Rabu, 14 Januari 2015

Korban AirAsia QZ8501 Peserta BPJS akan Dapat Klaim 48 Kali Gaji

Kamis, 08/01/2015 11:51 WIB

Mega Putra Ratya - detikNews

Jokowi menerima BPJS/Setpres
Jakarta - Korban AirAsia QZ8501 yang menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan akan mendapat klaim sebesar 48 kali gaji.

"Terkait AirAsia, mereka yang terdaftar sebagai peserta kami mendapatkan klaim. Kami bayarkan 48 kali upah mereka," ujar Direktur BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Masassya usai bertemu Presiden Jokowi di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2015).

Menurut Elvyn, bila gaji korban Rp 10 juta maka klaim yang harus dibayar BPJS Rp 480 juta. "Kalau upahnya Rp 1 juta dapatnya 48 juta," tuturnya.

Jumlah orang di pesawat Airbus A320-200 itu terdiri dari 155 penumpang dan 7 kru. Basarnas hingga hari ini telah menemukan 40 jasad korban.

Pihak maskapai AirAsia menyebut kru tujuan Surabaya-Singapura itu terdiri dari pilot Kapten Iriyanto, Kopilot Remi Emmanuel P, awak kabin Wanti Setiawati, Khairunnisa Haidar Fauzi, Oscar Desano, Wismoyo Ari Prambudi dan teknisi Saiful Rahmat. Jasad Khairunnisa sudah dimakamkan di Palembang dan Wismoyo di Klaten. 

