Senin, 20 Oktober 2014

Allianz Life dan HSBC Rilis “College Care”


Counter Allianz; Manfaat dana tunai. (Foto: Budi Urtadi)

Dengan produk ini nasabah mulai menerima manfaat dana tunai mulai dari tahun polis yang dipilih dan akan terus dibayarkan secara berkala setiap tahun hingga tahun ke tujuh dari usia polis yang dipilih. Dwitya Putra
Jakarta–PT Asuransi Allianz Life Indonesia dan HSBC meluncurkan produk asuransi tradisional pendidikan ekslusif, College Care. Produk ini dipasarkan pertama kali untuk nasabah HSBC sebagai bentuk kerja sama kedua perusahaan sejak awal tahun ini.
Wakil Direktur Utama Allianz Life Indonesia Handojo Kusuma menuturkan, produk ini akan memberikan manfaat pasti dana pendidikan anak di masa depan. Produk asuransi jiwa dwiguna (endowment) ini dilengkapi fasilitas jangka waktu pembayaran premi dalam lima, sepuluh, dan lima belas tahun.
“Nasabah juga bisa menyesuaikan kapan pertama kali dana tunai ingin diterima berdasarkan pilihan yang ada,” kata Handojo, di Jakarta, Selasa, 12 November 2013.
Dalam produk College Care, nasabah mulai menerima manfaat dana tunai mulai dari tahun polis yang dipilih dan akan terus dibayarkan secara berkala setiap tahun hingga tahun ke tujuh dari usia polis yang dipilih.
Jumlah dana tunai yang dibayarkan mencapai 255% dari jumlah uang pertanggungan. “Produk ini juga memberikan perlindungan sampai usia 85 tahun atau masa polis berakhir. Serta tidak memerlukan pemeriksaan kesehatan dan pembayaran premi bisa dilakukan dari auto debit secara otomatis,” ujarnya.
Ia menambahka,n masyarakat harus menyadari adanya kenaikan biaya pendidikan setiap tahun di atas tingkat inflasi. Selain itu, terdapat juga risiko fluktuasi iklim investasi selama kita mengumpulkan dana tersebut. Adanya produk ini dianggap dapat melindungi dari dua risiko tersebut. (*)

BTPN dan Allianz Life Kerja Sama Bancassurance


BTPN dan Allianz Life; Imbal hasil maksimal. (Foto: Dok. BTPN)

