Senin, 20 Oktober 2014

Allianz Life Siapkan Tiga Produk Asuransi Mikro


Kantor Allianz; Perkuat kerja sama. (Foto: Budi Urtadi)

Pondasi yang perlu dimiliki dalam menggarap asuransi mikro adalah terus melakukan kerja sama dengan berbagai mitra yang mumpuni. Selain itu, membidik peluang yang ada. Angga Bratadharma
Jakarta–Allianz Life Indonesia menyatakan bahwa potensi bisnis asuransi mikro masih terbuka lebar. Namun, tidak dipungkiri pemasaran produk asuransi mikro masih banyak dihadapkan pada sebuah tantangan yang berbeda dan perlu ada solusi yang tepat untuk mengembangkan produk tersebut.
Head of Emerging Consumer Allianz Indonesia, Edi Yoga Prasetyo mengatakan, untuk menghadapi tantangan tersebut, Allianz Life Indonesia telah menyiapkan beberapa strategi produk dan model bisnis yang diuji cobakan pada tahun ini.
“Yang mudah dicapai adalah credit life. Tapi, masih ada tantangan lain yang harus diselesaikan dengan baik”, kata Yoga, saat Media Briefing mengenai Asuransi Mikro, di Kedai Kopi Enka Deli Square, Jakarta, Rabu, 11 Juni 2014.
Yoga menjelaskan, pondasi yang perlu dimiliki dalam menggarap asuransi mikro adalah terus melakukan kerja sama dengan berbagai mitra yang mumpuni. Selain itu, membidik peluang yang ada, terutama menjembatani keinginan para nasabah asuransi mikro.
Dalam rangka membangun bisnis asuransi mikro maka Allianz Life Indonesia telah bekerjasama dengan berbagai mitra yang ada. Karenanya, nasabah dari mitra yang diajak kerja sama juga merupakan nasabah Mikro Allianz Life Indonesia.
Dari kerja sama tersebut, Yoga tidak menampik masih banyak peluang yang bisa digarap. Yoga mengaku siap menjalankan go beyond credit life. Bahkan, untuk memperluas asuransi mikro, maka segala upaya terus dilakukan.
“Nasabah LKM (Lembaga Keuangan Mikro) yang diajak kerja sama kita itu meminta agar tidak hanya bisa meminjam tapi juga bisa menabung seperti menabung di bank pada umumnya. Disini bisa peluang untuk asuransi mikro”, jelas Yoga.
Selain itu, lanjutnya, Allianz Life Indonesia telah memiliki 3 produk asuransi mikro yang bisa ditawarkan dan menjadi pilihan bagi nasabah melalui berbagai macam mitra kerja sama yang sudah terjalin. Tiga pilihan tersebut ialah produk kecelakaan, kesehatan, dan kebakaran.
“Tapi, memang masih dalam skala pilot. Namun, kita harapkan bisa terus menumbuhkan bisnis asuransi mikro”, jelas Yoga. (*)

Asuransi Mikro di Indonesia Timur Belum Terjamah


Allianz; Perlu jaringan luas. (Foto: Budi Urtadi)