MIMPI BURUK DAN PERATURAN BPJS YANG ANEH




pic.from: danbomurah.blogspot.com
pic.fromdanbomurah.blogspot.com
Malam itu hujan rintik-rintik. Angin berhembus dengan kencang. Cuaca memang sedang tidak bersahabat belakangan ini. Siang panas terik, malam angin kencang membawa hembusan dingin yang menusuk hingga tulang. Ini bukan penggalan lagu atau cerita, tapi pengalaman buruk saya di suatu malam.
Saya dengan pak suami membawa Mayra, si tengah saya, yang sedang demam. Sudah 3 hari dia demam, dan dari hasil cek darah di klinik dekat rumah 3 hari sebelumnya, dia positif tipes (saya nggak tahu cara nulis penyakit tipes ini, jadi saya tulis sesuai bacanya aja deh). Karena panasnya sudah 3 hari, saya paksa dia bawa ke rumah sakit.
Di satu rumah sakit di daerah Ciputat dengan inisial S.A., saya ke UGD. Penanganannya cukup cepat, dan dokter juga segera memeriksa May. Dari hasil lab 3 hari yang lalu, dokter langsung menyuruhnya dirawat. Saat itu dia khawatir karena trombositnya May 167rb. Saya pun ke bagian pendaftaran untuk mencari kamar. Di sana saya menyerahkan kartu BPJS, dan tak lama diberitahu bahwa kamar kelas 1 hingga kelas 3 untuk anak penuh.
Saya tanya, “kalau saya tidak pakai BPJS, ada kamar?” Karena saya pikir untuk BPJS dikasih kuota atau apa. Tapi susternya bilang kalau mereka tidak membedakan BPJS dengan yang biasa. Kalau ada kamar kosong pasti mereka akan berikan. Oke sip. Dan suster pendaftaran itu menyarankan untuk minta obat saja sama dokter buat malam ini, dan besoknya balik lagi, siapa tahu ada yang pulang.
Saya pun menyampaikan hal ini pada dokter. Tapi dokter bersikeras untuk memberi rujukan, karena alasannya trombositnya sudah sangat mepet ke batas normal (normalnya 150rb – 400an ribu gitu saya lupa) Saya pun bertanya rumah sakit mana yang menerima BPJS karena saya sama sekali belum pernah menggunakan kartu ini. Dokter tersebut menyebut RSUD Tangerang Selatan dan Fatmawati. Saya tanya RS yang dekat dengan rumah apakah menerima, ternyata ada yang menerima BPJS, ada juga yang tidak. Oh, masih begitu ya? Kirain kalau sudah wajib punya BPJS, semua rumah sakit akan bekerja sama, mau itu swasta atau yang premier sekali pun.
Anyway, singkat cerita saya ke RSUD, karena yang terdekat. Sampai di UGD sana, tanpa diperiksa (kami masih berdiri di depan pintu!) dan dokternya terlihat enggan, bilang kalau semua kamar penuh. OK. Dari pada dibahas soal attitude dokter RSUD yang memang sudah jempol turun, saya ceritakan saja bagaimana di tengah angin kencang dan gerimis itu kami harus mencari rumah sakit lain, dan akhirnya pilihan jatuh ke RS yang tidak begitu jauh dari rumah, kita sebut saja inisialnya B.B.H.
e-ID BPJS
e-ID BPJS
Sesampainya di UGD dengan membawa surat rujukan dan hasil test darah 3 hari yang lalu, dokter jaga (sekali lagi tanpa memeriksa anaknya) hanya melihat hasil lab tsb bilang kalau dia tidak melihat keharusan untuk dirawat. Karena dia lihat trombosit masih 167rb.
“Panasnya sejak kapan?” tanyanya.
“Kamis malam.” Dan itu sudah hari Minggu.
Dia hitung-hitung. “Oh, baru 3 hari ya?”
Baru? BARU? Dia bilang 3 hari panas itu BARU? Terus terang saya emosi, tapi saya coba tahan. Bisa bayangkan jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, dan tanpa periksa sama sekali, dokter itu bilang seperti itu.
“Saya tidak masalah kalau memang anak saya harus pulang.” Saya bicara dengan nada rendah. Asli mau nangis! “Tapi saya minta tolong untuk dicek lagi saja darahnya, karena itu hasil lab hari Jumat.”
Baru deh si dokter lihat tanggal di kertas hasil lab. “Oh, ini test hari Jumat ya?”
*PLAK!* Rasanya dia yang kuliah kedokteran ya? Saya kan cuma pustakawan yang bloon soal medik.
Akhirnya May diambil darah lagi, dan hasilnya trombosit 110rb. See? SEE? Kalau saya nggak ngotot, apalah jadinya? Tapi saya diam aja. Saya biarkan dokter itu bicara. Dan bukannya nyuruh buru-buru ke pendaftaran untuk cari kamar, beliau, dokter yang terhormat ini, bilang begini:
“Ibu pulang saja dulu, besok ke sini lagi. Dan kita cek lagi darahnya.”
HA? Saya melongo. M-mak-maksud si dokter apa ya? Saya masih belum bisa mencerna. Pulang? Sebego-begonya saya yang nggak punya ijazah kedokteran, saya tahu kalau trombosit udah dibawah batas normal itu artinya udah nggak normal!
“Maksud dokter?” Saya kasih kesempatan dia buat njelasin pernyataan (maaf) bloonnya barusan.
“Iya, ibu mau pakai BPJS kan? Kalau pake BPJS, trombosit harus di bawah 100.”
WHAT THE #@$%^&*!!!
“Jadi tunggu anak saya kritis dulu, baru ditangani, begitu?” Saya sudah emosi. Sakit jiwa kali ya? Peraturan sampah macam apa ini? Saya udah bayar kartu itu sejak beberapa bulan yang lalu, tapi nggak bisa dipakai karena peraturannya sampah!
“Ibu, bukan kami yang membuat peraturan.”
Oke, OKE! Bukan mereka yang buat peraturan. Tarik napassss… Keluariiiinnn… Tarik lagi…. ISTIGHFAR.
“Saya nggak pakai BPJS, tolong tangani anak saya.”
Baru deh, setelah saya keluarkan pernyataan itu, ada tindakan dari mereka.
Boneka-danbo-patah-hati
pic.fromdanbomurah.blogspot.com
So, kita wajib nih bikin kartu BPJS, tapi peraturan yang dibuat benar-benar nggak masuk akal saya sebagai seorang ibu yang panik, dan sedih anaknya sakit. Bahkan di UGD rumah sakit pertama yang saya datangi, saya baca peraturan emergency yang bisa menggunakan kartu BPJS, di antaranya adalah jika panas badan sudah 39 derajat. Oh my! Padahal May panasnya gak sampe 39 udah tipes, gimana kalau harus nunggu 39 dulu baru dibawa karena ingin pakai BPJS? Bagus kalau masih sempat ditangani, kalau keburu ‘lewat’? Naudzubillah…
Sebenarnya saya sangat mendukung lho program BPJS ini, buktinya saya langsung membuatkan untuk keluarga saya. Cuma yang bayi aja belum nih, karena belum sempat. Tapi sekarang saya jadi galau. Satu sisi semua orang wajib pakai BPJS, tapi kalau peraturannya harus nunggu panas 39 dan trombosit di bawah 100, dan mungkin banyak peraturan lain yang tidak tersosialisasikan dengan jelas, gimana saya nggak merasa rugi bayar? Mending uangnya saya tabung untuk uang kesehatan sendiri aja. Atau pakai asuransi swasta saja yang jelas manfaatnya.

