Tampilkan postingan dengan label cara kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara kerja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Maret 2013

Panduan Mudah Membeli Asuransi Jiwa Bagi Pemula


Sebagian besar dari Anda yang telah berkeluarga dan berpenghasilan memadai untuk menopang sebuah gaya hidup yang stabil pasti pernah terlintas memikirkan asuransi. Sebagian dari Anda bahkan sudah memilikinya, entah karena ada teman atau keluarga yang “kebetulan” menjadi agen asuransi atau karena inisiatif sendiri. Sebagian lainnya mungkin masih menunda-nunda karena berbagai alasan. Salah satu alasannya biasanya karena Anda masih bingung produk asuransi apa yang paling cocok, paling murah dan paling dapat dipercaya. Bagi kebanyakan orang, menentukan pilihan dari sekian banyak produk asuransi yang ditawarkan oleh banyak perusahaan asuransi memang sangat sulit.

Photo by: Elananismarianto
Bila Anda baru memulai berumah tangga, anak-anak Anda masih kecil, daya beli Anda terbatas dan aset Anda sedikit, namun kebutuhan asuransi Anda besar. Anak-anak masih membutuhkan waktu yang lama untuk menjadi mandiri. Artinya, beban istri Anda akan sangat berat bila tiba-tiba harus Anda tinggalkan. Di sisi lain, karena Anda masih muda, kesehatan Anda prima dan Anda merasa tidak akan meninggal dunia dalam waktu dekat, kecuali–nauzubillah–karena kecelakaan. Dalam situasi ini, belilah asuransi berjangka. Misalnya, Anda bisa membeli produk YRT/ekawarsa (Yearly Renewable Term) yang dapat diperpanjang otomatis setiap tahun dengan premi sedikit lebih mahal. Ini adalah asuransi termurah yang memberikan perlindungan terbesar. Hanya dengan premi ratusan ribu per tahun, Anda dapat membeli perlindungan asuransi senilai ratusan juta rupiah. Asuransi ini biasanya tidak aktif dijual oleh agen asuransi karena memberikan komisi yang sangat kecil. Perusahaan asuransi juga tidak terlalu memerlukan agen untuk menyalurkannya karena produknya sederhana. Semua orang dapat dengan mudah memahaminya melalui brosur, website atau penjelasan lewat telepon. Kunjungi atau telepon langsung kantor perusahaan asuransi untuk membeli produk ini. Anda dapat membandingkan produk dari beberapa perusahaan asuransi untuk mendapatkan harga terbaik.

Namun, karena asuransi berjangka adalah asuransi murni, uang yang Anda bayarkan sebagai premi “hangus”. Uang Anda “hilang” bila tidak terjadi apa-apa dengan Anda sampai akhir masa pertanggungan. Bila Anda tidak suka dengan gagasan ini, Anda bisa memilih asuransi berjangka yang mengembalikan uang premi Anda secara utuh di akhir masa pertanggungan jika tidak terjadi apa-apa dengan Anda. Tentu saja, premi yang harus Anda bayarkan akan jauh lebih mahal. (Sebenarnya, Anda membayar biaya asuransi melalui bunga/imbal balik investasi premi tersebut. Karena itu, pokoknya harus besar agar bunganya cukup untuk menutupi biaya asuransi.) Pertimbangkan untuk mengeluarkan premi tahunan sedikit lebih mahal, misalnya dalam Level Term 20 tahun, namun di akhir tahun ke-20 semua premi yang Anda bayarkan akan dikembalikan secara utuh bila Anda masih hidup.

Seiring waktu, bila Anda sudah mulai mapan secara keuangan, Anda bisa mempertimbangkan untuk membeli satu atau beberapa polis lagi. Kali ini adalah produk asuransi permanen yang menjamin Anda seumur hidup. Bila polis asuransi berjangka adalah untuk perlindungan jangka pendek, polis seumur hidup Anda untuk perlindungan masa tua. Dengan membeli asuransi seumur hidup di usia muda, Anda tidak akan kesulitan mendapatkan perlindungan di usia tua, ketika usia dan kesehatan Anda sudah menyulitkan untuk mendapatkan pertanggungan asuransi. Setelah itu, bila Anda ingin menabung untuk pendidikan anak, Anda dapat membeli asuransi pendidikan atau lainnya.

Membeli polis asuransi seumur hidup harus lebih didahulukan dibandingkan membeli polis asuransi pendidikan dan lainnya yang perlindungannya bersifat temporer. Sebagai bentuk asuransi dwiguna, perlindungan jiwa pada asuransi pendidikan berhenti ketika manfaat jatuh tempo sudah dibayarkan semua.

Mengenal Asuransi Jiwa


Secara umum, asuransi memberikan perlindungan kepada orang atau perusahaan terhadap kerugian finansial yang besar akibat kerusakan atau kehilangan harta benda. Sebagai kompensasi dari premi yang Anda bayarkan, perusahaan asuransi menjamin akan memberi sejumlah uang bila terjadi musibah tertentu.


Dalam asuransi jiwa, perlindungan terhadap kerugian keuangan diberikan kepada orang-orang yang Anda cintai bila mereka kehilangan pencari nafkah utama keluarga, yaitu Anda. Polis asuransi jiwa adalah janji perusahaan asuransi untuk membayar kepada ahli waris Anda sejumlah uang sesuai ketentuan dalam polis.