Luasnya wilayah Indonesia menjadi persoalan tersendiri. Pasalnya, masih banyak perusahaan asuransi belum secara signifikan masuk ke wilayah Indonesia bagian Timur. Angga Bratadharma
Jakarta–Meski pasar asuransi mikro di Indonesia masih terbuka lebar, tapi masih banyak perusahaan asuransi belum berminat menggarap produk tersebut di wilayah Indonesia bagian Timur. Dalam rangka memperebutkan ‘kue bisnis’ ini, asuransi di Tanah Air masih berfokus di Pulau Jawa.
Sebagaimana diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meluncurkan Grand Design Asuransi Mikro Indonesia pada 2013. Peluncuran tersebut dilakukan dalam rangka memperluas akses masyarakat akan industri asuransi.
Namun, luasnya wilayah Indonesia menjadi persoalan tersendiri. Pasalnya, masih banyak perusahaan asuransi belum masuk ke wilayah Indonesia bagian Timur. Padahal, bisnis asuransi terbuka lebar di wilayah tersebut.
Head of Emerging Consumer Allianz Indonesia, Edi Yoga Prasetyo mengungkapkan, hingga saat ini Allianz Life Indonesia belum berencana menggarap bisnis asuransi mikro di wilayah Indonesia bagian Timur, walau tidak memungkiri bahwa wilayah Indonesia bagian Timur menyimpan banyak potensi bisnis.
“Produk asuransi mikro itu secara konsep harus bersinergi dengan partner.Kita memang melihat potensi partner di Indonesia Timur. Tapi, kita tidak spesifik memang ke arah sana”, kata Yoga, kepada Infobank, di Kedai Kopi Enka Deli Square, Jakarta, Rabu, 11 Juni 2014.
Menurutnya, untuk masuk ke wilayah Indonesia bagian Timur dan menggarap bisnis asuransi mikro, maka kerja sama dengan partner yang ada menjadi penting. Kerja sama dengan lembaga keuangan mikro (LKM) setempat menjadi strategis dilakukan.
Yoga memandang, perluasan jaringan menjadi kunci untuk mengoptimalkan bisnis asuransi mikro di ujung Timur Indonesia tersebut. Kalaupun akan masuk, Allianz Life akan bersinergi dengan agen yang dimiliki yang memang berdomisili atau memiliki akses ke wilayah Timur Indonesia.
“Yang pasti, kita memperluas networking dengan teman-teman atau agen Allianz Life Indonesia. Karena networking ini perpanjangan tangan kita. Kalau memang partner yang didapatkan memiliki visi sama, maka bisa kita lanjutkan”, jelas Yoga. (*)

Allianz Utama Gandeng Euler Hermes Luncurkan Asuransi Kredit


Layanan Allianz; Kemudahan akses. 

Polis asuransi akan diterbitkan oleh Allianz Utama, sebagai perusahaan yang sama-sama bernaung di dalam Group Allianz. Sementara Euler Hermes akan berperan dalam kapasitasnya sebagai reasuransi. Angga Bratadharma
Jakarta–PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz Utama) melakukan kerja sama dengan Euler Hermes dalam meluncurkan Asuransi Kredit di Indonesia. Dengan produk ini, dunia usaha baik dalam pasar domestik maupun ekspor akan lebih mudah menjalankan bisnisnya.
“Perusahaan di Indonesia kini dapat menikmati akses terhadap solusi kredit perdagangan serta perlindungan terhadap piutang perusahaan yang tidak terbayarkan”, kata Head of Credit Insurance Division Allianz Utama, Ricky S. Natapradja, di Jakarta, Rabu, 18 Juni 2014.
Polis asuransi akan diterbitkan oleh Allianz Utama, sebagai perusahaan yang sama-sama bernaung di dalam Group Allianz. Sementara Euler Hermes akan berperan dalam kapasitasnya sebagai reasuransi dan mendukung Allianz Utama dalam memeriksa dan memonitor risiko-risiko kredit dari para nasabahnya.
Ricky mengatakan, biasanya besarnya akun piutang merupakan lebih dari sepertiga total aset perusahaan, namun masih seringkali asset ini berada tanpa ada perlindungan sehingga neraca dan arus kas perusahaan terancam terkena dampak negatif jika suatu waktu terjadi gagal bayar atas akun piutang.
Sebelumnya, pelaku usaha di Indonesia bergantung pada instrumen jaminan transaksi seperti letters of credit (L/C), namun dengan semakin ketatnya persaingan untuk meningkatkan peluang pertumbuhan yang menguntungkan, instrumen ini berada dalam tekanan yang semakin kuat.
Ricky menjelaskan, kegiatan usaha yang mengasuransikan kredit perdagangannya di Allianz Utama akan mengamankan arus kas-nya dari tagihan-tagihan yang tidak terbayarkan atau terjadinya kepailitan dari pihak pembayar dalam suatu kegiatan perdagangan.
“Kerja sama ini menawarkan akses yang lebih mudah terhadap Asuransi Kredit khususnya bagi perusahaan di Indonesia pada saat mereka bertumbuh di pasar domestik, regional maupun global”, ujar Ricky. (*)

