. Selain itu, Allianz Life Syariah juga membayarkan klaim sebesar Rp54,4 miliar.
Chief Sharia & Corporate Communication Allianz Indonesia, Kiswati Soeryoko mengungkapkan, kontribusi terbesar pada pendapatan premi bruto berasal dari jalur distribusi keagenan sebesar 87%, yaitu Rp542 miliar.
“Sedangkan jalur distribusi bancassurance mengalami peningkatan sebesar 39% dari Rp47 miliar di tahun 2012 menjadi Rp65,2 miliar di tahun 2013″, kata Kiswati, dalam paparan kinerja keuangan Allianz Life Syariah 2013, di Bebek Bengil Resto, Jakarta, Rabu, 4 Juni 2014.
Menurutnya, seluruh kanal distribusi telah memainkan peranan penting bagi pertumbuhan kinerja Allianz Life Syariah, meski tidak dipungkiri bahwa pemahaman masyarakat mengenai asuransi syariah masih perlu ditingkatkan lagi di masa-masa yang akan datang.
“Salah satu upaya kami meningkatkan kualitas tenaga pemasaran adalah dengan melakukan peningkatan sertifikasi syariah kepada agen”, jelas Kiswati. (*)

Allians Life Syariah Daftarkan 800 Agen


Kantor AAUI; Perkuat jalur distribusi. (Foto: Erman)

Untuk meningkatkan kontribusi pendapatan premi kepada total premi yang dibukukan, maka Allianz Life Syariah fokus terhadap pengembangan keagenan. Angga Bratadharma
Jakarta–Allianz Life Syariah mengaku telah mendaftarkan sebanyak 800 agen kepada Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) terkait sertifikasi keagenan untuk asuransi syariah. Hal ini diharapkan mendorong peningkatan kontribusi premi.
Sharia Business Manager Allianz Life Syariah, Abdul Chalik mengungkapkan, untuk meningkatkan kontribusi pendapatan premi kepada total premi yang dibukukan, maka Allianz Life Syariah fokus terhadap pengembangan keagenan. Sejauh ini Allianz Life Syariah memiliki 16 ribu agen.
“Jumlah agen Allianz Life Syariah yang telah tersertifikasi sebanyak 7.258 agen, yang kami training secara internal lalu kami beri sertifikasi”, kata Abdul, dalam paparan kinerja keuangan Allianz Life Syariah tahun 2013, di Bebek Bengil Resto, Jakarta, Rabu, 4 Juni 2014.
Untuk mengoptimalkan pengembangan Allianz Life Syariah, Abdul mengaku akan mendaftarkan agen yang dimiliki untuk mendapatlan licensi agen asuransi syariah. Licensi itu didapatkan setelah para agen melalui berbagai macam test dari AAJI dan AASI.
“Jadi, nanti akan ada dua kartu. Tidak hanya AAJI saja tapi juga AASI. Angka 800 ribu itu sudah luar biasa karena untuk mendaftar saja susah. Sistemnyaonline. Jadi, harus mengantri”, jelas Abdul.
Lebih lanjut Abdul mengungkapkan bahwa Allianz Life Syariah berharap semua agen yang ada bisa tersertifikasi. Dorongan terhadap kontribusi premi diharapkan bisa terus mengalami kenaikan dari waktu ke waktu.
“Apakah kita fokus kepada keagenan? Jawabanya iya tentu saja. Karena, pertumbuhan keagenan ini organik dan bisa kita control dengan baik”, tandasnya. (*)

Allianz Life Siapkan Tiga Produk Asuransi Mikro


Kantor Allianz; Perkuat kerja sama. (Foto: Budi Urtadi)