Asuransi jiwa sangat berbeda dengan jenis asuransi lainnya. Bila asuransi lain melindungi ANDA dari sesuatu yang MUNGKIN terjadi (misalnya, kendaraan Anda dicuri atau Anda mengalami sakit), asuransi jiwa melindungi KELUARGA ANDA dari sesuatu yang PASTI terjadi, yaitu kematian Anda. Kita mungkin tidak pernah berpikir mengenai kematian, tetapi cepat atau lambat kita semua akan mati. Dalam asuransi lain, bila Anda beruntung maka premi Anda akan digunakan untuk menutup klaim orang lain yang mengalami musibah. Dalam asuransi jiwa permanen, ahli waris kita PASTI akan mendapatkan uang pertanggungan.

Jenis-jenis asuransi jiwa
Dari segi pertanggungannya, secara umum asuransi jiwa dikelompokkan menjadi:

Asuransi jiwa seumur hidup (whole life): membayar kapan pun tertanggung meninggal dunia.
Asuransi jiwa berjangka n-tahun: membayar bila tertanggung meninggal dalam n-tahun yang dijamin. Bila tertanggung tetap hidup setelah n-tahun, tidak ada pembayaran.
Asuransi jiwa dwiguna n-tahun:  membayar bila tertanggung meninggal dalam n-tahun atau tetap hidup setelah n-tahun.
Dari segi komponen investasinya, asuransi jiwa dikelompokkan menjadi:

Asuransi jiwa tradisional: komponen investasi dari polis-polis disatukan dalam satu rekening bersama.
Asuransi jiwa unit-link: komponen investasi dari polis-polis dipisahkan dalam sub-sub rekening pribadi yang dapat dialokasikan secara fleksibel ke dana investasi yang dipilih.
Dari segi pola pengelolaannya, asuransi jiwa dibedakan menjadi:

Asuransi jiwa konvensional: pengelolaan manajemen asuransi dan investasi  dilakukan secara konvensional.
Asuransi jiwa syariah: pengelolaan manajemen asuransi dan investasi dilakukan sesuai dengan aturan syariah Islam.

Bagaimana Cara Kerja Asuransi?


Ketika polis asuransi dibeli seseorang,  uang premi dari polis tersebut digabungkan ke dalam apa yang disebut pool asuransi. Dalam pool tersebut, sejumlah besar orang ikut berpartisipasi. Anggota baru bergabung, anggota lama meninggal atau membatalkan keikutsertaan. Setiap anggota dijanjikan oleh Perusahaan Asuransi akan dibayar sejumlah uang bila kerugian yang dipertanggungkan terjadi, asalkan premi yang menjadi kewajibannya telah dibayar.

Keikutsertaan seseorang dalam program asuransi diikat dalam kontrak hukum yang disebut polis asuransi. Dalam polis tersebut dijelaskan secara rinci semua hak, tanggung jawab dan kewajiban pemegang polis/tertanggung dan perusahaan asuransi. Jika seseorang menderita kerugian yang tercakup dalam polis, dia mengajukan klaim. Klaim adalah laporan lengkap kerugian yang dialami dan nilainya. Jumlah uang yang dibayarkan kepada seseorang didasarkan pada kerugian yang terjadi dan batas maksimum yang dapat diberikan menurut polis.

Bagaimana bila Anda mengalami kerugian/meninggal segera setelah membeli polis?

Perusahaan asuransi menjalankan bisnis pengambilalihan atau pengelolaan risiko.  Ketika Anda membeli asuransi jiwa, misalnya, perusahaan asuransi tentu berharap Anda berumur panjang agar dapat membayar semua kewajiban premi Anda ke dalam pool. Namun, perusahaan asuransi juga tahu bahwa ada kemungkinan Anda meninggal tidak lama setelah membayar premi pertama. Dalam hal ini, perusahaan asuransi berisiko membayar jauh lebih besar daripada yang Anda kontribusikan.

Untuk mengukur risiko ini, perusahaan asuransi menggunakan statistik yang dapat memprediksi jumlah orang yang benar-benar akan meninggal dunia/mengalami kerugian dan mengajukan klaim dalam suatu periode. Perusahaan asuransi memang tidak bisa tahu kapan orang tertentu dalam pool akan mengalami risiko, tetapi mereka dapat memperkirakan jumlah orang yang akan meninggal/mengalami kerugian di tahun pertama, tahun berikutnya dan seterusnya. Karena sebagian besar orang yang ikut berasuransi tidak mengajukan klaim, perusahaan asuransi dapat membayar klaim-klaim yang bernominal jauh lebih besar dibandingkan uang premi yang diterima dari pemegang polis.

Statistik ini juga membantu untuk menentukan jumlah premi. Perusahaan asuransi mengumpulkan informasi tentang tertanggung untuk dapat mengelompokkan mereka sesuai karakteristik risiko yang sama dan menghitung tingkat premi berdasarkan kelompok risikonya. Mereka yang memiliki risiko yang sama membayar premi yang sama. Proses ini dikenal sebagai klasifikasi risiko atau underwriting. Dengan mengenakan premi sesuai risiko, perusahaan asuransi dapat bertindak adil kepada semua pemegang polis.