sumber: link

Senin, 05 Januari 2015

Selain AirAsia, Allianz Juga Tanggung Asuransi Dua Pesawat Malaysia Airllines

Angga Aliya - detikfinance

Rabu, 31/12/2014 11:44 WIB

//images.detik.com/content/2014/12/31/4/114656_airasia46.jpgFoto: Reuters
Jakarta -Allianz merupakan penanggung utama dari insiden pesawat AirAsia QZ8501. Perusahaan asuransi asal Jerman itu juga tahun ini sudah menanggung klaim dua pesawat Malaysia Airlines.

Dua pesawat itu adalah MH370 yang hilang di Samudera Hindia Maret silam, dan MH170 yang ditembak jatuh saat terbang di wilayah udara Ukraina pada Juli.

Dengan demikian, kecelakaan pesawat AirAsia ini merupakan insiden terbesar ketiga yang ditanggung Allianz. Salah satu perusahaan asuransi terkemuka sudah menyatakan siap untuk membayar klaim pesawat dan penumpang yang jadi korban.

"Masih terlalu dini untuk berkomentar atas insiden ini. Kami berduka dan tetap mendoakan untuk semua pihak yang terkena imbas dari kecelakaan ini," kata Allianz dalam keterangan tertulis yang dikutip Reuters, Rabu (31/12/2014).

Klaim untuk pesawat diperkirakan sebesar US$ 94 juta. Sementara masing-masing penumpang yang jadi korban, keluarganya dapat santunan US$ 165.000 atau sekitar Rp 2 miliar.

Tim SAR Gabungan hari ini masih melakukan evakuasi jenazah para korban setelah lokasi diduga jatuhnya pesawat sudah diketahui. Cuaca buruk tadi pagi sedikit menghambat proses evakuasi.

Sampai saat ini sudah ada enam jenazah yang berhasil dievakuasi ke KRI Bung Tomo. Jenazah akan dibawa ke Pangkalan Bun sebelum diterbangkan ke Surabaya.

AIRASIA HILANG: Asuransi Allianz Bakal Tanggung AirAsia QZ8501



Bisnis.com, HONGKONG - Korporasi asuransi asal Jerman, Allianz, dipastikan menjadi penanggung dalam kecelakaan pesawat Airbus A320-200 AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 yang hilang di perairan Belitung.

“Kami bisa mengkonfirmasi bahwa Allianz Global Corporate & Specialty UK adalah reasuradur utama bagi rangka pesawat dan asuransi kewajiban ,” kata juru bicara Allianz dalam keterangannya kepada Reuters, Senin (29/12/2014).

Pihak Allianz menolak untuk memberi pernyataan mengenai jumlah eksposur (risiko kerugian) terkait pesawat jurusan Surabaya-Singapura berpenumpang 162 orang yang diketahui hilang pada Minggu (28/12) tersebut.

“Terlalu dini untuk berkomentar mengenai kecelakaan pada tahap ini, kecuali mengatakan perhatian dan belasungkawa terhadap mereka yang terkena dampak dari hilangnya penerbangan ini,” kata Allianz.

Kantor berita Reuters sendiri menghitung pembayaran paling sedikit untuk menjamin kecelakaan ini mencapai sekitar US$100 juta (sekitar Rp1,2 triliun). Allianz dan perusahaan yang menjalin kerja sama koasuransi akan membayar tagihan untuk biaya hilangnya AirAsia dan pembayaran kepada keluarga penumpang.

Harga Airbus 320 sendiri diperkirakan mencapai US$94 juta serta taksiran kewajiban terhadap penumpang (passenger liability) diperkirakan mencapai US$27 juta untuk 162 penumpang (per orang diperkirakan $165.000).

Reuters mengutip satu laporan dari Allianz yang menjelaskan bahwa kecelakaan pesawat tercatat menjadi empat dari 10 teratas klaim asuransi utama yang tidak terkait dengan bencana alam sejak Januari-Agustus 2014.

Sementara itu, perusahaan pialang asuransi yang bekerjasama dengan AirAsia adalah JLT (Jardine Lloyd Thompson) Group yang berbasis di Inggris.