Pondasi yang perlu dimiliki dalam menggarap asuransi mikro adalah terus melakukan kerja sama dengan berbagai mitra yang mumpuni. Selain itu, membidik peluang yang ada. Angga Bratadharma
Jakarta–Allianz Life Indonesia menyatakan bahwa potensi bisnis asuransi mikro masih terbuka lebar. Namun, tidak dipungkiri pemasaran produk asuransi mikro masih banyak dihadapkan pada sebuah tantangan yang berbeda dan perlu ada solusi yang tepat untuk mengembangkan produk tersebut.
Head of Emerging Consumer Allianz Indonesia, Edi Yoga Prasetyo mengatakan, untuk menghadapi tantangan tersebut, Allianz Life Indonesia telah menyiapkan beberapa strategi produk dan model bisnis yang diuji cobakan pada tahun ini.
“Yang mudah dicapai adalah credit life. Tapi, masih ada tantangan lain yang harus diselesaikan dengan baik”, kata Yoga, saat Media Briefing mengenai Asuransi Mikro, di Kedai Kopi Enka Deli Square, Jakarta, Rabu, 11 Juni 2014.
Yoga menjelaskan, pondasi yang perlu dimiliki dalam menggarap asuransi mikro adalah terus melakukan kerja sama dengan berbagai mitra yang mumpuni. Selain itu, membidik peluang yang ada, terutama menjembatani keinginan para nasabah asuransi mikro.
Dalam rangka membangun bisnis asuransi mikro maka Allianz Life Indonesia telah bekerjasama dengan berbagai mitra yang ada. Karenanya, nasabah dari mitra yang diajak kerja sama juga merupakan nasabah Mikro Allianz Life Indonesia.
Dari kerja sama tersebut, Yoga tidak menampik masih banyak peluang yang bisa digarap. Yoga mengaku siap menjalankan go beyond credit life. Bahkan, untuk memperluas asuransi mikro, maka segala upaya terus dilakukan.
“Nasabah LKM (Lembaga Keuangan Mikro) yang diajak kerja sama kita itu meminta agar tidak hanya bisa meminjam tapi juga bisa menabung seperti menabung di bank pada umumnya. Disini bisa peluang untuk asuransi mikro”, jelas Yoga.
Selain itu, lanjutnya, Allianz Life Indonesia telah memiliki 3 produk asuransi mikro yang bisa ditawarkan dan menjadi pilihan bagi nasabah melalui berbagai macam mitra kerja sama yang sudah terjalin. Tiga pilihan tersebut ialah produk kecelakaan, kesehatan, dan kebakaran.
“Tapi, memang masih dalam skala pilot. Namun, kita harapkan bisa terus menumbuhkan bisnis asuransi mikro”, jelas Yoga. (*)

Asuransi Mikro di Indonesia Timur Belum Terjamah


Allianz; Perlu jaringan luas. (Foto: Budi Urtadi)

Luasnya wilayah Indonesia menjadi persoalan tersendiri. Pasalnya, masih banyak perusahaan asuransi belum secara signifikan masuk ke wilayah Indonesia bagian Timur. Angga Bratadharma
Jakarta–Meski pasar asuransi mikro di Indonesia masih terbuka lebar, tapi masih banyak perusahaan asuransi belum berminat menggarap produk tersebut di wilayah Indonesia bagian Timur. Dalam rangka memperebutkan ‘kue bisnis’ ini, asuransi di Tanah Air masih berfokus di Pulau Jawa.
Sebagaimana diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meluncurkan Grand Design Asuransi Mikro Indonesia pada 2013. Peluncuran tersebut dilakukan dalam rangka memperluas akses masyarakat akan industri asuransi.
Namun, luasnya wilayah Indonesia menjadi persoalan tersendiri. Pasalnya, masih banyak perusahaan asuransi belum masuk ke wilayah Indonesia bagian Timur. Padahal, bisnis asuransi terbuka lebar di wilayah tersebut.
Head of Emerging Consumer Allianz Indonesia, Edi Yoga Prasetyo mengungkapkan, hingga saat ini Allianz Life Indonesia belum berencana menggarap bisnis asuransi mikro di wilayah Indonesia bagian Timur, walau tidak memungkiri bahwa wilayah Indonesia bagian Timur menyimpan banyak potensi bisnis.
“Produk asuransi mikro itu secara konsep harus bersinergi dengan partner.Kita memang melihat potensi partner di Indonesia Timur. Tapi, kita tidak spesifik memang ke arah sana”, kata Yoga, kepada Infobank, di Kedai Kopi Enka Deli Square, Jakarta, Rabu, 11 Juni 2014.
Menurutnya, untuk masuk ke wilayah Indonesia bagian Timur dan menggarap bisnis asuransi mikro, maka kerja sama dengan partner yang ada menjadi penting. Kerja sama dengan lembaga keuangan mikro (LKM) setempat menjadi strategis dilakukan.
Yoga memandang, perluasan jaringan menjadi kunci untuk mengoptimalkan bisnis asuransi mikro di ujung Timur Indonesia tersebut. Kalaupun akan masuk, Allianz Life akan bersinergi dengan agen yang dimiliki yang memang berdomisili atau memiliki akses ke wilayah Timur Indonesia.
“Yang pasti, kita memperluas networking dengan teman-teman atau agen Allianz Life Indonesia. Karena networking ini perpanjangan tangan kita. Kalau memang partner yang didapatkan memiliki visi sama, maka bisa kita lanjutkan”, jelas Yoga. (*)