Allianz Utama Buka Peluang Kerja Sama Asuransi Kredit


Kantor Asuransi; Perlu kajian mendalam. (Foto: Erman)

Tidak dipungkiri bahwa berbisnis di asuransi akan selalu ada klaim yang datang dari nasabah. Untuk menekan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, maka perlu ada kajian secara mendalam. Angga Bratadharma
Jakarta–Potensi bisnis asuransi kredit memang terbuka lebar, namun bukan berarti perusahaan asuransi sembarangan dalam melakukan kajian terhadap calon nasabah. Jika sembarangan, bukan keuntungan yang didapat melainkan kebuntuan.
Tidak dipungkiri memang bahwa berbisnis di asuransi akan selalu ada klaim yang datang dari nasabah. Untuk menekan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, maka perlu ada kajian secara mendalam dan matang.
Head of Credit Insurance Division Allianz Utama, Ricky S. Natapradja menilai, berbisnis produk asuransi kredit harus dilakukan secara baik dan penuh perhitungan. Jika pemasaran produk asuransi kredit sembarangan, maka tingkat rasio klaimnya bisa melebihi perolehan premi yang didapat dari nasabah.
“Klaim bisa tinggi karena underwriting atau evaluasi risikonya tidak prudent.Namanya juga manusia. Penjualannya asal gebuk”, kata Ricky, saat menjelaskan mengenai Asuransi Kredit, di Jakarta, Rabu, 18 Juni 2014.
Menurutnya, salah bila perusahaan asuransi berfokus pada perolehan nasabah dan premi terkait asuransi kredit. Tidak ada salahnya perusahaan asuransi benar-benar melakukan kajian terhadap calon nasabah asuransi kredit. Kajian secara matang akan memberikan keuntungan.
“Kita sebenarnya lebih senang bekerjasama dengan bank, karena bank sudah memiliki data untuk nasabah mereka. Asuransi kredit yang kita berikan akan menguntungkan bila perusahaan seperti bank”, jelas Ricky. (*)

Berikut Ini Empat Manfaat Asuransi Kredit


Layanan Asuransi; Meningkatkan kemampuan. (Foto: Budi Urtadi)
AAJI akan segera menerbitkan satu produk asuransi mikro untuk bisa dipasarkan anggotanya. Desainnya ditargetkan bisa rampung pada kuartal III tahun ini. Apriyani Kurniasih
Meningkatnya risiko terhadap suatu sektor dan keadaan suatu negara adalah alasan dibutuhkannya asuransi yang terkait dengan kredit, atau Asuransi Kredit. Angga Bratadharma
Jakarta–Dalam rangka mendukung pengembangan bisnis dan memacu kencang ekspansi bisnis yang dimiliki, perusahaan di Indonesia perlu menyadari pentingnya asuransi kredit. Namun, disayangkan bahwa market share asuransi kredit di Indonesia masih terbilang kecil.
Head of Credit Insurance Division Allianz Utama, Ricky S. Natapradja mengatakan, meningkatnya risiko terhadap suatu sektor dan keadaan suatu negara adalah alasan dibutuhkannya asuransi yang terkait dengan kredit, atau asuransi kredit. Hal ini juga seiring bertumbuhnya perekonomian negara tersebut.
“Penetrasi asuransi kredit di Indonesia masih rendah dibandingkan pasar yang sudah maju seperti di Eropa dan di Asia. Karenanya, perlu terus didorong”, jelas Ricky, kepada wartawan, di Allianz Tower, Jakarta, Rabu, 18 Juni 2014.
Ricky menjelaskan, setidaknya terdapat empat manfaat bagi perusahaan di Indonesia yang telah menggunakan asuransi kredit, yakni pertama, mampu meningkatkan kemampuan di tengah-tengah persaingan. Hal ini terlihat dari sisi kemampuan perusahaan untuk menjalankan suatu proyek dengan aman tanpa ada rasa takut gagal bayar.
“Misalkan saja pembeli mau bekerjasama dengan perusahaan A, tapi ternyata perusahaan A minta ada jaminan dari bank. Pembeli akhirnya memilih perusahaan B yang sudah menggunakan asuransi kredit. B akan mempersilahkan kepada pembeli tanpa ada jaminan dari bank karena sudah ada asuransi kredit itu”, jelas Ricky.
Kedua, membantu arus cash flow. Pada sisi ini suatu perusahaan akan lebih mudah melakukan ekspansi bisnis karena segala sesuatunya sudah dikaji dengan baik. Ketiga, encourages loyalty. Keempat, efisiensi. Pada aspek ini, Allianz Utama akan membantu melakukan penagihan bagi mitra dari nasabah yang bermasalah dengan pembayaran.
“Kami yakin bahwa investasi yang kami lakukan untuk meluncurkan produk asuransi kredit akan mendorong pertumbuhan yang signifikan dan tajam di Indonesia”, ungkap Ricky. (*)
@Angga1587