Senin, 29 Desember 2014

Mau Cepat Kaya? Selalu Bagi Penghasilanmu Jadi 5 Bagian

Li Ka-Shing, pengusaha terkenal dari Hongkong membagikan caranya untuk menjadi kaya dalam waktu singkat. Orang yang juga dikenal sebagai orang terkaya di Asia ini memiliki cara unik yang bisa kita tiru jika mau berkembang pesat sebagai seseorang yang sukses.
Disini kamu bisa tahu bagaimana Li Ka-Shing mengalokasikan pendapatan dan bertingkah laku sebelum, selama dan setelah ia menjadi orang sukses. Penasaran kan?

Tentang Mengalokasikan Pendapatan


1. Selalu Bagi Pendapatanmu Jadi 5 Bagian

Selalu pisahkan jadi 5
Berapapun Penghasilanmu Selalu Pisahkan Jadi 5 Bagian
Menurut Li, apapun yang terjadi dan tidak peduli berapa pun penghasilanmu — kamu harus membaginya menjadi 5 bagian. Dengan begitu kamu dapat mengatur pengeluaranmu dengan baik.

2. Dana 1: Biaya Hidup

Biaya hidup
Gunakan Sebagian Pengahasilanmu Untuk Hidup Sehari-hari via images.bwbx.io

“Pilih makanan yang murah. Untuk sarapan kamu cuma perlu susu dan telur. Makan siang bisa kamu isi dengan menu sederhana dan buah. Memasaklah sendiri untuk makan malam. Menunya cukup dua jenis sayur dan segelas susu sebelum tidur. Selama badanmu masih muda, kamu tidak akan bermasalah dengan pola makan seperti ini”.

3. Dana 2: Menjamu Teman

Biaya sosial
Sisihkan Penghasilanmu Untuk Biaya Sosial via images.bwbx.io
“Perluas pergaulanmu. Ini akan membuat kamu jadi pribadi yang berkembang. Gunakan uang ini untuk biaya telepon dan mentraktir teman. Ingat, teman yang kamu jamu haruslah yang lebih dari kamu. Dia harus punya semangat yang lebih darimu, lebih kaya dari kamu atau punya pengaruh dalam perkembangan karirmu. Dalam setahun, kamu akan punya banyak teman. Dan dikenal sebagai orang yang baik dan pemurah”

4. Dana 3: Dana Belajar


Biaya belajar
Pisahkan Penghasilanmu Untuk Beli Buku dan Ikut Pelatihan via images.bwbx.io

“Karena kamu belum punya banyak uang, kamu harus fokus ke belajar. Sisihkan uang untuk beli buku setiap bulan. Resapi dan pelajari apa yang diajarkan di buku itu. Setelah selesai membaca, tuliskan lagi isi bukunya sesuai dengan pemahamanmu. Jangan ragu-ragu juga untuk mengikuti pelatihan yang bisa meningkatkan kemampuanmu”


5. Dana 4:  Uang Untuk Wisata


Dana wisata
Gunakan Sebagian Penghasilanmu Untuk Berlibur via images.bwbx.io
 “Pergilah berwisata minimal sekali setahun. Tinggal saja di hotel yang murah agar mengemat biaya. Gunakan kesempatan ini untuk mengisi ulang energimu agar kamu tetap bersemangat dalam bekerja”

6. Dana 5: Dana Investasi

Dana Investasi
Manfaatkan Penghasilanmu Untuk Berinvestasi via images.bwbx.io
“Belajarlah untuk berinvestasi. Masukkan uang ke bank sebagai modal awal. Cara termudah adalah datang ke penjual grosir, lalu cari barang yang bisa kamu jual lagi. Saat kamu sudah bisa menghasilkan uang dari bisnis kecil-kecilan ini, kamu akan bersemangat untuk belajar bisnis lebih banyak lagi”

7. Berhematlah Soal Belanja Pakaian

Hematlah belanja pakaian
Jangan Belanjakan Uang Terlalu Banyak Untuk Pakaian via images.bwbx.io
“Tekanlah pengeluaranmu untuk belanja pakaian. Kamu bisa beli semua yang kamu mau saat kamu sudah kaya nanti. Lebih baik gunakan uangmu untuk membeli kado bagi orang-orang terdekat. Jelaskan kepada mereka impian, cita-cita dan apa yang sedang kamu kerjakan untuk mencapainya. Buat mereka paham kenapa kamu sangat berhemat”