Manfaat asuransi yang diberikan adalah perlindungan jiwa sampai dengan usia 100 tahun dengan Uang Pertanggungan sebesar 125% dari total premi tunggal yang dibayarkan. Rully Ferdian
Jakarta–PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) melakukan kerja sama bancassurance dengan PT Allianz Life Indonesia. Melalui kemitraan ini, BTPN akan memasarkan produk investasi berbalut proteksi (unitlink) Guardia Premium dan Guardia Investa pada seluruh  kantor cabang BTPN Sinaya.
Penandatanganan kerja sama telah dilakukan oleh Wakil Direktur Utama BTPN Ongki W Dana dan Wakil Direktur Utama PT Asuransi Allianz Life Indonesia Handojo Kusuma, di Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2013.
Dalam pemaparannya, Ongki menjelaskan, Guardia merupakan produk unitlink pertama yang dipasarkan BTPN Sinaya. Kehadiran Guardia diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nasabah akan produk investasi yang memberikan imbal hasil maksimal dengan perlindungan yang optimal.
BTPN meyakini diversifikasi produk ini akan meningkatkan keunggulan kompetitif BTPN yang dapat meningkatkan loyalitas nasabah BTPN Sinaya. Produk Guardia ini melengkapi produk-produk BTPN Sinaya yang prima seperti Deposito dengan bunga optimal dan TASETO produk tabungan yang memberikan bunga setara deposito.
Bisnis pendanaan BTPN tidak hanya menawarkan tabungan dan deposito dengan tingkat pengembalian optimal, tetapi juga peluang untuk turut menciptakan kesempatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta Usaha Mikro dan kecil (UMK) untuk tumbuh dan menjadi lebih berarti. “Dana yang terhimpun melalui BTPN Sinaya seluruhnya disalurkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah serta usaha mikro dan kecil dalam bentuk pinjaman,” ungkap Ongki.
Bagi Allianz Life, produk Guardia  hadir untuk menjawab kepercayaan yang diberikan BTPN guna menghadirkan produk yang dapat memberikan proteksi dan investasi yang optimal kepada nasabahnya. Manfaat yang ditawarkan antara lain manfaat perlindungan asuransi diberikan menyeluruh mencakup perlindungan jiwa  terhadap berbagai risiko dalam hidup.
Nasabah juga bisa memperoleh layanan evakuasi medis yang berlaku di seluruh dunia, sehingga akan memberikan keamanan dan kenyamanan yang lebih khususnya bagi mereka yang sering menghabiskan waktunya dengan bepergian ke berbagai tujuan baik di dalam maupun di luar negeri.
Guardia Premium merupakan produk asuransi jenis unit link dengan berbagai pilihan besarnya Uang Pertanggungan serta berbagai pilihan perlindungan tambahan (Rider), produk Guardia Premium memberikan perlindungan asuransi yang komprehensif. Manfaat investasi yang optimal dimana nasabah dapat langsung mendapatkan alokasi investasi di tahun pertama, bahkan dengan penambahan 10% sejak tahun ketiga, hal ini yang menjadi pembeda dengan rata-rata produk unit link lainnya dimana nasabah baru mendapatkan alokasi investasinya secara proporsional di atas tahun pertama.
Selain itu, nasabah dapat memilih berbagai jenis fund yang disediakan, di mana seluruh fund tersebut dikelola oleh manajer investasi yang profesional dan berorientasi pada investasi yang aman berdasarkan prinsip kehati-hatian. Salah satu fund yang dapat dipilih adalah fund Equity IndoAsia yang menempatkan dana investasinya di instrumen saham di Indonesia dan beberapa negara Asia seperti Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, Filipina, Singapura, Thailand dan Malaysia.
“Dengan pilihan jenis fund investasi yang variatif dan berkualitas nasabah akan memperoleh fleksibilitas dalam menentukan rencana investasi jangka panjang sesuai dengan profil risiko yang dimilikinya. Kami yakin dengan adanya produk ini, nasabah BTPN dapat memiliki pilihan untuk berinvestasi,” kata Handojo.
Sementara untuk produk Guardia Investa, sebuah produk asuransi jiwa unitlink dengan metode pembayaran premi tunggal (premi dibayarkan secara sekaligus di muka). Produk ini juga memberikan alokasi investasi secara penuh, ditambah 5,26% sejak tahun pertama. Manfaat asuransi yang diberikan adalah perlindungan jiwa sampai dengan usia 100 tahun dengan Uang Pertanggungan sebesar 125% dari total premi tunggal yang dibayarkan. Produk Guardia Investa diperuntukan bagi nasabah BTPN Sinaya yang bertujuan memaksimalkan investasi dengan premi sekali bayar. (*)

Gimmick Marketing Asuransi Kesehatan Kian Menarik


Standard Chartered dan AXA; Bisa dicicil. (Foto: Budi Urtadi)

Asuransi kesehatan dipasarkan dengan berbagai penawaran menarik. AXA General Insurance menawarkan cicilan premi. Sementara Sinarmas MSIG menawarkan pertanggungan khusus untuk wanita. Apriyani Kurniasih
Jakarta–Biaya kesehatan di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signfikan setiap tahunnya. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAUI), inflasi biaya kesehatan dalam empat tahun bisa mencapai sekitar 12%. Sepanjang 2012, total pengeluaran biaya kesehatan di Indonesia mencapai U$25 miliar. Pada 2013, angkanya diperkirakan mencapai U$29 miliar, dan 2014 diprediksi akan kembali naik menjadi U$32 miliar.
Potensi ini yang kemudian dilirik oleh perusahaan asuransi yang memasarkan produk asuransi kesehatan (Askes). Pasalnya, penetrasi asuransi kesehatan saat ini masih sangat rendah. Dari total pengelaran biaya kesehatan tersebut, yang sudah di-cover oleh asuransi swasta baru mencapai 13% saja, sementara yang dicover pemerintah mencapai 29%.
Kehadiran BPJS Kesehatan awal tahun ini untuk meng-cover biaya kesehatan pun tak lantas menutup peluang asuransi swasta. Tak kalah jeli, kini, beberapa perusahaan asuransi mulai membidik segmen menengah keatas dalam memasarkan produk asuransi kesehatannya. Dalam memasarkan asuransi kesehatan, perusahaan asuransi membungkusnya dengan berbagai gimmick marketing yang menarik.
AXA General Insurance, misalnya, menawarkan produk asuransi kesehatan Global Health Care kepada nasabah wealth Management Standard Chartered Bank. Kelebihan dari produk ini adalah, preminya bisa dicicil dengan bunga 0% dalam waktu 12 bulan. Tidak hanya itu, coverage dari Global Helath Care tidak hanya terbatas di Indonesia saja, tetapi juga di luar negeri.
“Banyak nasabah yang tidak hanya berobat ke Rumah Sakit, tetapi juga ke pengobatan alternatif atau herbal. Nah, umumnya, asuransi tidak meng-cover pengobatan herbal atau alternatif ini. di Global Health Care, itu di-cover,” terang Head of Bancassurance Welath Management Consumer Banking Standard Chartered Bank (Stanchart), Yulius Ardi, kepada Infobank di Jakarta, Senin, 7 April 2014.
Tak hanya Stanchart yang jeli membungkus asuransi kesehatannya dengan fitur-fitur yang menarik. Asuransi Sinarmas MSIG Life juga menerbitkan produk SMiLe Ladies yang ditujukan khusus untuk wanita. Produk ini memberikan pertanggungan beberapa penyakit yang sering di hadapi oleh wanita, seperti kanker serviks, dan kanker payudara.
Sebelumnya, perusahaan asuransi kesehatan juga telah menawarkan berbagai penambahan fitur layanan, seperti pertanggungan penyakit kritis. Hal itu telah dilakukan oleh Allianz Life Indonesia dan juga Prudential Life Assurance. Produk ini juga menyasar segmen menengah keatas.
Segmentasi ke kelas menengah atas makin mengukuhkan posisi perusahaan asuransi dalam memasarkan produk asuransi kesehatan. BPJS Kesehatan nantinya akan memberikan pertanggungan dasar biaya kesehatan. Melalui skema Cordination of Benefit, nantinya, perusahaan asuransi lagi-lagi diberikan ruang untuk memberikan layanan yang tak dimiliki BPJS Kesehatan melalui sistem indemnity maupun pelayanan VIP dan VVIP. Dengan kondisi ini, tentu kompetisi membdik segmen atas akan makin ketat. Kita tunggu sajagimmick marketing apa lagi yang akan muncul menyertai produk asuransi kesehatan. (*)