AAJI: Asuransi Mikro Dongkrak Jumlah Tertanggung


Menakar Risiko Kemiskinan dengan Produk Asuransi Kesehatan




Masyarakat perlu mengetahui bahwa produk asuransi merupakan bantalan untuk tidak jatuh lebih dalam dari lembah kemiskinan. Angga Bratadharma
Jakarta–Penetrasi asuransi di Indonesia masih belum menembus angka 5%. Persoalan seperti minimnya kesadaran masyarakat akan perlindungan asuransi ditenggarai menjadi persoalan besar dan pekerjaan rumah (PR) yang perlu diselesaikan oleh industri asuransi dan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Masyarakat juga perlu mengetahui bahwa produk asuransi merupakan bantalan untuk tidak jatuh lebih dalam dari lembah kemiskinan. Sebut saja produk asuransi kesehatan. Produk yang ditawarkan perusahaan asuransi memiliki manfaat yang membuat tertanggung terlindungi dari biaya yang memberatkan ketika bencana sakit menerjang.
Tidak dipungkiri memang masyarakat masih memandang apa yang dibayarkan harus dirasakan secepat mungkin. Selain itu, masyarakat juga masih sering merasa rugi ketika membayarkan sejumlah uang yang merupakan premi kepada perusahaan asuransi, tapi tidak dapat dikembalikan dalam bentuk bunga, minimal dikembalikan tanpa berkurang nilai uangnya.
Padahal, sejatinya masyarakat perlu mengetahui sejumlah premi yang dibayarkan tertanggung kepada perusahaan asuransi tidak bisa dikembalikan dalam bentuk uang yang sama jumlahnya ketika disetorkan. Namun, perusahaan asuransi akan mengembalikan dalam bentuk benefit yang sudah disepakati antara tertanggung dengan penganggung, yang dalam hal ini adalah perusahaan asuransi.
Katakanlah berbicara soal produk asuransi kesehatan, masyarakat akan terlindungi dari beragam penyakit, sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan. Dengan sejumlah uang yang disetorkan maka masyarakat tidak perlu merasa takut ketika bencana penyakit datang akan menggerogoti pula kocek. Namun, perusahaan asuransi akan berada digarda depan untuk menekan persoalan tersebut.
Secara prinsip, asuransi bukanlah investasi seperti tabungan atau deposito. Asuransi merupakan perlindungan diri yang sifatnya menyebar risiko terhadap bencana yang datang sewaktu-waktu, seperti kehilangan kendaraan, properti kebakaran, ataupun penyakit yang datang secara mendadak. Dalam hal ini, produk asuransi memberikan peyebaran risiko sehingga dampak ‘kemiskinan’ tidak signifikan.
Mungkin hampir sebagian masyarakat memandang biaya premi asuransi kesehatan menjadi pertimbangan dalam memilih polis asuransi. Namun, tidak ada salahnya menakar biaya premi yang dikeluarkan dengan manfaat yang ditawarkan. Masyarakat peru memahami persyaratan sebelum memutuskan untuk memilih polis asuransi. Ini menjadi penting agar masyarakat bisa menghitung apakah manfaat yang diterima sesuai dengan biaya premi yang dilakukan.
Untuk diketahui, premi asuransi kesehatan itu ditentukan berdasarkan oleh beberapa faktor, seperti umur, jenis kelamin, riwayat kesehatan calon nasabah, dan juga manfaat kesehatan yang diinginkan. Berdasarkan hal tersebut perusahaan asuransi akan melakukan perhitungan untuk nantinya menemukan berapa premi asuransi yang ditetapkan.