Tentang Mengobarkan Semangat Kerja



8. Setahun Pertama Belum Juga Naik Gaji?

Kenaikan gaji setelah 1 tahu
Harus Merasa Malu Jika Dalam Setahun Gajimu Tidak Naik via images.bwbx.io
“Kalau kamu sudah berjuang selama 1 tahun dan belum juga naik gaji, itu tandanya kamu tidak berkembang sebagai individu. Pergilah ke supermarket terdekat, beli tahu yang terkeras yang bisa kamu temukan. Pukul kepalamu dengan tahu itu. Kamu pantas mendapatkannya”

9. Jangan Cepat Puas

Cari pekerjaan tambahan
Jika Gajimu Naik Hanya 15% Kamu Harus Cari Pekerjaan Tambahan via images.bwbx.io
“Saat gajimu naik tapi masih sekitar 15%, itu artinya kamu harus mencari pekerjaan tambahan. Cobalah berjualan. Menjadi pedagang memang menantang, tapi kamu akan banyak belajar soal apa yang bisa diterima pasar dan apa yang tidak. Kamu juga akan bertemu orang-orang yang akan berpengaruh bagi karirmu kelak. Hampir semua pengusaha sukses adalah pedagang yang baik”

Tentang Bersikap Saat Masih Miskin dan Saat Sudah Kaya


10. Perbuatan Baik dan Kekayaan

Berbuat baik
Berbuat Baik Kepada Orang Lain Waktu Miskin, Ketika Kita Kaya Orang Pun Akan Berbuat Yang Sama viaimages.bwbx.io
“Jika merasa dirimu miskin, belanjakan uangmu untuk orang lain. Saat kamu sudah kaya, barulah belanjakan uang untuk dirimu sendiri. Kebanyakan orang justru melakukan yang sebaliknya.”

11. Kamu Harus Keluar dan Rela Dimanfaatkan Saat Masih Miskin

Relakan dirimu dimanfaatkan
Biarkanlah Dirimu Dimanfaatkan Ketika Miskin, Karena Itu Tak Akan Terjadi Lagi Ketika Kamu Kaya viaimages.bwbx.io
“Ketika dirimu masih miskin, keluarlah lebih banyak dan jangan sering di rumah. Saat sudah kaya, kurangilah intensitas keluar dan habiskan lebih banyak waktu di rumah. Ini adalah seni kehidupan yang sering dilupakan orang”

12. Pemurahlah Saat Miskin, Jangan Menghamburkan Uang Saat Kaya

Jangan foya-foya
Kamu Harus Loyal Pada Orang Lain, Jangan Foya-foya via images.bwbx.io
“Saat kamu masih miskin, belanjakanlah uang agar orang lain bisa melihat. Saat sudah kaya, jangan biarkan orang lain melihat kamu sebagai pribadi yang suka berfoya-foya. Dengan melakukan ini hidupmu akan mencapai titik keseimbangan”

Muda, Miskin, Tapi Ingin Kaya? Bisa Kok!


13. Kamu gak Perlu Takut Miskin

Muda dan miskin, gak masalah
Tidak Ada Yang Salah Dengan Menjadi Muda Dan Miskin via images.bwbx.io
“Yang harus kamu tahu adalah bagaimana berinvestasi untuk meningkatkan kemampuanmu. Kamu harus memahami apa yang paling penting di hidupmu, di bagian mana kamu harus menginvestasikan waktu dan tenaga lebih banyak.”

14. Semua Bisa Direncanakan

Bisa direncanakan
Hidup Bisa Didesain, Karir Bisa Direncanakan, Mulailah Tentukan Langkahmu Dari Sekarang viaimages.bwbx.io
“Hal-hal baik yang terjadi dalam hidup bisa direncanakan. Kebahagiaan bisa diatur. Kamu harus turun tangan untuk mengaturnya mulai dari sekarang”

Artikel ini disadur dengan perubahan dari laman E-27. Artikel asilinya bisa dilihatdisini.