Allianz Siap Sesuaikan Tarif Referensi


Allianz RUN; Berikan pemahaman. (Foto: Zidni Hasan)

Kebijakan OJK mengenai tarif referensi pasti memiliki pengaruh terhadap persaingan di industri asuransi Indonesia. Allianz Utama Indonesia siap menyesuaikan diri dengan kebijakan tersebut. Angga Bratadharma
Jakarta–Kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengeluarkan tarif referensi diperkirakan membuat persaingan di industri asuransi semakin ketat. Pasalnya, persaingan banting harga yang dilakukan akan sulit terjadi dan mau tidak mau perusahaan asuransi berlomba dari sisi produk dan pelayanan.
Presiden Direktur Allianz Utama Indonesia, Daniel Neo menyatakan, kebijakan OJK mengenai tarif referensi pasti memiliki pengaruh terhadap persaingan di industri asuransi. Pihaknya siap menyesuaikan diri dengan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh lembaga super body itu.
“Pengaruh sudah pasti ada. Masyarakat pasti juga akan menunda untuk membeli asuransi. Tapi, itu yang menjadi tantangan”, kata Daniel, kepada wartawan, di Jakarta, belum lama ini.
Menurutnya, tarif referensi akan menekan persaingan harga yang kian marak terjadi saat ini. Tarif referensi akan membangkitkan semangat pelaku asuransi untuk menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, termasuk peningkatan pelayanan.
Daniel mengaku, dalam rangka menyesuaikan dengan kebijakan OJK, maka Allianz Utama Indonesia siap melakukan edukasi kepada masyarakat terhadap benefit asuransi. Allianz Utama Indonesia berharap edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman akan produk asuransi.
“Memang tarif tinggi tapi akan bermanfaat karena manfaat yang diberikan kepada masyarakat juga tinggi. Jadi, proses transisi itu harus diisi dengan edukasi”, pungkas Daniel. (*)

Allianz Life Syariah Bukukan Premi Rp623,6 Miliar


Counter Allianz; Masih perlu ditingkatkan. (Foto: Budi Urtadi)

Seluruh kanal distribusi telah memainkan peranan penting bagi pertumbuhan kinerja Allianz Life Syariah, meski tidak dipungkiri bahwa pemahaman masyarakat mengenai asuransi syariah masih perlu ditingkatkan. Angga Bratadharma
Jakarta–Allianz Life Syariah sepanjang 2013 lalu membukukan total pendapatan premi bruto sebesar Rp623,6 miliar atau naik 9,6% dari Rp569,2 miliar pada 2012. Selain itu, Allianz Life Syariah juga membayarkan klaim sebesar Rp54,4 miliar.
Chief Sharia & Corporate Communication Allianz Indonesia, Kiswati Soeryoko mengungkapkan, kontribusi terbesar pada pendapatan premi bruto berasal dari jalur distribusi keagenan sebesar 87%, yaitu Rp542 miliar.
“Sedangkan jalur distribusi bancassurance mengalami peningkatan sebesar 39% dari Rp47 miliar di tahun 2012 menjadi Rp65,2 miliar di tahun 2013″, kata Kiswati, dalam paparan kinerja keuangan Allianz Life Syariah 2013, di Bebek Bengil Resto, Jakarta, Rabu, 4 Juni 2014.
Menurutnya, seluruh kanal distribusi telah memainkan peranan penting bagi pertumbuhan kinerja Allianz Life Syariah, meski tidak dipungkiri bahwa pemahaman masyarakat mengenai asuransi syariah masih perlu ditingkatkan lagi di masa-masa yang akan datang.
“Salah satu upaya kami meningkatkan kualitas tenaga pemasaran adalah dengan melakukan peningkatan sertifikasi syariah kepada agen”, jelas Kiswati. (*)