Pada aspek ini masyarakat perlu memperhatikan apakah manfaat kesehatan yang diperlukan sudah dapat diakomodasi oleh produk asuransi yang ditawarkan. Terpenting adalah masyarakat mendapatkan kenyamanan dari polis asuransi yang dipilih. Jangan sampai salah memilih karena berkaitan dengan tingkat kenyamanan dalam membayarkan premi dan kenyamanan menerima manfaat produk tersebut.
Country Manager dan Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling mengatakan, membeli produk asuransi tidak seperti membeli rumah atau mobil. Manfaat yang diberikan akan berbeda. Produk asuransi bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu ketika risiko datang. “Masyarakat harus bisa memahami asuransi dan kenapa mereka harus punya. Kita bisa memutuskan membeli rumah, gadget, dan lain-lain. Tapi, kita harus memahami kapan kita terkena risiko penyakit”, ungkap Joachim, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Joachim juga menghimbau agar masyarakat jangan membeli produk asuransi ketika risiko tengah terjadi atau telah terjadi. Perusahaan asuransi tidak akan mau karena risiko tersebut sudah terjadi atau tengah terjadi. Untuk itu, masyarakat perlu melindungi diri dengan asuransi sebelum risiko itu terjadi. “Jangan mengatakan tidak akan terjadi apa-apa pada saya. Saya sehat seperti superman. Tapi, ketika sakit baru bilang saya mau beli asuransi dong. Perusahaan asuransi tidak mau. Manfaat asuransi bisa didapatkan nantinya”, ujarnya.
Tidak dipungkiri kesadaran masyarakat berasuransi dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan, walau memang tidak signifikan. Peningkatan tersebut terjadi lantaran masif dan kontinu-nya kegiatan sosialisasi yang dilakukan pelaku industri asuransi dan juga pemerintah.
Namun, bagi masyarakat yang belum memahami asuransi, maka tidak ada salahnya mencari tahu dan memahami produk asuransi terlebih dahulu sebelum hendak membeli. Masyarakat perlu melakukan sejumlah kegiatan untuk mencari tahu mengingat sebelum membeli produk asuransi biasanya muncul pertanyaan-pertanyaan seputar perusahaan asuransi mana yang bagus dan produk asuransi apa yang mampu mengakmododasi kebutuhan hidup.
Berangkat dari persoalan tersebut, setidaknya ada beberapa tips yang bisa diberikan bagi masyarakat yang baru pertama kali membeli produk asuransi kesehatan. Pertama, pahami lebih dulu mengapa Anda membutuhkannya. Kebanyakan orang mungkin memerlukan asuransi kesehatan untuk kebutuhan-kebutuhan tertentu. Jangan membeli polis hanya karena terpengaruh orang atau agen dan mengesampingkan kebutuhan diri Anda sendiri.
Kedua, tentukan jumlah cakupan yang Anda butuhkan. Misalnya dengan mengeluarkan uang sekian Anda mendapatkan manfaat dengan cakupan yang sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengetahui hal tersebut maka tidak ada salahnya bertanya dengan agen asuransi atau orang yang memahami hal tersebut.
Ketiga, carilah jenis polis yang tepat. Setelah mengetahui berapa banyak cakupan yang Anda butuhkan, Anda dapat menentukan jenis polis terbaik untuk memenuhi kebutuhan Anda. Keempat, lihatlah kualitas perusahaan asuransi yang akan Anda pilih. Anda dapat mencari tahu tentang hal itu melalui media, laporan keuangan, atau website perusahaan asuransi.
Kelima, berkonsultasilah dengan orang yang sudah paham asuransi. Anda juga dapat berkonsultasi dengan agen ataupun penasihat keuangan. Seorang profesional keuangan, misalnya, dapat membantu Anda menghitung dengan mempertimbangkan faktor keuangan serta kebutuhan Anda dan keluarga. (*)