Kamis, 18 Desember 2014

9 Keputusan Finansial yang Tak Boleh Kamu Tunda Lagi di Usiamu yang 20-an Ini

Semakin bertambahnya usia, semakin bertambah pula kebutuhanmu — termasuk dalam hal finansial. Ketika kamu masih ditanggung orangtua dulu, mungkin kamu tidak pernah punya rencana apapun tentang kebutuhan finansialmu. Namun setelah mulai hidup mandiri seperti saat ini, barulah kamu mengerti betapa melek finansial sejak dini itu penting!
Tenang saja, tak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu. Demi masa depan yang menjanjikan nanti, kamu harus segera melakukan perubahan dalam urusan finansialmu saat ini. Berikut ini adalah 9 keputusan dalam kebutuhan finansial yang harus kamu ambil sekarang juga!

1. Uang Adalah Sumber Daya Paling Penting yang Kamu Punya. Monitor Baik-Baik Bagaimana Kamu Menghabiskannya.

Catat pengeluaranmu setiap kali; setiap waktu.
Catat pengeluaranmu setiap kali; setiap waktu. via www.thepurpletouch.com
Seringkali, kita tidak begitu peduli kemana saja perginya uang kita. Malas rasanya mencatat secara rinci pengeluaran-pengeluaran kecil seperti makanan warung dangame center. Alhasil, kita lebih memilih hanya memikirkan cara agar uang bulanan kita bisa mencukupi kebutuhan hidup selama satu bulan. Asalkan cukup, kita merasa tak ada yang salah dalam urusan finansial kita, dan kita tak perlu mengecek semua transaksi yang telah kita lakukan.
Padahal, ini bukan cuma soal bokek-tidaknya kamu. Ini adalah soal mencegahmu melakukan berbagai keputusan finansial yang tak bijak kamu lakukan.
Mulai saat ini, selalu monitori semua transaksi keuanganmu setiap harinya. Kamu harus tahu kemana saja dan untuk apa uangmu kamu gunakan, bahkan hingga hal-hal kecil. Melakukan monitoring adalah langkah awalmu untuk melakukan rencana pengelolaan uangmu. Dengan monitoring, kamu akan dapat memperkirakan:
  • Seberapa banyak kamu mengeluarkan uang untuk kegiatan-kegiatan tertentu
  • Apa dari pengeluaranmu saat ini yang sebenarnya bisa kamu potong
  • Seberapa besar sebaiknya uang yang kamu simpan untuk tabungan
Dengan mengetahui jumlah pengeluaranmu itu, kamu jadi tahu mana yang menguntungkan dan merugikanmu. Kamu jadi lebih bisa selektif dalam melakukan transaksi jual beli, dan pada akhirnya, kamu bisa lebih berhemat!


2. Jangan Pernah Merasa Aman Pada Satu Sumber Penghasilan. Cari Cara Agar Punya Penghasilan Tambahan.

Bisnis online di rumah sebagain penghasilan tambahan
Bisnis online di rumah sebagai penghasilan tambahan via jewelpie.com
Jika selama ini kamu hanya mengandalkan satu penghasilan hanya dari satu pekerjaan saja, mulailah cari cara lain untuk menambah pundi-pundi uang di dompetmu. Seyakin apapun dirimu pada perusahaan tempatmu bekerja saat ini, tidak ada yang bisa menjamin apa yang terjadi esok hari.
Selain merencanakan sebuah keberhasilan, kamu juga harus membayangkan kalau kamu selalu bisa gagal.
Jika suatu saat nanti kamu tiba-tiba harus berhenti dari pekerjaan utamamu, kamu masih memiliki penghasilan cadangan yang bisa menyelamatkamu.
Kamu bisa mencari pekerjaan sampingan yang lebih ringan dari pekerjaan utamamu. Bisa sebagai seorang pekerja paruh waktu, usaha bisnis kecil-kecilan di rumah, menjadi seorang penjual perantara (dropship), dan sebagainya. Dengan menambah penghasilan dari pekerjaan sampingan, kamu tak akan terlalu bergantung pada penghasilan utamamu. Lebih dari itu, penghasilan totalmu akan bertambah, sehingga kamu punya uang lebih untuk disimpan sebagai tabungan.