Allians Life Syariah Daftarkan 800 Agen


Kantor AAUI; Perkuat jalur distribusi. (Foto: Erman)

Untuk meningkatkan kontribusi pendapatan premi kepada total premi yang dibukukan, maka Allianz Life Syariah fokus terhadap pengembangan keagenan. Angga Bratadharma
Jakarta–Allianz Life Syariah mengaku telah mendaftarkan sebanyak 800 agen kepada Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) terkait sertifikasi keagenan untuk asuransi syariah. Hal ini diharapkan mendorong peningkatan kontribusi premi.
Sharia Business Manager Allianz Life Syariah, Abdul Chalik mengungkapkan, untuk meningkatkan kontribusi pendapatan premi kepada total premi yang dibukukan, maka Allianz Life Syariah fokus terhadap pengembangan keagenan. Sejauh ini Allianz Life Syariah memiliki 16 ribu agen.
“Jumlah agen Allianz Life Syariah yang telah tersertifikasi sebanyak 7.258 agen, yang kami training secara internal lalu kami beri sertifikasi”, kata Abdul, dalam paparan kinerja keuangan Allianz Life Syariah tahun 2013, di Bebek Bengil Resto, Jakarta, Rabu, 4 Juni 2014.
Untuk mengoptimalkan pengembangan Allianz Life Syariah, Abdul mengaku akan mendaftarkan agen yang dimiliki untuk mendapatlan licensi agen asuransi syariah. Licensi itu didapatkan setelah para agen melalui berbagai macam test dari AAJI dan AASI.
“Jadi, nanti akan ada dua kartu. Tidak hanya AAJI saja tapi juga AASI. Angka 800 ribu itu sudah luar biasa karena untuk mendaftar saja susah. Sistemnyaonline. Jadi, harus mengantri”, jelas Abdul.
Lebih lanjut Abdul mengungkapkan bahwa Allianz Life Syariah berharap semua agen yang ada bisa tersertifikasi. Dorongan terhadap kontribusi premi diharapkan bisa terus mengalami kenaikan dari waktu ke waktu.
“Apakah kita fokus kepada keagenan? Jawabanya iya tentu saja. Karena, pertumbuhan keagenan ini organik dan bisa kita control dengan baik”, tandasnya. (*)

Kontribusi Allianz Life Syariah pada Induknya Baru 10%


Counter Allianz; Perubahan struktur komisi agen. (Foto: Budi Urtadi)

Tingginya kenaikan laba 2013 karena terjadi perubahan struktur kompensasi keagenan. Perubahan struktur tersebut menyebabkan biaya komisi lebih kecil. Angga Bratadharma
Jakarta–Allianz Life Syariah membukukan laba Rp26 miliar pada 2013, atau naik 460% bila dibandingkan laba periode yang sama pada 2012 yang sebesar Rp4 miliar. Kenaikan laba tersebut karena terjadi perubahan struktur kompensasi keagenan. Perubahan struktur tersebut menyebabkan biaya komisi lebih kecil bila dibandingkan pada 2012.
“Profit tersebut bisa tinggi karena cost mengalami penurunan. Cost turun itu merupakan faktor komisi yang mengalami penurunan”, kata Sharia Business Manager Allianz Life Syariah, Abdul Chalik, dalam paparan kinerja keuangan Allianz Life Syariah 2013, di Bebek Bengil Resto, Jakarta, Rabu, 4 Juni 2014.
Selain pertumbuhan dari sisi laba, Abdul menambahkan, Allianz Life Syariah juga membukukan kenaikan aset, yakni pada 2013 tercatat Rp311 miliar atau naik 40% bila dibandingkan periode yang sama pada 2012 sebesar Rp216 miliar.
“Kami percaya asuransi jiwa syariah dapat diterima seluruh lapisan dan golongan masyarakat. Kami yakin akan bisa terus tumbuh seiring dengan masih besarnya potensi asuransi jiwa syariah di Indonesia”, tandas Abdul. (*)