Allianz Utama Gandeng Euler Hermes Luncurkan Asuransi Kredit


Layanan Allianz; Kemudahan akses. 

Polis asuransi akan diterbitkan oleh Allianz Utama, sebagai perusahaan yang sama-sama bernaung di dalam Group Allianz. Sementara Euler Hermes akan berperan dalam kapasitasnya sebagai reasuransi. Angga Bratadharma
Jakarta–PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz Utama) melakukan kerja sama dengan Euler Hermes dalam meluncurkan Asuransi Kredit di Indonesia. Dengan produk ini, dunia usaha baik dalam pasar domestik maupun ekspor akan lebih mudah menjalankan bisnisnya.
“Perusahaan di Indonesia kini dapat menikmati akses terhadap solusi kredit perdagangan serta perlindungan terhadap piutang perusahaan yang tidak terbayarkan”, kata Head of Credit Insurance Division Allianz Utama, Ricky S. Natapradja, di Jakarta, Rabu, 18 Juni 2014.
Polis asuransi akan diterbitkan oleh Allianz Utama, sebagai perusahaan yang sama-sama bernaung di dalam Group Allianz. Sementara Euler Hermes akan berperan dalam kapasitasnya sebagai reasuransi dan mendukung Allianz Utama dalam memeriksa dan memonitor risiko-risiko kredit dari para nasabahnya.
Ricky mengatakan, biasanya besarnya akun piutang merupakan lebih dari sepertiga total aset perusahaan, namun masih seringkali asset ini berada tanpa ada perlindungan sehingga neraca dan arus kas perusahaan terancam terkena dampak negatif jika suatu waktu terjadi gagal bayar atas akun piutang.
Sebelumnya, pelaku usaha di Indonesia bergantung pada instrumen jaminan transaksi seperti letters of credit (L/C), namun dengan semakin ketatnya persaingan untuk meningkatkan peluang pertumbuhan yang menguntungkan, instrumen ini berada dalam tekanan yang semakin kuat.
Ricky menjelaskan, kegiatan usaha yang mengasuransikan kredit perdagangannya di Allianz Utama akan mengamankan arus kas-nya dari tagihan-tagihan yang tidak terbayarkan atau terjadinya kepailitan dari pihak pembayar dalam suatu kegiatan perdagangan.
“Kerja sama ini menawarkan akses yang lebih mudah terhadap Asuransi Kredit khususnya bagi perusahaan di Indonesia pada saat mereka bertumbuh di pasar domestik, regional maupun global”, ujar Ricky. (*)

Allianz Utama Buka Peluang Kerja Sama Asuransi Kredit


Kantor Asuransi; Perlu kajian mendalam. (Foto: Erman)