3. Paksalah Dirimu Untuk Menabung dan Membayar Tagihan di Awal Bulan

Utamakan menabung dan membayar
Utamakan menabung dan membayar via asianbankingandfinance.net
Setiap kali menerima uang gaji atau uang saku dari orangtuamu, biasakanlah untuk langsung menyimpannya. Jika kamu memiliki tagihan pembayaran atau hutang, langsung segera gunakan uangmu untuk membayar tgaihan pembayaran dan hutang tersebut.
Ingat, tabungan itu diambil dari awal pendapatanmu, bukan dari sisa uangmu.
Tinggalkan kebiasaan untuk menghambur-hamburkan uang setelah menerima gaji. Utamakan dulu untuk menabung dan kewajiban membayar tagihan atau hutang. Saat kamu membiasakan untuk langsung menabung, kamu akan terhindar dari godaan untuk menghamburkan uang. Sedangkan membiasakan untuk langsung membayar tagihan dan hutang akan membantumu terhindar dari lilitan bunga hutang.


4. Pastikan Kamu Punya Dana Cadangan, Supaya Tak Mendadak Jatuh Miskin Saat Musibah Menimpa

Kamu bisa jatuh sakit kapan saja
Kamu bisa jatuh sakit kapan saja via suara.com
Uang cadangan atau dana darurat adalah bentuk antisipasi kita terhadap kondisi keuangan di masa depan. Memiliki dana cadangan dapat memastikan bahwa kamu terlindungi dari keadaan krisis keuangan yang darurat. Kebanyakan profesional keuangan menyarankan bahwa kita harus memiliki jumlah uang sebanyak 3-6 bulan gaji yang kita terima.
Ketika musibah besar seperti PHK, kecelakaan, atau sakit parah tak memungkinkanmu untuk bisa segera bekerja kembali, dana darurat itu bisa kamu gunakan untuk memenuhi kebutuhanmu dalam jangka pendek. Ini akan menghindarkanmu dari kerepotan atau rasa gengsi yang akan menghinggapi ketika kamu berusaha mencari hutang.
Yang tak kalah penting lagi adalah cara penyimpanan uang cadanganmu. Kamu bisa menyimpannya melalui tabungan biasa, deposito, maupun reksa dana pasar uang. Dari ketiga cara itu, pilihlah yang paling tepat untukmu.

5. Walau Masih Muda, Mulailah Untuk Mencari Alternatif Penyimpanan Uang  Jangka Menengah dan Panjang

Buat tabungan jangka menengah - panjang
Buat tabungan jangka menengah – panjang via sharingbisnis1.blogspot.com
Menabung itu penting, tapi jangan pernah merasa cukup aman jika caramu menyimpan uang hanya dengan menabung di bank saja. Menyimpan dalam bentuk tabungan di bank tidak akan pernah cukup sebagai dana simpanan jangka panjang. Alangkah baiknya jika kamu memiliki simpanan uang berjangka, seperti deposito.
Pisahkan penghasilanmu menjadi dana kebutuhan rutin, darurat, dan berjangka panjang. Jika hanya menyimpan uang dalam bentuk tabungan bank saja, kemungkinan terbesar tabunganmu akan mudah terusik oleh dirimu sendiri, karena kamu bisa bebas kapan saja mengambil simpanan tabunganmu melalui ATM. Sedangkan jika kamu menyimpan dalam bentuk investasi, tabunganmu akan jauh lebih aman karena kamu tak bisa seenaknya langsung menarik tunai uangmu. Dengan berinvestasi, uangmu tak hanya tersimpan, tetapi juga bertambah.


6. Tahan Sekuat-Kuatnya Keinginan Untuk Berhutang, Kecuali Untuk Kredit Rumah dan Hutang Modal Usaha

Tahan sekuat-kuatnya keinginanmu untuk berhutang
Tahan sekuat-kuatnya keinginanmu untuk berhutang via www.tumblr.com
Tahan sekuat tenaga untuk tidak berhutang, apalagi hanya untuk sekadar membeli sebuah barang yang sebenarnya tidak penting bagimu. Kalaupun ada keperluan mendesak, atau hal yang penting yang mengharuskanmu untuk berhutang, jangan lupa uantuk selalu mendahulukan kewajibanmu membayar hutang. Selalu bayarlah hutang-hutangmu tepat waktu. Jika kamu belum terlalu perlu meggunakan kartu kredit, jangan gunakan dulu.
Tak semua uang dari hasil berhutang itu menguntungkanmu. Jika kamu terpaksa berhutang, misalkan demi modal usaha, pelajari dengan cermat bagaimana sistem bunganya. Saat kamu terbiasa berhutang sementara kamu tidak cermat dalam memilih pinjaman uang, kemungkinan besar kamu akan mengalami kerugian — bahkan bisa jatuh bangkrut.