Tidak dipungkiri bahwa berbisnis di asuransi akan selalu ada klaim yang datang dari nasabah. Untuk menekan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, maka perlu ada kajian secara mendalam. Angga Bratadharma
Jakarta–Potensi bisnis asuransi kredit memang terbuka lebar, namun bukan berarti perusahaan asuransi sembarangan dalam melakukan kajian terhadap calon nasabah. Jika sembarangan, bukan keuntungan yang didapat melainkan kebuntuan.
Tidak dipungkiri memang bahwa berbisnis di asuransi akan selalu ada klaim yang datang dari nasabah. Untuk menekan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, maka perlu ada kajian secara mendalam dan matang.
Head of Credit Insurance Division Allianz Utama, Ricky S. Natapradja menilai, berbisnis produk asuransi kredit harus dilakukan secara baik dan penuh perhitungan. Jika pemasaran produk asuransi kredit sembarangan, maka tingkat rasio klaimnya bisa melebihi perolehan premi yang didapat dari nasabah.
“Klaim bisa tinggi karena underwriting atau evaluasi risikonya tidak prudent.Namanya juga manusia. Penjualannya asal gebuk”, kata Ricky, saat menjelaskan mengenai Asuransi Kredit, di Jakarta, Rabu, 18 Juni 2014.
Menurutnya, salah bila perusahaan asuransi berfokus pada perolehan nasabah dan premi terkait asuransi kredit. Tidak ada salahnya perusahaan asuransi benar-benar melakukan kajian terhadap calon nasabah asuransi kredit. Kajian secara matang akan memberikan keuntungan.
“Kita sebenarnya lebih senang bekerjasama dengan bank, karena bank sudah memiliki data untuk nasabah mereka. Asuransi kredit yang kita berikan akan menguntungkan bila perusahaan seperti bank”, jelas Ricky. (*)

Berikut Ini Empat Manfaat Asuransi Kredit


Layanan Asuransi; Meningkatkan kemampuan. (Foto: Budi Urtadi)
AAJI akan segera menerbitkan satu produk asuransi mikro untuk bisa dipasarkan anggotanya. Desainnya ditargetkan bisa rampung pada kuartal III tahun ini. Apriyani Kurniasih
Meningkatnya risiko terhadap suatu sektor dan keadaan suatu negara adalah alasan dibutuhkannya asuransi yang terkait dengan kredit, atau Asuransi Kredit. Angga Bratadharma
Jakarta–Dalam rangka mendukung pengembangan bisnis dan memacu kencang ekspansi bisnis yang dimiliki, perusahaan di Indonesia perlu menyadari pentingnya asuransi kredit. Namun, disayangkan bahwa market share asuransi kredit di Indonesia masih terbilang kecil.
Head of Credit Insurance Division Allianz Utama, Ricky S. Natapradja mengatakan, meningkatnya risiko terhadap suatu sektor dan keadaan suatu negara adalah alasan dibutuhkannya asuransi yang terkait dengan kredit, atau asuransi kredit. Hal ini juga seiring bertumbuhnya perekonomian negara tersebut.
“Penetrasi asuransi kredit di Indonesia masih rendah dibandingkan pasar yang sudah maju seperti di Eropa dan di Asia. Karenanya, perlu terus didorong”, jelas Ricky, kepada wartawan, di Allianz Tower, Jakarta, Rabu, 18 Juni 2014.
Ricky menjelaskan, setidaknya terdapat empat manfaat bagi perusahaan di Indonesia yang telah menggunakan asuransi kredit, yakni pertama, mampu meningkatkan kemampuan di tengah-tengah persaingan. Hal ini terlihat dari sisi kemampuan perusahaan untuk menjalankan suatu proyek dengan aman tanpa ada rasa takut gagal bayar.
“Misalkan saja pembeli mau bekerjasama dengan perusahaan A, tapi ternyata perusahaan A minta ada jaminan dari bank. Pembeli akhirnya memilih perusahaan B yang sudah menggunakan asuransi kredit. B akan mempersilahkan kepada pembeli tanpa ada jaminan dari bank karena sudah ada asuransi kredit itu”, jelas Ricky.
Kedua, membantu arus cash flow. Pada sisi ini suatu perusahaan akan lebih mudah melakukan ekspansi bisnis karena segala sesuatunya sudah dikaji dengan baik. Ketiga, encourages loyalty. Keempat, efisiensi. Pada aspek ini, Allianz Utama akan membantu melakukan penagihan bagi mitra dari nasabah yang bermasalah dengan pembayaran.
“Kami yakin bahwa investasi yang kami lakukan untuk meluncurkan produk asuransi kredit akan mendorong pertumbuhan yang signifikan dan tajam di Indonesia”, ungkap Ricky. (*)
@Angga1587