7. Lindungi Masa Depanmu dengan Asuransi. Seberapa Konyolpun Ini Terdengar, Ingatlah Bahwa Kesuksesan Finansial Takkan Datang Jika Kamu Terus Merasa Aman

Asuransi menjamin kesehatanmu di masa depan
Asuransi menjamin kesehatanmu di masa depan  via net-tv.si
Banyak yang bilang kalau ikut asuransi di usia muda itu nggak ada untungnya, yang ada malah rugi karena setiap bulan harus setor uang ke pihak asuransi. Padahal ikut asuransi sejak usia muda malah justru memberikanmu banyak kemudahan dan keuntungan.
Asuransi adalah sebuah produk yang memberikan layanan perlindungan atas risiko yang kemungkinan bisa terjadi pada diri atas harta milik kita. Jika suatu hari nanti terjadi sesuatu/ musibah pada diri atau harta kita, asuransilah yang akan menanggung semua risiko atas kerugian yang terjadi pada kita.
Ingat, kesuksesan finansial tidak akan datang jika kita selalu merasa aman.
Kita tak akan pernah tahu kapan kita akan mengalami risiko tersebut, oleh karena itu kita perlu untuk mengantisipasi kerugian yang mungkin akan terjadi pada kita dengan cara mengikuti asuransi.
Kamu bisa memulai dengan mengikuti asuransi kesehatan, tapi jika asuransi kesehatanmu sudah ditanggung oleh perusahaan, kamu bisa mengikuti asuransi jiwa. Semakin muda kamu mengambil asuransi, semakin murah premi yang harus kamu bayar. Dengan membayar premi yang murah, kamu tetap mendapatkan manfaat yang sama dengan asuransi di usia tua yang harga preminya bisa jauh lebih mahal.


8. Semua Orang Punya Batas Produktivitas, Jadi Persiapkan Dana Pensiunmu Sejak Usia Muda

Agar masa tuamu terjamin
Agar masa tuamu terjamin via www.statoilpensjon.no
Jangan menunggu tua dulu untuk memikirkan masa pensiun. Setiap orang pasti akan mengalami masa pensiun, dimana saat produktivitas dan performa kerja sudah mulai mengalami penurunan. Dana pensiun itu sangat penting bagimu, terutama jika kamu adalah seorang wiraswasta atau pegawai swasta, karena kamu tidak akan mendapatkan dana pensiunan seperti layaknya PNS, TNI, atau Kepolisian.
Meskipun masih muda, kita perlu untuk mempersiapkan dan merencanakan masa tua nanti. Kita semua pasti tidak ingin di masa tua nanti kita hidup dalam keadaan yang memprihatinkan ‘kan? Sejak usia dini adalah langkah terbaik untuk mempersiapkan menghadapi masa depan nanti, karena persiapan menghadapi masa tua berawal dari persiapan di masa muda. Ayo, jangan takut memikirkan masa tuamu nanti!


9. Walaupun Belum Sanggup Membeli Rumah, Persiapkan Cara Agar Kamu Bisa Mencicil Rumah Pribadimu

Cari tahu dam pertimbangkan untuk KPR
Cari tahu dam pertimbangkan untuk KPR via bandung.bisnis.com
Siapa sih yang nggak ingin punya rumah pribadi nanti? Meskipun kamu masih muda dan penghasilanmu belum cukup untuk membeli rumah, kamu harus mulai untuk belajar bagaimana cara mewujudkan rumah impianmu. Kecuali kalau kamu dapat warisan rumah dari orang tua, mungkin kamu tak perlu repot-repot memikirkan ini.
Kenapa kamu harus mulai belajar mengenai cicilan KPR sejak usia muda? Karena proses cicilan KPR itu tak sesederhana kredit motor. Kamu harus mengetahui bagaimana prosesnya, apa saja syarat-syaratnya, bagaimana cara mengajukan pinjaman uang ke bank, bagaimana proses peminjaman uang di bank, dan masih banyak lagi tentunya. Keinginanmu untuk memiliki rumah tentunya akan mudah terwujud jika sejak usia muda kamu sudah mau merencanakannya dengan baik. Jadi, jangan nunggu sampai kamu merasa mampu dulu baru belajar!

Itulah tadi beberapa keputusan finansial yang tak harus segera kamu lakukan sekarang juga. Jangan ditunda-tunda lagi, karena sebuah perencanaan di masa depan harus mulai kamu rancang sedini mungkin — demi masa depan yang lebih terjamin!