AAJI: Asuransi Mikro Dongkrak Jumlah Tertanggung


Menakar Risiko Kemiskinan dengan Produk Asuransi Kesehatan




Masyarakat perlu mengetahui bahwa produk asuransi merupakan bantalan untuk tidak jatuh lebih dalam dari lembah kemiskinan. Angga Bratadharma
Jakarta–Penetrasi asuransi di Indonesia masih belum menembus angka 5%. Persoalan seperti minimnya kesadaran masyarakat akan perlindungan asuransi ditenggarai menjadi persoalan besar dan pekerjaan rumah (PR) yang perlu diselesaikan oleh industri asuransi dan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Masyarakat juga perlu mengetahui bahwa produk asuransi merupakan bantalan untuk tidak jatuh lebih dalam dari lembah kemiskinan. Sebut saja produk asuransi kesehatan. Produk yang ditawarkan perusahaan asuransi memiliki manfaat yang membuat tertanggung terlindungi dari biaya yang memberatkan ketika bencana sakit menerjang.
Tidak dipungkiri memang masyarakat masih memandang apa yang dibayarkan harus dirasakan secepat mungkin. Selain itu, masyarakat juga masih sering merasa rugi ketika membayarkan sejumlah uang yang merupakan premi kepada perusahaan asuransi, tapi tidak dapat dikembalikan dalam bentuk bunga, minimal dikembalikan tanpa berkurang nilai uangnya.
Padahal, sejatinya masyarakat perlu mengetahui sejumlah premi yang dibayarkan tertanggung kepada perusahaan asuransi tidak bisa dikembalikan dalam bentuk uang yang sama jumlahnya ketika disetorkan. Namun, perusahaan asuransi akan mengembalikan dalam bentuk benefit yang sudah disepakati antara tertanggung dengan penganggung, yang dalam hal ini adalah perusahaan asuransi.
Katakanlah berbicara soal produk asuransi kesehatan, masyarakat akan terlindungi dari beragam penyakit, sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan. Dengan sejumlah uang yang disetorkan maka masyarakat tidak perlu merasa takut ketika bencana penyakit datang akan menggerogoti pula kocek. Namun, perusahaan asuransi akan berada digarda depan untuk menekan persoalan tersebut.
Secara prinsip, asuransi bukanlah investasi seperti tabungan atau deposito. Asuransi merupakan perlindungan diri yang sifatnya menyebar risiko terhadap bencana yang datang sewaktu-waktu, seperti kehilangan kendaraan, properti kebakaran, ataupun penyakit yang datang secara mendadak. Dalam hal ini, produk asuransi memberikan peyebaran risiko sehingga dampak ‘kemiskinan’ tidak signifikan.
Mungkin hampir sebagian masyarakat memandang biaya premi asuransi kesehatan menjadi pertimbangan dalam memilih polis asuransi. Namun, tidak ada salahnya menakar biaya premi yang dikeluarkan dengan manfaat yang ditawarkan. Masyarakat peru memahami persyaratan sebelum memutuskan untuk memilih polis asuransi. Ini menjadi penting agar masyarakat bisa menghitung apakah manfaat yang diterima sesuai dengan biaya premi yang dilakukan.
Untuk diketahui, premi asuransi kesehatan itu ditentukan berdasarkan oleh beberapa faktor, seperti umur, jenis kelamin, riwayat kesehatan calon nasabah, dan juga manfaat kesehatan yang diinginkan. Berdasarkan hal tersebut perusahaan asuransi akan melakukan perhitungan untuk nantinya menemukan berapa premi asuransi yang ditetapkan.
Pada aspek ini masyarakat perlu memperhatikan apakah manfaat kesehatan yang diperlukan sudah dapat diakomodasi oleh produk asuransi yang ditawarkan. Terpenting adalah masyarakat mendapatkan kenyamanan dari polis asuransi yang dipilih. Jangan sampai salah memilih karena berkaitan dengan tingkat kenyamanan dalam membayarkan premi dan kenyamanan menerima manfaat produk tersebut.
Country Manager dan Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling mengatakan, membeli produk asuransi tidak seperti membeli rumah atau mobil. Manfaat yang diberikan akan berbeda. Produk asuransi bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu ketika risiko datang. “Masyarakat harus bisa memahami asuransi dan kenapa mereka harus punya. Kita bisa memutuskan membeli rumah, gadget, dan lain-lain. Tapi, kita harus memahami kapan kita terkena risiko penyakit”, ungkap Joachim, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Joachim juga menghimbau agar masyarakat jangan membeli produk asuransi ketika risiko tengah terjadi atau telah terjadi. Perusahaan asuransi tidak akan mau karena risiko tersebut sudah terjadi atau tengah terjadi. Untuk itu, masyarakat perlu melindungi diri dengan asuransi sebelum risiko itu terjadi. “Jangan mengatakan tidak akan terjadi apa-apa pada saya. Saya sehat seperti superman. Tapi, ketika sakit baru bilang saya mau beli asuransi dong. Perusahaan asuransi tidak mau. Manfaat asuransi bisa didapatkan nantinya”, ujarnya.
Tidak dipungkiri kesadaran masyarakat berasuransi dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan, walau memang tidak signifikan. Peningkatan tersebut terjadi lantaran masif dan kontinu-nya kegiatan sosialisasi yang dilakukan pelaku industri asuransi dan juga pemerintah.
Namun, bagi masyarakat yang belum memahami asuransi, maka tidak ada salahnya mencari tahu dan memahami produk asuransi terlebih dahulu sebelum hendak membeli. Masyarakat perlu melakukan sejumlah kegiatan untuk mencari tahu mengingat sebelum membeli produk asuransi biasanya muncul pertanyaan-pertanyaan seputar perusahaan asuransi mana yang bagus dan produk asuransi apa yang mampu mengakmododasi kebutuhan hidup.
Berangkat dari persoalan tersebut, setidaknya ada beberapa tips yang bisa diberikan bagi masyarakat yang baru pertama kali membeli produk asuransi kesehatan. Pertama, pahami lebih dulu mengapa Anda membutuhkannya. Kebanyakan orang mungkin memerlukan asuransi kesehatan untuk kebutuhan-kebutuhan tertentu. Jangan membeli polis hanya karena terpengaruh orang atau agen dan mengesampingkan kebutuhan diri Anda sendiri.
Kedua, tentukan jumlah cakupan yang Anda butuhkan. Misalnya dengan mengeluarkan uang sekian Anda mendapatkan manfaat dengan cakupan yang sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengetahui hal tersebut maka tidak ada salahnya bertanya dengan agen asuransi atau orang yang memahami hal tersebut.
Ketiga, carilah jenis polis yang tepat. Setelah mengetahui berapa banyak cakupan yang Anda butuhkan, Anda dapat menentukan jenis polis terbaik untuk memenuhi kebutuhan Anda. Keempat, lihatlah kualitas perusahaan asuransi yang akan Anda pilih. Anda dapat mencari tahu tentang hal itu melalui media, laporan keuangan, atau website perusahaan asuransi.
Kelima, berkonsultasilah dengan orang yang sudah paham asuransi. Anda juga dapat berkonsultasi dengan agen ataupun penasihat keuangan. Seorang profesional keuangan, misalnya, dapat membantu Anda menghitung dengan mempertimbangkan faktor keuangan serta kebutuhan Anda dan keluarga. (*)